Harga Cabai Kian ‘Pedas’ di Hari Idul Adha: Rawit Merah Tembus Rp 75 Ribu, Simak Daftar Harga Pangan Terkini

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
27 Mei 2026, 20:16 WIB
Harga Cabai Kian 'Pedas' di Hari Idul Adha: Rawit Merah Tembus Rp 75 Ribu, Simak Daftar Harga Pangan Terkini

RadarLokal — Gema takbir yang berkumandang menyambut Hari Raya Idul Adha 2026 kali ini membawa kabar yang kurang mengenakkan bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Di tengah suka cita hari raya kurban yang jatuh pada Rabu (27/5/2026), masyarakat harus menghadapi kenyataan pahit di pasar tradisional. Sejumlah komoditas pangan utama, terutama kelompok cabai, terpantau mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, bahkan ada yang menyentuh angka psikologis Rp 75.000 per kilogram.

Fenomena ‘Pedasnya’ Harga Cabai Rawit Merah

Berdasarkan pantauan tim di lapangan serta merujuk pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI), cabai rawit merah menjadi primadona kenaikan harga hari ini. Komoditas yang menjadi bahan utama sambal bagi mayoritas masyarakat Indonesia ini kini dibanderol di angka rata-rata Rp 75.450 per kg. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 3,85% dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Baca Juga Gebrakan Transmart Full Day Sale 2026: Rak Besi Serbaguna Turun Harga Drastis Jadi Rp 800 Ribuan!
Gebrakan Transmart Full Day Sale 2026: Rak Besi Serbaguna Turun Harga Drastis Jadi Rp 800 Ribuan!

Kenaikan ini tentu saja menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang sedang merayakan Idul Adha. Hari raya besar seperti ini biasanya diiringi dengan kebutuhan memasak dalam porsi besar, di mana cabai menjadi bumbu dapur yang tak tergantikan. Kenaikan harga ini seolah menambah “sengatan” pedas di tengah suasana perayaan yang seharusnya penuh kebahagiaan.

Lonjakan Signifikan pada Cabai Merah Besar dan Keriting

Tak hanya cabai rawit merah, jenis cabai lainnya pun kompak merangkak naik. Cabai merah besar mencatatkan kenaikan yang sangat mencolok, yakni mencapai 15,39%. Saat ini, harga komoditas tersebut bertengger di posisi Rp 64.100 per kg. Lonjakan persentase yang mencapai dua digit ini disinyalir terjadi akibat tingginya permintaan pasar yang tidak diimbangi dengan pasokan yang stabil di tingkat distributor selama libur hari raya.

Baca Juga Jakarta Mendadak Lumpuh: ESDM Pastikan Pemulihan Total Pasokan Listrik Usai Gangguan Sistem Masif
Jakarta Mendadak Lumpuh: ESDM Pastikan Pemulihan Total Pasokan Listrik Usai Gangguan Sistem Masif

Nasib serupa juga menimpa cabai merah keriting. Harga di pasaran kini menyentuh Rp 61.350 per kg, atau mengalami kenaikan sebesar 14,67%. Bagi para pedagang di pasar tradisional, situasi ini membuat mereka harus ekstra hati-hati dalam menentukan stok harian agar tidak mengalami kerugian jika sewaktu-waktu harga kembali bergejolak.

Menariknya, di tengah tren kenaikan ini, cabai rawit hijau justru menunjukkan arah yang berlawanan. Harga cabai jenis ini mengalami penurunan sebesar 9,48%, sehingga rata-rata dijual dengan harga Rp 48.700 per kg. Penurunan ini menjadi satu-satunya oase bagi konsumen yang ingin menyiasati anggaran belanja dapur tanpa kehilangan cita rasa pedas dalam masakan mereka.

Dinamika Harga Bawang dan Bahan Pokok Lainnya

Selain kelompok cabai, bumbu dapur lainnya seperti bawang merah dan bawang putih juga ikut menyumbang inflasi di meja dapur. Bawang merah ukuran sedang kini dipatok seharga Rp 49.400 per kg, naik sekitar 3,02%. Sementara itu, bawang putih ukuran sedang naik tipis 2,98% menjadi Rp 39.750 per kg. Meskipun kenaikannya tidak sedrastis cabai, namun jika diakumulasikan, hal ini cukup menguras kantong belanja harian.

Baca Juga Diplomasi Energi di Beijing: Donald Trump Ungkap Komitmen China Borong Minyak Amerika Serikat
Diplomasi Energi di Beijing: Donald Trump Ungkap Komitmen China Borong Minyak Amerika Serikat

Komoditas sumber protein pun tak mau kalah. Daging ayam ras segar mencatatkan lonjakan harga hingga 11,07%, dengan harga rata-rata mencapai Rp 42.650 per kg. Kondisi ini kontras dengan harga daging sapi yang justru mengalami sedikit pelandaian. Daging sapi kualitas 1 turun 2,9% menjadi Rp 143.800 per kg, sedangkan kualitas 2 turun 1,9% ke angka Rp 136.700 per kg. Penurunan harga daging sapi ini kemungkinan dipicu oleh melimpahnya stok daging kurban yang didistribusikan ke masyarakat tepat di hari Idul Adha.

Minyak Goreng dan Telur Turut Merangkak Naik

Sektor minyak goreng juga tak luput dari perhatian. Minyak goreng curah tercatat mengalami kenaikan 1,95%, menjadikannya seharga Rp 20.950 per kg. Bagi konsumen yang lebih memilih produk kemasan, kenaikan juga terasa pada minyak goreng kemasan bermerek 1 yang naik 2,51% menjadi Rp 24.500 per kg, dan minyak goreng bermerek 2 naik 1,08% menjadi Rp 23.300 per kg.

Baca Juga Strategi Lincah RI di Tengah Bara Timur Tengah: Membidik Potensi Raksasa Asia dan Afrika untuk Masa Depan Ekspor
Strategi Lincah RI di Tengah Bara Timur Tengah: Membidik Potensi Raksasa Asia dan Afrika untuk Masa Depan Ekspor

Kenaikan paling tipis terlihat pada harga telur ayam ras segar yang hanya bergeser 0,16% ke angka Rp 30.550 per kg. Meski terlihat kecil, bagi para pelaku usaha kue atau kuliner skala mikro, pergeseran angka ini tetap diperhitungkan dalam menentukan biaya operasional harian.

Rincian Harga Pangan Terkini – Rabu, 27 Mei 2026

Sebagai panduan belanja Anda, berikut adalah daftar lengkap harga komoditas pangan strategis yang berhasil dirangkum oleh RadarLokal:

  • Beras Medium I: Rp 16.000/kg (Turun 0,93%)
  • Beras Medium II: Rp 15.600/kg (Turun 2,5%)
  • Beras Kualitas Super I: Rp 17.050/kg (Turun 2,01%)
  • Beras Kualitas Super II: Rp 16.600/kg (Turun 2,06%)
  • Gula Pasir Kualitas Premium: Rp 20.450/kg (Naik 1,24%)
  • Gula Pasir Lokal: Rp 19.150/kg
  • Minyak Goreng Curah: Rp 20.950/kg (Naik 1,95%)
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerek 1: Rp 24.500/kg (Naik 2,51%)
  • Minyak Goreng Bermerek 2: Rp 23.300/kg (Naik 1,08%)
  • Telur Ayam Ras Segar: Rp 30.550/kg (Naik 0,16%)
  • Cabai Merah Besar: Rp 64.100/kg (Naik 15,39%)
  • Cabai Merah Keriting: Rp 61.350/kg (Naik 14,67%)
  • Cabai Rawit Hijau: Rp 48.700/kg (Turun 9,48%)
  • Cabai Rawit Merah: Rp 75.450/kg (Naik 3,85%)
  • Daging Ayam Ras Segar: Rp 42.650/kg (Naik 11,07%)
  • Daging Sapi Kualitas 1: Rp 143.800/kg (Turun 2,9%)
  • Daging Sapi Kualitas 2: Rp 136.700/kg (Turun 1,9%)
  • Bawang Merah Ukuran Sedang: Rp 49.400/kg (Naik 3,02%)
  • Bawang Putih Ukuran Sedang: Rp 39.750/kg (Naik 2,98%)

Mengapa Harga Pangan Melonjak Saat Idul Adha?

Lonjakan harga pangan di momen hari besar keagamaan bukanlah hal baru di Indonesia. Namun, memahami polanya dapat membantu kita lebih waspada. Faktor pertama tentu saja adalah tingginya permintaan. Masakan khas Lebaran Kurban seperti gulai, rendang, dan berbagai olahan daging membutuhkan bumbu dapur dalam jumlah banyak.

Baca Juga Kebangkitan Raksasa Energi: Iran Pulihkan Operasional Tiga Platform Gas South Pars Pasca Serangan Udara Israel
Kebangkitan Raksasa Energi: Iran Pulihkan Operasional Tiga Platform Gas South Pars Pasca Serangan Udara Israel

Kedua adalah hambatan logistik. Selama hari raya, aktivitas distribusi barang seringkali melambat karena libur lebaran. Sopir truk pengangkut sayuran dan bahan pangan mungkin mengambil waktu libur, sehingga pasokan ke pasar induk sedikit berkurang. Hukum ekonomi dasar berlaku di sini: pasokan rendah bertemu dengan permintaan tinggi menghasilkan kenaikan harga.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam berbelanja. Menggunakan alternatif komoditas yang harganya sedang turun—seperti mengganti cabai rawit merah dengan cabai rawit hijau untuk sementara waktu—bisa menjadi strategi cerdas untuk mengelola keuangan rumah tangga di masa kenaikan harga pangan ini.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *