Dewi Perssik Meradang! Dikabarkan Meninggal Dunia Lewat Live TikTok, Sang Biduan Siap Seret 16 Akun ke Jalur Hukum

Nadia Safira | RADAR LOKAL
02 Mei 2026, 14:19 WIB
Dewi Perssik Meradang! Dikabarkan Meninggal Dunia Lewat Live TikTok, Sang Biduan Siap Seret 16 Akun ke Jalur Hukum

RadarLokal — Jagat maya kembali dihebohkan dengan aksi tidak terpuji oknum netizen yang menyasar figur publik ternama. Kali ini, pedangdut papan atas, Dewi Perssik, menjadi korban hoaks yang sangat keterlaluan. Bukan sekadar unggahan foto atau video singkat, namun kabar bohong mengenai kematian sang biduan disebarkan secara masif melalui fitur siaran langsung atau live streaming di platform TikTok. Aksi ini pun memicu kemarahan besar dari pemilik julukan Goyang Gergaji tersebut, yang merasa martabat dan keselamatannya telah dilecehkan secara terbuka.

Kronologi Fitnah Berencana Lewat Live Streaming

Dewi Perssik menilai bahwa serangan kali ini sudah berada di luar batas kewajaran. Jika biasanya berita hoax hanya berupa potongan video dengan narasi yang melebih-lebihkan, kali ini para oknum tersebut menggunakan strategi yang lebih agresif. Mereka melakukan siaran langsung selama berjam-jam, menceritakan kronologi kecelakaan maut yang diklaim menimpa Dewi Perssik secara detail, seolah-olah kejadian tersebut benar-benar sedang berlangsung.

Baca Juga Pernikahan Agung El Rumi dan Syifa Hadju: Sterilisasi Ketat di Hotel Raffles Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
Pernikahan Agung El Rumi dan Syifa Hadju: Sterilisasi Ketat di Hotel Raffles Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

“Kalau teman-teman yang lain kan paling bikin konten, mobilnya apa kecelakaan, ringsek. Kalau aku tuh nggak kayak gitu-gitu,” ungkap Dewi Perssik saat ditemui oleh tim RadarLokal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia merasa ada niat jahat yang terorganisir di balik aksi ini, terutama karena jumlah akun yang melakukan hal serupa tidaklah sedikit.

Ketegangan memuncak ketika diketahui bahwa aksi penyebaran berita bohong ini dilakukan secara massal oleh belasan akun sekaligus. Narasi yang dibangun sangat menyeramkan; mereka menampilkan foto-foto mobil yang hancur berantakan dan menyisipkan lagu-lagu duka cita untuk menggiring opini publik agar percaya bahwa Dewi Perssik telah tiada.

Dihina ‘Kuntilanak’ Saat Berupaya Memberi Klarifikasi

Sebagai sosok yang dikenal pemberani dan tegas, Dewi Perssik tidak tinggal diam. Ia sempat mencoba masuk ke dalam salah satu siaran langsung tersebut untuk memberikan teguran dan mengklarifikasi bahwa dirinya dalam keadaan sehat walafiat. Namun, bukannya mendapatkan permohonan maaf, kehadiran Dewi di kolom komentar justru disambut dengan ejekan dan penghinaan yang merendahkan harga dirinya sebagai manusia.

Baca Juga Prahara Ratu Sofya dan HAS Pictures: Menyingkap Tabir di Balik Somasi Promosi Film dan Hak yang Terabaikan
Prahara Ratu Sofya dan HAS Pictures: Menyingkap Tabir di Balik Somasi Promosi Film dan Hak yang Terabaikan

“Aku masuk, aku bilang, ‘Mbak, eh ini aku lho! Masa ini Dewi Perssik?’, katanya. Mereka itu malah ngetawain aku, mereka itu menghina aku. Maksudnya, ‘Lah ini Kuntilanak ini, bukan Dewi Perssik’,” cerita sang penyanyi dengan nada kecewa. Respons para pelaku yang seolah tidak memiliki rasa bersalah ini menjadi pemantik utama bagi Dewi untuk membawa masalah ini ke meja hijau.

Fenomena ini menunjukkan betapa rendahnya etika sebagian pengguna media sosial saat ini. Demi mendapatkan engagement media sosial atau sekadar hadiah (gift) dari penonton, mereka rela mengorbankan perasaan dan reputasi orang lain dengan narasi kematian yang sangat sensitif.

Siapkan Bukti Kuat, 16 Akun TikTok Terancam Pidana

Dewi Perssik memastikan bahwa dirinya tidak akan memberi ampun bagi mereka yang telah menyebarkan fitnah keji tersebut. Saat ini, ia telah mengantongi bukti rekaman dari sekitar 16 akun TikTok yang terlibat secara aktif dalam menyebarkan hoaks kematiannya selama tiga hari berturut-turut. Pedangdut yang juga sukses sebagai presenter ini telah berkoordinasi dengan kuasa hukumnya, Sandy Arifin, untuk memproses laporan polisi.

Baca Juga Kabar Bahagia: Alyssa Daguise Melahirkan Buah Hati Pertama, Ahmad Dhani Resmi Menyandang Status ‘Jiddi’
Kabar Bahagia: Alyssa Daguise Melahirkan Buah Hati Pertama, Ahmad Dhani Resmi Menyandang Status ‘Jiddi’

“Mau diberitakan hoax ya terserah. Tapi kalau di-live-in sampai live-nya itu bilang kronologi kejadian kecelakaan itu kan seolah-olah benar,” tegasnya lagi. Langkah hukum ini diambil bukan hanya untuk membela diri sendiri, tetapi juga untuk memberikan efek jera kepada para netizen agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan tidak sembarangan menciptakan konten negatif yang merugikan orang lain.

Langkah tegas Dewi Perssik ini mendapat dukungan luas dari para penggemar dan rekan sesama artis. Banyak yang menilai bahwa tindakan tegas perlu diambil agar industri hiburan tanah air bersih dari praktik-praktik konten ‘sampah’ yang hanya mengejar viralitas tanpa mempedulikan fakta.

Bahaya Hoaks Kematian di Era Digital

Fenomena hoaks kematian artis bukanlah hal baru, namun metode yang digunakan para pelaku semakin berkembang. Penggunaan fitur live streaming menciptakan urgensi palsu yang membuat audiens lebih mudah percaya. Hal ini tentu sangat membahayakan, terutama bagi keluarga besar artis yang bersangkutan. Bayangkan jika berita tersebut sampai ke telinga orang tua atau kerabat yang memiliki kondisi kesehatan rentan; dampak psikologisnya bisa sangat fatal.

Baca Juga Aksi Berani Anwar BAB: Kembalikan Dana dari Hanania Group demi Keadilan Jemaah Umrah
Aksi Berani Anwar BAB: Kembalikan Dana dari Hanania Group demi Keadilan Jemaah Umrah

Bagi Dewi Perssik, ini bukan pertama kalinya ia berurusan dengan akun-akun bodong. Sebelumnya, ia juga sempat mempolisikan akun Facebook palsu yang mencatut namanya untuk kepentingan penipuan. Ancaman hukuman di bawah UU ITE pun menanti para pelaku, yang jika terbukti bersalah dapat mendekam di penjara dalam waktu yang cukup lama.

Masyarakat dihimbau untuk selalu melakukan kroscek atau verifikasi informasi melalui sumber-sumber tepercaya seperti RadarLokal sebelum membagikan ulang sebuah berita yang belum jelas kebenarannya. Literasi digital menjadi kunci utama agar kita tidak mudah terjebak dalam pusaran hoaks yang sengaja diciptakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Dewi Perssik Tetap Tegar di Tengah Terpaan Badai

Meski dirundung masalah yang cukup menguras energi, Dewi Perssik tetap menunjukkan profesionalismenya di dunia hiburan. Ia terus berkarya dan membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu bintang yang paling tangguh di industri ini. Baginya, setiap cobaan adalah ujian untuk naik kelas, namun setiap fitnah yang menyangkut nyawa tidak akan pernah bisa ditoleransi.

Baca Juga Misi Sehat Ridho Rhoma: Transformasi Gaya Hidup dan Perjuangan Melawan “Godaan” Masakan Ibu
Misi Sehat Ridho Rhoma: Transformasi Gaya Hidup dan Perjuangan Melawan “Godaan” Masakan Ibu

Kini, publik tinggal menunggu bagaimana kelanjutan dari proses hukum yang ditempuh oleh Dewi Perssik. Akankah 16 pemilik akun TikTok tersebut akan segera diringkus dan mempertanggungjawabkan perbuatannya? Satu hal yang pasti, Dewi Perssik telah mengirimkan pesan kuat kepada seluruh pengguna media sosial: ada konsekuensi nyata di balik setiap ketikan dan ucapan di dunia maya.

Mari kita jadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga. Menjadi kreatif di media sosial adalah hak setiap orang, namun kreativitas yang melanggar hukum dan menyakiti sesama adalah sebuah kejahatan. Tetaplah menjadi netizen yang cerdas dan beradab dalam berkomentar maupun membuat konten.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *