Kisah Inspiratif Amilludin Affan: Transformasi Mantan Kuli Panggul Jadi Juragan Agen BRILink Beromzet Miliaran

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
07 Jun 2026, 00:12 WIB
Kisah Inspiratif Amilludin Affan: Transformasi Mantan Kuli Panggul Jadi Juragan Agen BRILink Beromzet Miliaran

RadarLokal — Jalan terjal menuju kesuksesan sering kali dimulai dari langkah-langkah yang paling berat dan tidak terduga. Hal inilah yang dialami oleh Amilludin Affan, sosok di balik berdirinya Affan Cell yang kini menjadi ikon layanan jasa keuangan di kawasan Sawangan, Depok. Siapa sangka, pria yang kini mengelola perputaran uang hingga miliaran rupiah setiap bulannya ini dulunya adalah seorang kuli panggul yang harus berpeluh keringat demi menyambung hidup.

Pagi itu, suasana di Jalan Sulaiman, Bedahan, Sawangan, tampak begitu hidup. Di sebuah sudut ruko yang didominasi warna khas perbankan, puluhan orang tampak mengantre dengan tertib. Ada yang membawa gawai untuk diperbaiki, ada pula ibu-ibu yang ingin mengirimkan uang untuk anaknya di perantauan. Di tengah hiruk-pikuk pelayanan tersebut, Affan—begitu ia akrab disapa—tampak sigap mendampingi delapan pegawainya. Meski sudah menyandang status sebagai pemilik, ia tidak segan turun langsung ke garda terdepan untuk memastikan setiap nasabah terlayani dengan baik.

Baca Juga Gojek Beri Respons Terkait Pemangkasan Potongan Aplikator Jadi 8 Persen, Simak Ulasan Lengkapnya!
Gojek Beri Respons Terkait Pemangkasan Potongan Aplikator Jadi 8 Persen, Simak Ulasan Lengkapnya!

Awal Mula: Keringat di Balik Cangkir Kopi dan Beban Panggul

Perjalanan karir Affan bukanlah sebuah garis lurus yang mulus. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, ia dihadapkan pada realita sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Puluhan lamaran kerja yang ia kirimkan berakhir di tumpukan berkas tanpa jawaban. Namun, keputusasaan bukanlah pilihan baginya. Demi bertahan hidup, Affan memulai petualangannya di dunia kerja serabutan.

Ia mengisahkan bagaimana dirinya pernah menjajajakan kopi keliling bersama seorang kawan, menyusuri jalanan demi rupiah yang tak seberapa. Tak berhenti di situ, Affan juga sempat merasakan kerasnya menjadi kuli panggul barang-barang berat. Pekerjaan fisik yang menguras tenaga ini ia jalani dengan ikhlas, tanpa pernah membayangkan bahwa suatu saat ia akan memiliki peluang usaha sendiri yang mampu mempekerjakan banyak orang.

Baca Juga Menelusuri Akar Sejarah Hari Buruh: Dari Eksploitasi Tak Manusiawi Menuju Keadilan Global
Menelusuri Akar Sejarah Hari Buruh: Dari Eksploitasi Tak Manusiawi Menuju Keadilan Global

Titik balik dalam hidupnya dimulai saat ia diterima bekerja sebagai operator di sebuah gerai pulsa di daerah Pancoran Mas, Kota Depok. Di sanalah, Affan tidak hanya sekadar bekerja, tetapi juga mencuri ilmu. Ia memperhatikan bagaimana stok pulsa dikelola, bagaimana melayani pelanggan, hingga memahami seluk-beluk manajemen toko. Setahun menimba pengalaman, ia merasa sudah memahami “dapur” dari bisnis telekomunikasi ini dan memberanikan diri untuk mandiri.

Modal Sejuta dan Etalase Satu Meter: Langkah Kecil yang Berani

Pada tahun 2011, dengan tekad bulat dan modal yang sangat terbatas—hanya Rp 1 juta—Affan mendirikan Affan Cell. Fasilitasnya sangat jauh dari kata mewah. Ia hanya memiliki sebuah etalase kaca sepanjang satu meter yang diletakkan di teras rumah orang tuanya. Di tempat sederhana itulah, ia memulai mimpinya sebagai pengusaha kecil-kecilan.

Baca Juga IHSG Berdarah! Pasar Saham Indonesia Anjlok 4%, Ratusan Emiten Terbakar di Zona Merah
IHSG Berdarah! Pasar Saham Indonesia Anjlok 4%, Ratusan Emiten Terbakar di Zona Merah

Keuntungan yang didapat pun sangat tipis, terkadang hanya Rp 1.000 dari setiap transaksi pulsa. Namun, Affan adalah tipe pejuang yang tekun. Setiap rupiah keuntungan ia tabung dengan disiplin tinggi. Ketekunannya membuahkan hasil; tiga tahun kemudian, bisnisnya menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2014, ia memutuskan untuk menyewa ruko yang lebih luas di Jalan Sulaiman untuk menampung volume pelanggan yang terus meningkat.

Perpindahan lokasi ini juga menandai babak baru dalam manajemen bisnisnya. Dari yang sebelumnya dikelola sendiri dari pagi hingga larut malam, Affan mulai mampu mempekerjakan dua orang pegawai. Ia memilih memberdayakan warga sekitar dan kerabat yang membutuhkan pekerjaan, sebuah prinsip yang terus ia pegang hingga saat ini dalam membesarkan usaha kecil menengah miliknya.

Baca Juga Badai Krisis Energi Menghadang: PM Narendra Modi Ajak Rakyat India Perketat Ikat Pinggang demi Selamatkan Rupee
Badai Krisis Energi Menghadang: PM Narendra Modi Ajak Rakyat India Perketat Ikat Pinggang demi Selamatkan Rupee

Ujian Bisnis: Tertipu Investasi Hingga Merugi Puluhan Juta

Dunia bisnis tidak selamanya tentang pertumbuhan. Affan sempat terpuruk ketika pada tahun 2015, ia memutuskan untuk melakukan investasi besar pada perangkat server pulsa senilai Rp 25 juta. Alih-alih mendapatkan keuntungan berlipat, mesin tersebut ternyata sudah ketinggalan zaman dan hanya bertahan selama tiga bulan operasional. Uang puluhan juta rupiah raib begitu saja, mengguncang fondasi keuangan tokonya yang baru saja mulai stabil.

Namun, bagi Affan, kegagalan adalah guru yang paling berharga. Bukannya menyerah, ia justru mengevaluasi total strategi bisnisnya. Pengalaman pahit tersebut mengajarinya untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi dan lebih fokus pada kebutuhan riil masyarakat di sekitarnya. Dari situlah, ia mulai melirik layanan perbankan sebagai solusi untuk mendiversifikasi pendapatannya.

Baca Juga Dolar AS Kian Perkasa, Pengusaha Mal Jakarta Mulai Was-was Akibat Penurunan Pengunjung
Dolar AS Kian Perkasa, Pengusaha Mal Jakarta Mulai Was-was Akibat Penurunan Pengunjung

Strategi Agen BRILink: Motor Penggerak Ekonomi di Sudut Sawangan

Keputusan terbesar yang mengubah peta bisnis Affan Cell adalah saat ia memutuskan untuk bergabung menjadi Agen BRILink sekitar tujuh tahun yang lalu. Melalui kemitraan ini, tokonya kini tidak hanya melayani pengisian pulsa dan servis ponsel, tetapi juga berfungsi layaknya kantor bank mini. Affan kini telah mencapai level “Juragan”, sebuah tingkatan prestasi bagi agen yang memiliki performa transaksi sangat tinggi.

Kini, kontribusi Agen BRILink terhadap total pendapatan tokonya mencapai 50 persen. Angka ini membuktikan bahwa kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan sangatlah besar. Dalam sebulan, Affan Cell mampu memproses hingga 4.000 transaksi dengan total perputaran uang mencapai Rp 2 hingga Rp 3 miliar. Uang tersebut berputar secara dinamis, mulai dari setoran tunai, tarik tunai, hingga pembayaran berbagai tagihan rutin masyarakat.

Affan menerapkan struktur biaya administrasi yang transparan dan kompetitif. Untuk transaksi di bawah Rp 2 juta, ia hanya mengenakan biaya admin sebesar Rp 5.000. Sementara untuk nominal yang lebih besar, terdapat penyesuaian tarif yang tetap dirasa terjangkau oleh pelanggan. Selain dari biaya admin, ia juga mendapatkan pembagian komisi dari pihak bank untuk setiap transaksi yang berhasil dilakukan melalui Agen BRILink miliknya.

Solusi Tanpa Macet dan Parkir: Mengapa Pelanggan Setia?

Keberhasilan Affan Cell juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang cukup unik. Kawasan Jalan Raya Muchtar yang menuju arah Sawangan dikenal dengan kemacetannya yang cukup parah. Bagi banyak warga, pergi ke bank atau gerai ATM di pusat keramaian berarti harus siap menghadapi kemacetan dan biaya parkir tambahan. Di sinilah Affan Cell hadir sebagai solusi efisiensi waktu dan tenaga.

“Masyarakat sekarang lebih memilih kepraktisan. Walaupun ada biaya admin, kalau dihitung dengan biaya bensin, parkir, dan waktu yang terbuang karena macet, bertransaksi di sini jauh lebih hemat,” jelas Affan. Hal ini diamini oleh Anton, seorang pekerja bangunan di sekitar lokasi. Ia mengaku sangat terbantu karena bisa mengirim uang hasil jerih payahnya ke kampung halaman tanpa harus antre lama di bank yang lokasinya jauh.

Selain itu, fleksibilitas nominal tarik tunai menjadi daya tarik tersendiri. Jika mesin ATM biasanya hanya menyediakan pecahan Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu, di tempat Affan, nasabah bisa menarik uang dengan nominal yang lebih spesifik sesuai kebutuhan mereka. Sentuhan personal dan pelayanan ramah dari para staf Affan Cell juga menjadi alasan mengapa kisah sukses ini terus berlanjut dan dicintai oleh warga sekitar.

Kini, dengan delapan orang pegawai yang terbagi dalam dua shift kerja, Affan telah membuktikan bahwa keterbatasan modal di awal bukanlah penghalang untuk mencapai kesuksesan besar. Dari seorang kuli panggul, ia bertransformasi menjadi pahlawan inklusi keuangan di lingkungannya, membantu ribuan orang mengakses layanan perbankan dengan lebih mudah sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *