Sitha Marino dan Transformasi Pandangan Tentang Pernikahan: Dari Ambisi ‘Rich Aunty’ Menuju Pelaminan Bersama Bastian Steel

Nadia Safira | RADAR LOKAL
29 Apr 2026, 14:11 WIB
Sitha Marino dan Transformasi Pandangan Tentang Pernikahan: Dari Ambisi 'Rich Aunty' Menuju Pelaminan Bersama Bastian St

RadarLokal — Cinta sering kali menjadi kompas yang mengubah arah hidup seseorang dengan cara yang paling tidak terduga. Hal inilah yang dialami oleh aktris berbakat Sitha Marino. Adik kandung dari aktris papan atas Putri Marino ini baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan pengakuannya yang jujur mengenai perubahan drastis dalam cara pandangnya terhadap masa depan, khususnya mengenai institusi pernikahan. Siapa sangka, sosok yang dulu bersikeras untuk hidup mandiri tanpa ikatan pernikahan, kini justru tak sabar menanti hari bahagianya bersama sang kekasih, Bastian Steel.

Ambisi Lawas: Menjadi Tante Kaya Tanpa Ikatan

Sebelum menjalin kasih dengan Bastian Steel, Sitha Marino memiliki visi masa depan yang sangat berbeda dari kebanyakan perempuan seusianya. Dalam sebuah kesempatan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sitha mengungkapkan bahwa dirinya pernah berada di satu titik di mana pernikahan sama sekali tidak masuk dalam daftar rencana hidupnya. Ia lebih memilih untuk memfokuskan energinya pada karier dan kemandirian finansial.

Baca Juga Kisah Haru Hanggini Menjadi Ibu: Perjalanan 30 Hari yang Penuh Makna Bersama Baby Kian
Kisah Haru Hanggini Menjadi Ibu: Perjalanan 30 Hari yang Penuh Makna Bersama Baby Kian

“Memang sebelum aku bersama Bastian, aku benar-benar tidak memikirkan yang namanya pernikahan. Bayangan aku saat itu, aku hanya ingin menjadi tante yang mandiri dan sukses untuk keponakan-keponakan aku. Istilahnya, just wanna be a rich aunty saja,” ungkap Sitha dengan nada santai namun penuh makna. Konsep rich aunty memang belakangan menjadi tren di kalangan generasi muda yang ingin menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak melulu harus bersumber dari pasangan hidup, melainkan dari keberhasilan personal dan kedekatan dengan keluarga besar.

Pola pikir ini bukanlah tanpa alasan. Sitha melihat bahwa kebebasan dan kemandirian adalah aset berharga yang ingin ia pertahankan. Namun, tembok pertahanan yang ia bangun sedemikian rupa perlahan-lahan mulai goyah saat sosok Bastian Steel hadir dalam kehidupannya. Hubungan asmara yang mereka bina ternyata memberikan perspektif baru yang lebih hangat tentang apa artinya berbagi hidup dengan orang lain.

Baca Juga Era Baru Transparansi Musik: Indra The Rain dan Bongky BIP Resmi Jabat Badan Pengawas WAMI 2026
Era Baru Transparansi Musik: Indra The Rain dan Bongky BIP Resmi Jabat Badan Pengawas WAMI 2026

Magisnya Hubungan: Bagaimana Bastian Steel Mengubah Segalanya

Transformasi pemikiran Sitha Marino tidak terjadi dalam semalam. Ini adalah hasil dari proses panjang kedekatan yang ia jalin dengan mantan personel Coboy Junior tersebut. Bastian, yang dikenal dengan kepribadiannya yang ceria dan penyayang, tampaknya berhasil memberikan rasa nyaman yang luar biasa bagi Sitha. Kenyamanan inilah yang kemudian menjadi pintu masuk bagi Sitha untuk mempertimbangkan kembali konsep hubungan asmara yang lebih serius.

“Lalu tiba-tiba aku bertemu Bastian, dan perlahan aku mulai merasa bahwa pernikahan ternyata tidak seburuk itu. Oke, mungkin ini bisa dijalani. Sampai akhirnya aku merasa bahwa pernikahan itu baik-baik saja, tidak ada masalah di dalamnya,” jelas aktris berusia 26 tahun tersebut. Perubahan ini menunjukkan betapa besar pengaruh pasangan dalam membentuk dinamika psikologis seseorang. Bagi Sitha, Bastian bukan sekadar kekasih, melainkan katalisator yang mengubah ketakutan menjadi harapan.

Baca Juga Jogja Financial Festival 2026: Pesta Literasi Keuangan Terbesar Bertabur Bintang, Hadirkan Lapor Pak hingga Ari Lasso
Jogja Financial Festival 2026: Pesta Literasi Keuangan Terbesar Bertabur Bintang, Hadirkan Lapor Pak hingga Ari Lasso

Kedekatan mereka yang sudah berjalan selama kurang lebih lima tahun menjadi bukti bahwa fondasi hubungan mereka cukup kuat. Selama masa itu, Sitha belajar bahwa memiliki pasangan yang tepat bukan berarti kehilangan kebebasan, melainkan mendapatkan rekan untuk bertumbuh bersama. Inilah yang membuat pandangannya yang semula skeptis terhadap pernikahan perlahan-lahan luruh dan digantikan dengan keinginan untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

Menghapus Ketakutan: Pernikahan Bukan Lagi Momok

Banyak anak muda saat ini mengalami apa yang disebut sebagai commitment issues atau ketakutan akan komitmen jangka panjang. Sitha Marino pun tampaknya pernah berada di fase tersebut. Ketakutan akan hilangnya identitas diri atau beban tanggung jawab yang berat sering kali menjadi alasan utama di balik enggannya seseorang untuk menikah. Namun, melalui hubungannya dengan Bastian, Sitha menyadari bahwa perspektif hidup bisa berubah seiring dengan kedewasaan emosional.

Baca Juga Daniel Sudar Guncang Amerika Serikat Lewat ‘Deg-Degan Jantungku’, Misi Memperkenalkan Dangdut ke Panggung Dunia
Daniel Sudar Guncang Amerika Serikat Lewat ‘Deg-Degan Jantungku’, Misi Memperkenalkan Dangdut ke Panggung Dunia

“Sekarang aku justru berpikir, kenapa tidak? Boleh banget, malah sekarang aku sangat menginginkannya,” tutur Sitha dengan wajah berseri-seri. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Sitha sudah benar-benar siap secara mental untuk menjadi istri dari Bastian Steel. Perubahan drastis dari seorang yang ingin menjadi ‘tante kaya’ menjadi seorang yang mendambakan pernikahan menunjukkan adanya transformasi karakter yang signifikan dalam diri Sitha.

Melawan Arus Tekanan Sosial dan Ekspektasi Publik

Meskipun sudah memiliki keinginan yang bulat untuk menikah, Sitha Marino tetap menunjukkan sisi bijaknya. Di tengah gempuran tren pernikahan selebriti yang sering kali terkesan terburu-buru, Sitha memilih untuk tetap menginjak bumi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan memaksakan diri untuk menikah hanya karena melihat teman-teman di sekitar Bastian atau rekan-rekan sesama artis yang sudah lebih dulu naik pelaminan.

Baca Juga Curahan Hati Ruben Onsu: Saat Darah Daging Terasa Jauh dan ‘Orang Asing’ Begitu Dekat
Curahan Hati Ruben Onsu: Saat Darah Daging Terasa Jauh dan ‘Orang Asing’ Begitu Dekat

“Menurut aku, pernikahan itu bukan sesuatu yang harus kita kejar-kejar seperti sedang berlomba. Setiap orang punya garis waktunya masing-masing dan aku tidak pernah mau memaksakan diri,” tegasnya. Sitha menyadari bahwa setiap pasangan memiliki dinamika dan kesiapan yang berbeda. Ia tidak ingin menjadikan pencapaian orang lain sebagai standar kebahagiaannya sendiri.

Fenomena tekanan sosial dari netizen juga sering kali menghampiri pasangan ini. Banyak yang bertanya kapan mereka akan meresmikan hubungan, mengingat durasi pacaran mereka yang sudah cukup lama. Namun, Sitha tetap teguh pada pendiriannya. Ia memilih untuk menunggu waktu yang paling tepat bagi mereka berdua, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. “Aku hanya akan menunggu waktu aku. Jadi, ketika waktunya sudah tepat, ya tinggal gas saja,” tambahnya dengan gaya bicara khasnya yang blak-blakan.

Kedekatan Emosional dan Restu Keluarga sebagai Fondasi

Satu hal yang juga memperkuat keyakinan Sitha adalah bagaimana Bastian Steel menempatkan diri di tengah keluarga Marino. Bastian diketahui telah memiliki hubungan yang baik dengan keluarga besar Sitha, termasuk momen-momen berharga saat ia bertemu dengan mendiang ayah Sitha. Restu dan penerimaan keluarga merupakan elemen krusial dalam budaya Indonesia, dan tampaknya Bastian telah berhasil melewati ujian tersebut dengan baik.

Dalam banyak kesempatan, Bastian juga sering menunjukkan dukungannya terhadap karier Sitha di dunia seni peran. Sinergi antara dukungan karier dan kenyamanan emosional inilah yang membuat Sitha merasa bahwa Bastian adalah orang yang tepat untuk mendampinginya hingga masa tua. Hubungan mereka yang sehat menjadi inspirasi bagi banyak penggemar bahwa komunikasi pasangan dan rasa saling percaya adalah kunci utama dalam mempertahankan sebuah hubungan jangka panjang.

Menanti Waktu Terbaik: Filosofi “Gas” di Saat yang Tepat

Menutup pembicaraan, Sitha Marino memberikan pesan yang cukup mendalam bagi mereka yang mungkin juga sedang merasa ragu akan masa depan. Baginya, pernikahan adalah tentang kesiapan dua kepala, bukan tentang tuntutan usia atau lingkungan. Keinginan yang kini membuncah dalam dirinya adalah hasil dari proses pendewasaan yang alami, bukan karena tren atau tekanan.

Dengan segala persiapan mental yang sudah ia lakukan, publik kini tinggal menanti kapan pengumuman bahagia itu akan datang dari pasangan ini. Sitha dan Bastian seolah membuktikan bahwa cinta yang tulus mampu meruntuhkan prinsip yang paling keras sekalipun. Dari sosok yang hanya ingin menjadi rich aunty, kini Sitha Marino siap bertransformasi menjadi seorang istri, membawa harapan baru untuk masa depannya bersama Bastian Steel.

Kisah Sitha Marino ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa hidup adalah tentang pertumbuhan. Tidak ada yang salah dengan mengubah pendapat, dan tidak ada yang salah dengan menunggu. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani setiap prosesnya dengan jujur pada diri sendiri dan pasangan. Mari kita tunggu kabar baik selanjutnya dari pasangan romantis ini di masa depan.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *