Strategi Hulu Bakti BCA: Lawan Stunting Lewat Deteksi Dini Preeklamsia dan Inovasi Teknologi Kesehatan

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
23 Apr 2026, 21:10 WIB
Strategi Hulu Bakti BCA: Lawan Stunting Lewat Deteksi Dini Preeklamsia dan Inovasi Teknologi Kesehatan

RadarLokal — Upaya memutus rantai stunting di Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih progresif. Menyadari bahwa intervensi kesehatan harus dimulai sejak masa kehamilan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung program Bakti BCA mempertegas komitmennya dalam mendukung target pemerintah menurunkan angka prevalensi stunting nasional. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan memperkuat sistem deteksi dini preeklamsia bagi para ibu hamil, sebuah kondisi medis yang seringkali menjadi pintu masuk terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak.

Preeklamsia bukan sekadar gangguan tekanan darah tinggi saat hamil; ini adalah ancaman serius yang dapat memicu kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR). Dalam kacamata medis, bayi yang lahir dengan kondisi BBLR memiliki kerentanan yang jauh lebih tinggi terhadap stunting di masa depan. Oleh karena itu, langkah preventif di sektor hulu menjadi kunci utama yang tidak bisa ditawar lagi.

Baca Juga Strategi Besar Prabowo Subianto: Perluas Hilirisasi ke 13 Wilayah Demi Kedaulatan Ekonomi Nasional
Strategi Besar Prabowo Subianto: Perluas Hilirisasi ke 13 Wilayah Demi Kedaulatan Ekonomi Nasional

Sinergi Strategis di Kementerian Kesehatan

Bertempat di Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jakarta, perhelatan sosialisasi dan deteksi dini preeklamsia digelar dengan penuh antusiasme. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, turut hadir memantau langsung proses pemeriksaan kesehatan para ibu hamil yang menjadi peserta.

Kehadiran pucuk pimpinan kementerian tersebut menegaskan betapa krusialnya peran teknologi dan deteksi dini dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Dalam kesempatan tersebut, BCA menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat diintegrasikan dengan kebutuhan mendesak infrastruktur kesehatan di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus.

Inovasi Teknologi untuk Puskesmas Cisompet

Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah penyaluran bantuan satu paket alat deteksi dini preeklamsia yang ditujukan untuk Puskesmas Cisompet di Garut, Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini tentu tidak sembarang, mengingat akses terhadap teknologi medis canggih di wilayah pelosok seringkali menjadi tantangan tersendiri. Paket bantuan tersebut mencakup perangkat Ultrasonografi (USG), patient monitor, hingga tablet Android yang terintegrasi.

Baca Juga Menanti Titik Terang Aturan DHE SDA: Sinyal Kuat dari Kemenkeu dan Bocoran Pengecualian Komoditas
Menanti Titik Terang Aturan DHE SDA: Sinyal Kuat dari Kemenkeu dan Bocoran Pengecualian Komoditas

Yang menarik, perangkat tersebut dilengkapi dengan aplikasi Cexup, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk mendeteksi risiko komplikasi kehamilan secara lebih cepat, akurat, dan real-time. Dengan adanya integrasi aplikasi ini, tenaga medis di Puskesmas Cisompet kini memiliki senjata baru untuk memantau kondisi ibu hamil secara lebih komprehensif, sehingga penanganan medis dapat diberikan sebelum kondisi menjadi kritis.

Misi Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI)

Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar perusahaan untuk membantu pemerintah menekan Angka Kematian Ibu (AKI) yang saat ini masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Menurut Widodo, pendeteksian dini terhadap risiko preeklamsia adalah langkah fundamental untuk menyelamatkan nyawa ibu sekaligus memastikan janin tumbuh dengan optimal.

Baca Juga Strategi Belanja Cerdas di Transmart Full Day Sale: AC Polytron 1 PK Kini Turun Harga Hingga Rp 1,3 Juta!
Strategi Belanja Cerdas di Transmart Full Day Sale: AC Polytron 1 PK Kini Turun Harga Hingga Rp 1,3 Juta!

“Kami berkomitmen untuk terus aktif mendukung pencegahan stunting. Dengan bantuan alat deteksi ini, kami berharap para ibu hamil dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih aman. Harapan besar kami adalah kontribusi ini mampu memberikan dampak nyata pada penurunan angka kematian ibu di Indonesia,” tutur Widodo. Langkah ini juga menjadi cerminan bahwa BCA tidak hanya berfokus pada layanan finansial, tetapi juga pada kesejahteraan fundamental masyarakat.

Layanan Mini Medical Check-Up bagi Masyarakat

Tidak hanya memberikan bantuan alat kesehatan, Bakti BCA juga merangkul 31 ibu hamil yang berada di bawah naungan Klinik Bakti Medika Mangga Dua. Para ibu hamil ini mendapatkan edukasi mendalam mengenai bahaya preeklamsia serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara mendetail. Selain sosialisasi, BCA menghadirkan layanan Mini Medical Check-Up (MCU) secara cuma-cuma.

Baca Juga Menilik Masa Depan Bobibos: Inovasi Bahan Bakar Lokal yang Kini Masuk Meja Pengujian Lemigas
Menilik Masa Depan Bobibos: Inovasi Bahan Bakar Lokal yang Kini Masuk Meja Pengujian Lemigas

Layanan MCU gratis ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan pengecekan kesehatan secara berkala. Deteksi penyakit secara luas sejak dini dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah di kemudian hari. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan akan akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas masih sangat tinggi di wilayah perkotaan sekalipun.

Program PASTI: Kolaborasi Jangka Panjang untuk Indonesia

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari strategi besar BCA dalam isu kesehatan nasional. Sebelumnya, BCA telah sukses menjalankan program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia) serta kampanye ‘Ayo Cegah Stunting’. Program PASTI sendiri merupakan bentuk kerja sama sinergis antara BCA, organisasi filantropi, dan perusahaan swasta lainnya di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan serta badan terkait.

Baca Juga Strategi Gerilya Energi Indonesia: Menyeimbangkan Pasokan Antara Rusia dan Amerika Serikat
Strategi Gerilya Energi Indonesia: Menyeimbangkan Pasokan Antara Rusia dan Amerika Serikat

Program kolaboratif ini direncanakan berjalan selama empat tahun, mulai dari 2023 hingga 2026, dengan total komitmen donasi mencapai US$ 1 juta. Fokus utamanya adalah memberikan intervensi nyata di lapangan. Berdasarkan data periode 2023-2025, tercatat sebanyak 6.070 anak berusia di bawah dua tahun (baduta) telah menerima intervensi gizi secara langsung berkat program ini.

Membangun Ketahanan Bangsa dari Hulu

Hera menekankan bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan intervensi pada anak yang sudah lahir. Penanganan harus dimulai dari titik paling awal, yakni sejak masa remaja, kesiapan keluarga dalam merencanakan kehamilan, hingga pemantauan ketat selama masa mengandung. Inisiatif BCA dalam mendistribusikan alat deteksi preeklamsia merupakan wujud nyata dari strategi intervensi hulu tersebut.

“Pencegahan stunting harus komprehensif. Kita mulai dari edukasi remaja, kesehatan ibu saat hamil, hingga fase tumbuh kembang anak di seribu hari pertama kehidupan. Kami berharap inisiatif ini memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia dalam memberikan respons yang cepat dan tepat bagi ibu hamil,” tutup Hera dengan optimisme tinggi.

Dengan integrasi teknologi, edukasi yang masif, dan kolaborasi lintas sektor, upaya menekan angka stunting bukan lagi sekadar impian. Langkah yang diambil oleh Bakti BCA membuktikan bahwa sinergi antara korporasi dan pemerintah dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih tangguh bagi generasi masa depan Indonesia.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *