Misteri Hilangnya Petani Karo Berakhir Tragis: Jasad SS Ditemukan Terbungkus Karung di Deli Serdang

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
31 Mei 2026, 02:12 WIB
Misteri Hilangnya Petani Karo Berakhir Tragis: Jasad SS Ditemukan Terbungkus Karung di Deli Serdang

RadarLokal — Tragedi memilukan kembali mengguncang ketenangan masyarakat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Seorang petani paruh baya yang dikenal bersahaja, berinisial SS (59), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah sempat dinyatakan hilang secara misterius. Kasus yang awalnya berupa laporan orang hilang ini berubah menjadi penyelidikan pembunuhan sadis setelah jasad korban ditemukan terbungkus karung plastik di bawah sebuah jembatan yang sepi.

Awal Mula Hilangnya Sang Petani di Tigabinanga

Kejadian ini bermula pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Kehidupan tenang di Desa Kuala, Kecamatan Tigabinanga, seketika berubah menjadi ketegangan saat pihak keluarga menyadari bahwa SS tidak kunjung pulang ke rumah. Kekhawatiran yang mendalam membuat pihak keluarga segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian setempat. Malam itu juga, tim dari Polsek Tigabinanga bersama keluarga melakukan penyisiran di sekitar kediaman korban.

Baca Juga Aksi Premanisme di Stasiun Bogor Berujung Amuk Massa: Nasib Pria Pemalak Ojol dan Perusak Gitar Pengamen
Aksi Premanisme di Stasiun Bogor Berujung Amuk Massa: Nasib Pria Pemalak Ojol dan Perusak Gitar Pengamen

Namun, upaya pencarian awal di rumah korban tidak membuahkan hasil. Rumah tersebut tampak sunyi, meninggalkan tanda tanya besar bagi siapa saja yang mengenalnya. Tidak ada jejak kekerasan yang mencolok di lokasi tersebut pada awalnya, namun firasat buruk keluarga terus menguat seiring berjalannya waktu. Penyelidikan mengenai kasus orang hilang ini pun segera ditingkatkan statusnya oleh pihak kepolisian.

Gerak Cepat Kepolisian: Penangkapan Terduga Pelaku AK

Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho, menjelaskan bahwa pihaknya tidak membuang waktu dalam merespons laporan tersebut. Melalui serangkaian penyelidikan intensif dan pengumpulan keterangan saksi-saksi di lapangan, polisi mulai mencium adanya tindak pidana di balik hilangnya SS. Fokus penyelidikan kemudian mengarah pada seorang pemuda berinisial AK (25).

Baca Juga Si Jago Merah Berulah di Dekat Rel, Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terhambat: Simak Update Terbarunya
Si Jago Merah Berulah di Dekat Rel, Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terhambat: Simak Update Terbarunya

Hanya berselang satu hari setelah laporan kehilangan diterima, tepatnya pada Kamis, 28 Mei 2026, personel Polsek Tigabinanga berhasil mengamankan AK. Dalam proses interogasi yang mendalam, pemuda tersebut akhirnya mengakui perbuatan kejinya. Ia mengakui telah mengakhiri hidup SS. Namun, AK tidak bekerja sendirian; ia mengungkapkan bahwa ada keterlibatan rekan lainnya yang saat itu sedang berada di luar wilayah Kabupaten Karo.

Pengejaran Hingga ke Kota Medan

Berbekal pengakuan dari AK, tim gabungan kepolisian segera melakukan pengejaran terhadap pelaku kedua. Koordinasi antarwilayah dilakukan dengan cepat untuk memastikan pelaku tidak melarikan diri lebih jauh. Jejak pelarian pelaku berinisial R (20) akhirnya terendus di kawasan Medan Tuntungan, Kota Medan.

Baca Juga Polemik Pembubaran Ibadah GMS Bantul: Babak Baru Penegakan Hukum dan Ancaman Laporan Balik
Polemik Pembubaran Ibadah GMS Bantul: Babak Baru Penegakan Hukum dan Ancaman Laporan Balik

Tanpa perlawanan berarti, R berhasil diringkus oleh petugas di tempat persembunyiannya. Tertangkapnya R melengkapi teka-teki mengenai siapa saja yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa petani malang tersebut. Kedua tersangka kini harus menghadapi konsekuensi hukum atas tindakan kriminalitas di Sumatera Utara yang tergolong sangat kejam ini.

Penemuan Jasad dalam Karung di Deli Serdang

Setelah kedua pelaku diamankan, polisi kemudian mendalami lokasi di mana mereka membuang jasad korban. Berdasarkan pengakuan para tersangka, mereka membawa jasad SS jauh dari lokasi kejadian awal untuk menghilangkan jejak. Mereka memilih lokasi yang dianggap terpencil, yakni di kawasan Jalan Pancur Batu-Delitua, Kabupaten Deli Serdang.

Pada Jumat dini hari, 29 Mei 2026, sekitar pukul 00.10 WIB, petugas kepolisian tiba di lokasi yang disebutkan. Di bawah kegelapan malam, di bawah sebuah jembatan, petugas menemukan sebuah karung plastik yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan, dipastikan bahwa karung tersebut berisi jasad SS yang sudah tidak bernyawa. Penemuan ini mengonfirmasi akhir tragis dari pencarian sang petani.

Baca Juga Tragedi Makan Bergizi Gratis di Jaktim: Irma NasDem Desak Evaluasi Total BGN dan Suspend SPPG Bermasalah
Tragedi Makan Bergizi Gratis di Jaktim: Irma NasDem Desak Evaluasi Total BGN dan Suspend SPPG Bermasalah

Jasad korban segera dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani proses autopsi. Langkah ini diambil untuk menentukan penyebab pasti kematian serta mencari bukti-bukti forensik tambahan yang dapat memperkuat jeratan hukum bagi kedua tersangka.

Motif dan Proses Hukum yang Berjalan

Hingga saat ini, pihak Polres Karo masih mendalami apa yang sebenarnya memicu AK dan R melakukan tindakan sekeji itu. Apakah ada unsur dendam pribadi, sengketa lahan, atau motif ekonomi lainnya, semuanya masih dalam tahap penyidikan intensif. “Untuk motif masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Kami berkomitmen mengusut tuntas perkara ini secara profesional dan transparan,” tegas AKBP Pebriandi Haloho saat memberikan keterangan kepada media.

Baca Juga Drama Penyekapan di Showroom Motor Cakung Terbongkar: Unit Satresmob Bareskrim Ringkus Dua Pelaku
Drama Penyekapan di Showroom Motor Cakung Terbongkar: Unit Satresmob Bareskrim Ringkus Dua Pelaku

Kedua tersangka saat ini mendekam di sel tahanan Polres Karo. Mereka terancam dijerat dengan pasal pembunuhan berencana atau pembunuhan secara bersama-sama sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang membawa ancaman hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap petani yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

Duka Mendalam Bagi Masyarakat Desa Kuala

Kematian SS menyisakan duka yang mendalam bagi warga Desa Kuala. Korban dikenal sebagai sosok yang tekun bekerja dan tidak pernah memiliki catatan konflik yang menonjol di desa. Kepergiannya yang mendadak dan dengan cara yang tragis menimbulkan rasa trauma tersendiri bagi warga sekitar.

Banyak warga berharap agar pihak kepolisian memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada para pelaku agar memberikan efek jera. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dan kewaspadaan terhadap orang asing atau perilaku mencurigakan di lingkungan pedesaan.

Langkah Antisipasi Kriminalitas di Wilayah Karo

Menanggapi peristiwa ini, tokoh masyarakat setempat menghimbau agar aparat keamanan lebih sering melakukan patroli di daerah-daerah rawan dan pemukiman yang jauh dari pusat keramaian. Peningkatan koordinasi antara polisi desa (Bhabinkamtibmas) dengan perangkat desa juga dinilai krusial untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan.

RadarLokal akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk hasil autopsi dari RS Bhayangkara dan fakta-fakta baru yang mungkin muncul dalam persidangan nantinya. Keadilan bagi SS harus ditegakkan demi memulihkan rasa aman di tanah Karo.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *