Uut Permatasari Ungkap Rahasia 10 Tahun Pernikahan: Dari Suami yang ‘Kaku’ hingga Kekuatan Pasrah pada Sang Khalik

Nadia Safira | RADAR LOKAL
28 Jun 2026, 00:11 WIB
Uut Permatasari Ungkap Rahasia 10 Tahun Pernikahan: Dari Suami yang 'Kaku' hingga Kekuatan Pasrah pada Sang Khalik

RadarLokal — Mengarungi bahtera rumah tangga selama lebih dari satu dekade bukanlah perkara mudah, terutama bagi mereka yang hidup di bawah sorotan lampu panggung dan tekanan publik. Hal inilah yang dirasakan oleh pedangdut kenamaan, Uut Permatasari. Di balik senyum sumringah dan penampilannya yang selalu prima, pelantun tembang ‘Putri Panggung’ ini menyimpan segudang cerita tentang bagaimana ia menjaga api asmara tetap menyala di tengah perbedaan karakter yang sangat kontras dengan sang suami.

Pernikahan yang telah berjalan selama sepuluh tahun lebih ini sering kali dipandang sebagai potret keharmonisan keluarga ideal. Namun, Uut secara terbuka mengakui bahwa kehidupan pribadinya tidaklah selalu berjalan mulus tanpa hambatan. Perbedaan latar belakang profesi dan kepribadian menjadi bumbu sekaligus tantangan tersendiri dalam menyatukan dua kepala dalam satu atap yang sama.

Baca Juga Kisah Pilu Dede Sunandar: Di Balik Keretakan Rumah Tangga 12 Tahun dan Perjuangan Melawan Badai Ekonomi
Kisah Pilu Dede Sunandar: Di Balik Keretakan Rumah Tangga 12 Tahun dan Perjuangan Melawan Badai Ekonomi

Kontradiksi Karakter: Si Manja dan Sang Abdi Negara

Dinamika rumah tangga Uut Permatasari menjadi unik lantaran perbedaan kepribadian yang cukup mencolok antara dirinya dan sang suami. Sebagai seorang seniman yang besar di atas panggung, Uut memiliki sisi yang ekspresif, hangat, dan cenderung manja. Sebaliknya, sang suami yang berprofesi sebagai perwira polisi memiliki karakter yang terbentuk oleh kedisiplinan militeristik: kaku, lugas, dan jauh dari kesan romantis.

Dalam sebuah kesempatan di Studio Rumpi Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan baru-baru ini, Uut menceritakan betapa suaminya sering kali merasa canggung jika dihadapkan pada situasi yang terlalu sentimental. Fenomena ini menciptakan momen-momen lucu yang justru mempererat hubungan mereka. Uut sering kali mencoba membangun suasana romantis, namun sang suami selalu punya cara untuk ‘membuyarkannya’ dengan gaya yang sangat praktis.

Baca Juga Vicky Prasetyo Terseret Pusaran Kasus Audio Rp213 Juta: Antara Ambisi Bisnis dan Jeratan Hukum
Vicky Prasetyo Terseret Pusaran Kasus Audio Rp213 Juta: Antara Ambisi Bisnis dan Jeratan Hukum

“Sebenarnya yang manja itu saya. Cuma suami saya itu lucu kalau diajak romantis! Jadi suami saya tuh lucu. Kalau diajak romantis nih ya, ah aku kan emang manja orangnya. Dia langsung mengalihkan pembicaraan, ‘Ayang, Ayang… coba pijetin saya dong, pijetin kepala saya’,” kenang Uut sambil tertawa. Alih-alih merasa kecewa, Uut justru melihat hal ini sebagai bentuk keunikan dari hubungan suami istri yang mereka jalani.

Strategi Komunikasi: Memecah Kebuntuan dengan Dialog

Meskipun perbedaan sifat sering kali memicu tawa, Uut tidak memungkiri bahwa perbedaan tersebut juga bisa menjadi benih konflik jika tidak dikelola dengan bijak. Baginya, kunci utama dalam menghadapi setiap persoalan adalah komunikasi yang sehat. Ia percaya bahwa setiap ketegangan harus segera dicairkan melalui diskusi yang jujur dan terbuka sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Baca Juga Rahasia Ketenangan Dewi Perssik: Ritual Mengaji di Balik Layar Sebelum Sorotan Kamera Dimulai
Rahasia Ketenangan Dewi Perssik: Ritual Mengaji di Balik Layar Sebelum Sorotan Kamera Dimulai

Uut menekankan pentingnya menyampaikan apa yang dirasakan tanpa harus menyudutkan pasangan. Diskusi baginya adalah ruang untuk saling memahami, bukan untuk mencari siapa yang paling benar. Namun, ia juga menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam mengubah sifat orang lain. Ada kalanya, meskipun sebuah masalah sudah dibicarakan berkali-kali, pola yang sama tetap saja terulang secara tidak sengaja.

“Saya sekarang kalau ada sesuatu itu, pertama saya bicarakan. Kalau saya bicarakan dan itu akan diulang-ulang terus gitu ya, sesuatu yang kita bicarakan kita rembukkan tuh dilakukan lagi terus tanpa sengaja atau nggak sama suami saya, sekarang saya pasrahkan sama Allah,” tuturnya dengan nada yang lebih tenang. Pendekatan ini menunjukkan tingkat kedewasaan emosional yang tinggi dalam menjalani tips rumah tangga yang langgeng.

Baca Juga Ketegaran Asri Welas Menjalani Peran Single Parent: Ibam Adalah Kekuatan Terbesar dalam Hidup Saya
Ketegaran Asri Welas Menjalani Peran Single Parent: Ibam Adalah Kekuatan Terbesar dalam Hidup Saya

Dimensi Spiritual dalam Menghadapi Badai Rumah Tangga

Ketika dialog menemui jalan buntu, Uut Permatasari memilih untuk bersandar pada kekuatan spiritual. Baginya, melibatkan Tuhan dalam urusan rumah tangga bukan sekadar pelarian, melainkan bentuk penyerahan diri yang tulus. Kepasrahan ini memberinya kedamaian batin (inner peace) yang memungkinkannya untuk tetap bersikap sabar meskipun realita tidak sesuai dengan ekspektasi.

Langkah ‘pasrah’ ini menurut Uut adalah cara paling ampuh untuk menjaga kesehatan mentalnya. Dengan melepaskan keinginan untuk mengontrol segala hal, ia merasa lebih ringan dalam menjalani hari-hari. Spiritualitas ini menjadi fondasi yang kokoh, membuat hubungan mereka tidak mudah goyah oleh badai sekecil apa pun. Ia meyakini bahwa hati suami berada dalam genggaman Sang Khalik, sehingga berdoa menjadi cara paling efektif untuk mengetuk pintu hati pasangannya.

Baca Juga Misteri Dibalik Layar Cerita Lila: Transformasi Fenomena YouTube Menuju Teror Emosional di Bioskop
Misteri Dibalik Layar Cerita Lila: Transformasi Fenomena YouTube Menuju Teror Emosional di Bioskop

Mengelola Ekspektasi: Menerima Pasangan Apa Adanya

Menyatukan dua orang dengan latar belakang yang berbeda ibarat menyusun potongan puzzle yang tidak selalu pas pada percobaan pertama. Uut menyadari bahwa menuntut pasangan untuk menjadi sosok yang sempurna—seperti tokoh dalam film romantis—hanya akan membuahkan kekecewaan. Oleh karena itu, ia memilih untuk fokus pada kelebihan sang suami daripada meratapi kekurangannya.

“Dalam rumah tangga tuh nggak mungkin mulus karena menyatukan kelebihan dan kekurangan dua orang yang berbeda itu disatukan kan, pasti ada gesekan. Jadi ya, satu kunci utamanya harus sabar,” ujar pelantun lagu dangdut asal Sidoarjo tersebut. Kesabaran ini bukanlah bentuk ketundukan yang pasif, melainkan sebuah strategi aktif untuk menjaga keutuhan komunikasi pasangan agar tetap berada di jalur yang benar.

Uut juga menyoroti bagaimana banyak pasangan terjebak dalam membandingkan rumah tangga mereka dengan orang lain. Baginya, setiap pernikahan memiliki ritme dan bahasa cintanya masing-masing. Jika suaminya tidak bisa memberikan kata-kata manis atau makan malam romantis setiap hari, itu bukan berarti rasa cintanya berkurang, melainkan diekspresikan melalui cara-cara lain yang lebih konkret.

Rasa Syukur: Ketika Keamanan Emosional Menjadi Prioritas Utama

Di balik sifat kaku dan tidak romantis sang suami, ada satu hal yang membuat Uut Permatasari merasa sangat beruntung dan bersyukur. Sepanjang usia pernikahan mereka, sang suami tidak pernah sekali pun melakukan tindakan kasar, baik secara verbal maupun fisik. Bagi Uut, keamanan emosional dan fisik di dalam rumah adalah kemewahan yang jauh lebih berharga daripada sebuket bunga atau makan malam mewah.

“Tapi kalau beliau marah sama saya nggak pernah. Kalau marah nggak pernah. Kayak ngasarin saya itu nggak pernah sama sekali. Bersyukurnya di situ. Jadi beliau mungkin bukan orang romantis, tapi beliau juga tidak pernah ngasarin saya,” tegas Uut menutup pembicaraan. Hal ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa inti dari cara menghadapi masalah dalam rumah tangga adalah dengan tetap menjaga rasa hormat dan kasih sayang, tanpa kekerasan.

Kisah Uut Permatasari memberikan kita perspektif baru bahwa keharmonisan tidak harus selalu identik dengan keromantisan yang meluap-luap. Terkadang, kebahagiaan sejati justru ditemukan dalam kesabaran untuk menerima perbedaan, keteguhan dalam berkomunikasi, dan keberanian untuk berserah diri pada takdir Tuhan. Di bawah naungan RadarLokal, kisah ini diharapkan dapat menginspirasi banyak pasangan untuk terus berjuang demi keutuhan keluarga mereka masing-masing.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *