Aksi Premanisme di Stasiun Bogor Berujung Amuk Massa: Nasib Pria Pemalak Ojol dan Perusak Gitar Pengamen

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
26 Apr 2026, 22:10 WIB
Aksi Premanisme di Stasiun Bogor Berujung Amuk Massa: Nasib Pria Pemalak Ojol dan Perusak Gitar Pengamen

RadarLokal — Suasana malam di sekitar kawasan Stasiun Bogor yang biasanya dipenuhi oleh hiruk-pikuk komuter mendadak berubah menjadi panggung drama yang mencekam. Sebuah insiden kekerasan massal pecah, melibatkan seorang pria yang diduga melakukan aksi pemalakan terhadap pengemudi ojek online (ojol) serta merusak barang milik pengamen jalanan. Kejadian ini menambah daftar panjang catatan kriminalitas jalanan yang menjadi sorotan publik di Kota Hujan.

Tragedi di Jantung Kota: Kronologi Lengkap Amuk Massa

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi di lapangan, keributan ini bermula pada Minggu malam yang dingin. Sebuah video amatir yang merekam momen pria tersebut dihajar massa seketika menjadi viral di berbagai platform media sosial. Dalam tayangan tersebut, terlihat seorang pria paruh baya yang menjadi bulan-bulanan sekelompok orang di area Jalan Mayor Oking, tepat di sisi kanan Stasiun Bogor. Meskipun petugas keamanan dalam (PKD) stasiun telah berupaya melerai, emosi warga yang sudah menyulut tampaknya sulit untuk diredam dalam sekejap.

Baca Juga Duka Mendalam di Garis Depan: Empat Prajurit Terbaik TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Duka Mendalam di Garis Depan: Empat Prajurit Terbaik TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi, mengonfirmasi kebenaran peristiwa yang menghebohkan warga Bogor tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian saat ini tengah bergerak cepat untuk mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian. Penyelidikan difokuskan untuk mengungkap motif di balik aksi pengeroyokan tersebut serta mengidentifikasi siapa saja yang terlibat di dalamnya.

Pemicu Amarah: Gitar yang Hancur dan Pemalakan Driver Ojol

Penyebab kemarahan massa ternyata bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan awal, pria yang kini diketahui berstatus sebagai gelandangan tersebut melakukan tindakan yang memancing kegeraman warga sekitar. Ia dilaporkan mencoba memalak seorang pengemudi ojek online yang sedang menunggu penumpang. Tak berhenti di situ, perilaku arogan pria ini berlanjut ketika ia menghampiri seorang pengamen jalanan untuk meminta sejumlah uang secara paksa.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Sawah Sidrap: Sengketa Lahan Memicu Duel Maut Antara Dua Warga
Tragedi Berdarah di Sawah Sidrap: Sengketa Lahan Memicu Duel Maut Antara Dua Warga

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, menjelaskan bahwa keributan memuncak saat pengamen yang menjadi sasaran pemalakan menolak memberikan uang. Merasa tidak puas dan emosi, pria tersebut secara brutal merebut gitar milik pengamen malang itu dan membantingnya ke aspal hingga hancur berkeping-keping. Tindakan destruktif terhadap alat musik yang menjadi sumber mata pencaharian pengamen inilah yang menjadi pemantik api kemarahan warga dan para pengguna jalan di area Stasiun Bogor.

  • Lokasi Awal: Jalur pedestrian Jalan Kapten Muslihat (depan stasiun).
  • Lokasi Pengeroyokan: Jalan Mayor Oking (sisi kanan stasiun).
  • Korban Pemalakan: Pengemudi ojek online dan pengamen.
  • Tindakan Anarkis: Membanting gitar pengamen hingga rusak total.

Respon Cepat Kepolisian dan Penyelidikan Mendalam

Menanggapi situasi yang memanas, Polresta Bogor Kota tidak tinggal diam. Kompol Aji Riznaldi menyatakan bahwa pihaknya kini berkolaborasi erat dengan Satuan Tugas Inspeksi Gabungan Anti Pungli (SIGAP) Kota Bogor. Kolaborasi ini bertujuan untuk membersihkan area publik dari praktik-praktik pungli dan premanisme yang meresahkan masyarakat, terutama di titik-titik vital seperti stasiun dan terminal.

Baca Juga Sentilan Keras Kemendagri: 321 Pemerintah Daerah Terdeteksi Pasif dalam Pengendalian Inflasi
Sentilan Keras Kemendagri: 321 Pemerintah Daerah Terdeteksi Pasif dalam Pengendalian Inflasi

“Kami tidak akan menoleransi aksi premanisme dalam bentuk apa pun di wilayah hukum kami. Saat ini, tim Identifikasi dan Reskrim sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan semua fakta hukum terkumpul dengan akurat,” ujar Kompol Aji dalam keterangannya kepada media. Ia juga menambahkan bahwa patroli keamanan akan ditingkatkan di sekitar area Jalan Kapten Muslihat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.

Menilik Fenomena Main Hakim Sendiri di Area Publik

Peristiwa ini kembali memicu perdebatan mengenai fenomena main hakim sendiri atau aksi vigilante di masyarakat. Di satu sisi, tindakan pelaku memang sangat menyebalkan dan merugikan, namun di sisi lain, pengeroyokan secara massa juga merupakan pelanggaran hukum yang serius. Para saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa pria tersebut sempat berusaha melarikan diri ke arah Jalan Mayor Oking sebelum akhirnya tersungkur akibat terjangan massa.

Baca Juga Sinergi Hijau di Pesisir Jakarta: Langkah Konkret Koarmada RI dan CT Arsa Foundation dalam Melestarikan Mangrove di Muara Angke
Sinergi Hijau di Pesisir Jakarta: Langkah Konkret Koarmada RI dan CT Arsa Foundation dalam Melestarikan Mangrove di Muara Angke

Petugas Keamanan Dalam (PKD) Stasiun Bogor sebenarnya telah melakukan prosedur yang benar dengan mencoba memisahkan massa dari korban pengeroyokan. Setelah situasi agak mereda, kelompok massa membubarkan diri ke arah Jembatan Merah, sementara pria yang menjadi sasaran amuk massa tersebut berjalan tertatih-tatih menuju area Lapas Jalan Paledang untuk mencari perlindungan atau pertolongan medis.

Kondisi Terkini Korban dan Langkah Hukum Selanjutnya

Hingga berita ini diturunkan, pria yang diduga sebagai pelaku pemalakan tersebut telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka-luka yang dideritanya. Menariknya, meskipun telah menjadi korban pengeroyokan yang cukup parah, yang bersangkutan kabarnya belum bersedia untuk membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.

Baca Juga Gebrakan Besar Polda Sumsel: Bongkar Jaringan Penyelundupan 82.000 KL Solar di Perairan Banyuasin
Gebrakan Besar Polda Sumsel: Bongkar Jaringan Penyelundupan 82.000 KL Solar di Perairan Banyuasin

“Anggota kami sudah menemui korban di rumah sakit, namun saat ini dia belum berkenan untuk membuat laporan formal terkait pengeroyokan yang dialaminya. Meski demikian, kami tetap memantau perkembangannya dan mendalami potensi tindak pidana asal, yaitu pemalakan dan perusakan properti yang ia lakukan sebelumnya,” tambah AKP Aji Riznaldi. Hal ini menunjukkan kerumitan hukum yang sering terjadi dalam kasus-kasus konflik sosial di ruang publik, di mana korban kekerasan juga sekaligus merupakan pelaku tindakan kriminal lainnya.

Masyarakat Bogor pun berharap agar pihak berwenang dapat menjamin keamanan di kawasan transit utama seperti Stasiun Bogor. Kehadiran Satgas SIGAP diharapkan bukan sekadar formalitas, melainkan aksi nyata dalam memberantas bibit-bibit premanisme yang sering kali berkedok sebagai gelandangan atau pengamen musiman. Keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna transportasi publik harus menjadi prioritas utama demi menjaga citra Kota Bogor sebagai kota yang ramah dan tertib.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *