Kasus Hanania Travel: Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti Kontrak dan Pembayaran ke Penyidik

Nadia Safira | RADAR LOKAL
12 Jun 2026, 16:11 WIB
Kasus Hanania Travel: Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti Kontrak dan Pembayaran ke Penyidik

RadarLokal — Langkah hukum serius diambil oleh pasangan selebritas papan atas, Cut Meyriska dan Roger Danuarta, dalam menanggapi carut-marut persoalan yang membelit biro perjalanan umrah Hanania Travel. Kehadiran mereka di markas kepolisian bukan sekadar memenuhi panggilan formal, melainkan membawa misi untuk memperjelas posisi mereka dalam pusaran dugaan penipuan yang kini menjadi perhatian publik luas.

Pada Jumat, 12 Juni 2026, suasana di Polda Metro Jaya tampak lebih padat dari biasanya. Pasangan yang dikenal harmonis ini datang dengan membawa sejumlah dokumen krusial sebagai barang bukti pendukung penyelidikan. Keduanya menjalani pemeriksaan intensif selama beberapa jam untuk memberikan keterangan mendalam terkait keterlibatan mereka dengan agen perjalanan tersebut, yang diduga telah merugikan banyak jemaah umrah di berbagai daerah.

Baca Juga SugarBaby Gebrak Belantika Musik dengan ‘Hempaskan’, Sebuah Manifesto Melawan Cowok Red Flag dan Hubungan Toxic
SugarBaby Gebrak Belantika Musik dengan ‘Hempaskan’, Sebuah Manifesto Melawan Cowok Red Flag dan Hubungan Toxic

Komitmen Transparansi dalam Proses Penyelidikan

Usai keluar dari ruang pemeriksaan, Roger Danuarta memberikan pernyataan kepada awak media dengan nada yang tenang namun tegas. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bersama sang istri merupakan bentuk tanggung jawab moral dan hukum sebagai warga negara yang kooperatif. Roger menekankan bahwa semua informasi yang mereka miliki telah diserahkan sepenuhnya kepada tim penyidik tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Intinya, proses hari ini berjalan dengan sangat lancar. Kami sudah menyampaikan semua hal yang kami ketahui secara detail. Harapan kami, keterangan ini dapat menjadi kepingan puzzle yang membantu kepolisian agar kasus ini segera menemui titik terang dan berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku,” ujar Roger di hadapan wartawan yang telah menunggu sejak pagi.

Baca Juga Pernikahan Agung El Rumi dan Syifa Hadju: Sterilisasi Ketat di Hotel Raffles Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
Pernikahan Agung El Rumi dan Syifa Hadju: Sterilisasi Ketat di Hotel Raffles Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Pemeriksaan ini menjadi krusial mengingat profil publik pasangan ini sering kali dijadikan magnet bagi perusahaan travel untuk menarik minat masyarakat. Dengan memberikan kesaksian yang jujur, mereka berharap dapat membantu memulihkan hak-hak para korban yang mungkin terjebak dalam janji manis investigasi penipuan berkedok perjalanan ibadah.

Membedah Bukti Kontrak: Antara Barter dan Pembayaran Tunai

Cut Meyriska, yang mendampingi Roger, menjelaskan lebih terperinci mengenai apa saja yang mereka sampaikan kepada penyidik. Salah satu poin utama dalam pemeriksaan tersebut adalah penyerahan dokumen fisik dan digital yang menjadi landasan kerja sama mereka dengan Hanania Travel. Bukti-bukti tersebut mencakup kontrak kerja sama hingga bukti transfer yang sah.

Baca Juga Bongkar Tabir Gelap Rumah Tangga, Karen Hertatum Akhirnya Buka Suara Soal Dugaan KDRT dan Perselingkuhan Dede Sunandar
Bongkar Tabir Gelap Rumah Tangga, Karen Hertatum Akhirnya Buka Suara Soal Dugaan KDRT dan Perselingkuhan Dede Sunandar

“Semua dokumen kontrak sudah kami serahkan. Segala bentuk persiapan hingga eksekusi perjalanan kemarin sudah kami jelaskan kepada penyidik dengan sangat gamblang,” tutur Cut Meyriska. Ia juga menambahkan bahwa selama pemeriksaan, dirinya dan Roger dicecar sekitar 30 pertanyaan yang mencakup detail interaksi mereka dengan pihak manajemen Hanania Travel.

Menariknya, Cut Meyriska memberikan klarifikasi mengenai model bisnis yang mereka jalani. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut tidak sepenuhnya bersifat gratis atau endorsement artis semata. Ada perpaduan antara sistem barter jasa promosi dengan pembayaran secara mandiri, mengingat mereka memboyong keluarga besar dalam perjalanan tersebut.

“Sistemnya memang ada yang barter, dalam bentuk pembuatan konten foto dan video promosi profesional. Namun, perlu dicatat bahwa kami juga melakukan pembayaran secara tunai. Karena kami berangkat sekeluarga, ada porsi yang tetap kami bayar sendiri. Tadi semua bukti transfer, sisa kekurangan bayar yang sudah dilunasi, hingga surat kontrak kerja sama sudah kami tunjukkan dan berikan salinannya kepada polisi,” tegasnya secara mendetail.

Baca Juga Dilema Hati Dede Sunandar: Antara Prahara Perceraian dan Tangis Sang Buah Hati yang Mulai Mengerti
Dilema Hati Dede Sunandar: Antara Prahara Perceraian dan Tangis Sang Buah Hati yang Mulai Mengerti

Dukungan Moral dan Simpati bagi Jemaah yang Terdampak

Di balik urusan legalitas dan dokumen, Roger Danuarta tidak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya terhadap nasib para jemaah lain yang diduga menjadi korban dalam skandal Hanania Travel ini. Baginya, ibadah umrah adalah momen sakral yang seharusnya dijalani dengan ketenangan, bukan justru dibayang-bayangi oleh ketidakpastian finansial dan hukum.

“Kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada seluruh jemaah yang mengalami kerugian. Kami mengerti betul betapa kecewanya perasaan mereka. Kami berharap semua korban segera mendapatkan keadilan dan ada jalan keluar terbaik bagi semua pihak yang dirugikan,” tambah Roger dengan raut wajah penuh empati.

Baca Juga Tragedi Mencekam di Stasiun Bekasi Timur: Karyawan Alice Norin Jadi Korban Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL
Tragedi Mencekam di Stasiun Bekasi Timur: Karyawan Alice Norin Jadi Korban Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL

Kasus ini seolah menjadi pengingat pahit bagi industri wisata religi di tanah air. Keterlibatan figur publik dalam mempromosikan sebuah jasa perjalanan membawa konsekuensi besar. Oleh karena itu, langkah Roger dan Cut Meyriska untuk berdiri di barisan depan dalam membantu kepolisian dinilai banyak pihak sebagai langkah yang sangat tepat untuk menjaga integritas mereka sekaligus membela kepentingan publik.

Pentingnya Kewaspadaan dalam Memilih Biro Perjalanan Umrah

Belajar dari kasus Hanania Travel, masyarakat diingatkan kembali untuk selalu melakukan kroscek berlapis sebelum memutuskan menggunakan jasa biro perjalanan. Meskipun sebuah biro perjalanan didukung oleh nama besar selebritas, legalitas dan rekam jejak perusahaan tetap menjadi parameter utama yang tidak boleh diabaikan.

Pihak kepolisian sendiri hingga kini masih terus melakukan pengembangan kasus. Keterangan dari saksi-saksi kunci seperti pasangan Roger dan Cut Meyriska akan digunakan untuk memetakan aliran dana dan modus operandi yang digunakan oleh pihak pengelola. Ke depan, diharapkan pengawasan terhadap perusahaan travel umrah dapat diperketat agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mencoreng citra perjalanan ibadah ke tanah suci.

Dengan diserahkannya 30 poin jawaban dan tumpukan bukti dokumen, Cut Meyriska dan Roger Danuarta kini tinggal menunggu proses hukum selanjutnya. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas, demi tegaknya keadilan bagi diri mereka sendiri dan, yang terpenting, bagi ratusan jemaah lain yang hingga kini nasibnya masih terkatung-katung.

Pantau terus perkembangan kasus ini hanya di RadarLokal untuk mendapatkan informasi terkini dan mendalam seputar dunia hukum dan kriminalitas tanah air.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *