Kisah Inspiratif Nenek Kusriyati: Juru Parkir Brebes yang Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar Kini Berangkat Umrah

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
20 Jun 2026, 10:12 WIB
Kisah Inspiratif Nenek Kusriyati: Juru Parkir Brebes yang Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar Kini Berangkat Umrah

RadarLokal — Kejujuran dan keberanian seringkali datang dari sosok yang paling sederhana di sekitar kita. Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebuah kisah luar biasa tentang integritas seorang wanita lanjut usia telah menyentuh hati ribuan orang. Kusriyati, seorang nenek berusia 65 tahun yang sehari-harinya mengais rezeki sebagai juru parkir, mendadak menjadi perbincangan hangat setelah aksi heroiknya menggagalkan upaya pencurian uang tunai senilai Rp 3,6 miliar.

Keberanian Kusriyati tidak hanya menyelamatkan harta benda milik orang lain, tetapi juga membuktikan bahwa nurani tidak bisa dibeli dengan materi. Setelah sempat viral karena imbalan awal yang dianggap kecil oleh netizen, kini nasib baik benar-benar berpihak padanya. Pemilik uang yang ia selamatkan, Kliwon Alwawan, memberikan apresiasi tertinggi yang selama ini menjadi impian Kusriyati: sebuah perjalanan ibadah Umrah ke tanah suci Makkah.

Baca Juga Jejak Kriminal di Tambora: Kisah Pria 26 Tahun yang Nekat Menjarah Minimarket Demi Sesuap Nasi
Jejak Kriminal di Tambora: Kisah Pria 26 Tahun yang Nekat Menjarah Minimarket Demi Sesuap Nasi

Aksi Berani di Tengah Terik Matahari Brebes

Peristiwa menegangkan ini bermula pada sebuah siang yang terik di kawasan bisnis Brebes, tepatnya pada Senin, 15 Juni lalu. Saat itu, Kusriyati sedang menjalankan tugas rutinnya mengatur kendaraan di area parkir. Di sana, terparkir sebuah mobil milik Kliwon Alwawan yang di dalamnya tersimpan uang tunai dalam jumlah fantastis, yakni Rp 3,6 miliar. Tanpa disadari, mobil tersebut telah menjadi incaran kawanan pencurian dengan modus pecah kaca.

Ketika suasana tampak tenang, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras kaca pecah. Kusriyati yang berada tidak jauh dari lokasi langsung menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Ia melihat seorang pria mencoba merogoh bagian dalam mobil dan mengambil tas berisi uang. Tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, nenek lima anak ini langsung berteriak histeris meminta tolong sambil menghampiri pelaku.

Baca Juga Terdeteksi X-Ray: Kronologi Penangkapan Wanita Portugal yang Membawa 50 Amunisi di Bandara Ngurah Rai Bali
Terdeteksi X-Ray: Kronologi Penangkapan Wanita Portugal yang Membawa 50 Amunisi di Bandara Ngurah Rai Bali

Teriakan lantang Kusriyati mengejutkan pelaku. Meski sempat memegang tas berisi uang tersebut, nyali sang pencuri ciut melihat reaksi spontan dan keberanian sang juru parkir. Karena takut dikeroyok massa yang mulai berdatangan akibat teriakan Kusriyati, pelaku akhirnya menjatuhkan uang tersebut dan melarikan diri dengan tangan hampa. Berkat aksi sigap ini, uang miliaran rupiah tersebut tetap utuh tanpa kurang sepeser pun.

Kontroversi Imbalan Rp 100 Ribu yang Sempat Viral

Setelah situasi mereda dan pihak kepolisian tiba untuk melakukan olah TKP, Kliwon Alwawan sebagai pemilik uang memberikan uang terima kasih sebesar Rp 100 ribu kepada Kusriyati di lokasi kejadian. Kabar mengenai nominal imbalan ini sempat memicu perdebatan di media sosial. Banyak netizen menganggap jumlah tersebut sangat tidak sebanding dengan total uang Rp 3,6 miliar yang berhasil diselamatkan dari kriminalitas jalanan.

Baca Juga Gunungan Sampah di TPS Tanah Baru Beji Viral, DLHK Depok Ungkap Akar Masalah dan Langkah Penanganan
Gunungan Sampah di TPS Tanah Baru Beji Viral, DLHK Depok Ungkap Akar Masalah dan Langkah Penanganan

Namun, di balik polemik tersebut, ada sisi humanis yang jarang tersorot. Kusriyati, dengan ketulusan hatinya, ternyata tidak menikmati uang Rp 100 ribu itu sendirian. Ia justru membagi rata uang tersebut kepada tiga rekan sesama juru parkir di area tersebut, sehingga masing-masing mendapatkan Rp 25 ribu. Sikap tidak tamak ini semakin mempertegas karakter asli Kusriyati sebagai sosok yang sangat menghargai kebersamaan dan kerja keras kolektif.

Kliwon Alwawan kemudian memberikan klarifikasi terkait nominal yang ia berikan saat itu. Ia mengaku bahwa tindakannya memberikan Rp 100 ribu didasari oleh kondisi psikologis yang sedang sangat terguncang. “Saat itu saya panik dan gemetar hebat. Bayangkan, saya baru saja hampir kehilangan uang dalam jumlah yang sangat besar. Jadi, pemberian itu bukan berarti saya tidak menghargai jasa beliau, tapi murni karena kondisi mental saya yang sedang tidak stabil saat itu,” ungkap Kliwon saat diwawancarai awak media.

Baca Juga Momen Hangat Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila: PSI Soroti Simbol Kenegarawanan dan Soliditas Bangsa
Momen Hangat Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila: PSI Soroti Simbol Kenegarawanan dan Soliditas Bangsa

Kejujuran Berbuah Surga: Hadiah Umrah untuk Nenek Kusriyati

Menyadari jasa besar Kusriyati dan mendengar keinginan terpendam sang nenek untuk beribadah ke tanah suci, Kliwon Alwawan beserta istrinya memutuskan untuk memberikan apresiasi yang lebih layak. Pada Kamis (18/6), Kliwon secara khusus mengunjungi kediaman Kusriyati untuk menyampaikan kabar gembira tersebut. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya menjalin silaturahmi sekaligus menebus rasa terima kasih yang mendalam.

“Hadiah umrah ini bukan karena tekanan dari netizen atau karena berita yang viral. Saya dan istri sudah mendiskusikan ini dengan tulus. Saat kami berbincang, beliau (Kusriyati) mengungkapkan kerinduan yang sangat besar untuk melihat Ka’bah secara langsung. Mendengar itu, hati kami tergerak untuk mewujudkannya,” tambah Kliwon. Berita Brebes ini pun seketika berubah menjadi kabar yang mengharukan bagi seluruh warga sekitar.

Baca Juga Tragedi Maut di Perlintasan Grobogan: KA Argo Bromo Anggrek Hantam Mobil, Empat Orang Meninggal Dunia
Tragedi Maut di Perlintasan Grobogan: KA Argo Bromo Anggrek Hantam Mobil, Empat Orang Meninggal Dunia

Kusriyati yang menerima kabar tersebut tidak mampu membendung air matanya. Baginya, bisa menginjakkan kaki di tanah suci adalah sebuah kemustahilan jika hanya mengandalkan penghasilan dari jasa parkir yang tidak menentu. “Saya hanya menjalankan apa yang benar. Saya tidak ingin uang orang lain hilang begitu saja di depan mata saya. Masalah hadiah, saya serahkan semua kepada Gusti Allah,” tutur Kusriyati dengan suara parau menahan haru.

Pelajaran Berharga dari Garis Parkir

Kisah aksi heroik Nenek Kusriyati ini memberikan pelajaran moral yang mendalam bagi masyarakat luas. Di tengah dunia yang seringkali memuja materi di atas segalanya, sosok Kusriyati mengingatkan kita bahwa integritas adalah aset yang paling berharga. Menjadi orang kecil bukan berarti tidak bisa melakukan hal besar. Keberaniannya berteriak melawan kejahatan adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang patut diteladani.

Keputusan Kliwon Alwawan untuk memberangkatkan umrah juga menjadi contoh nyata tentang bagaimana seharusnya seseorang membalas budi. Hadiah umrah tersebut bukan sekadar simbol materi, melainkan sebuah penghormatan terhadap martabat seorang manusia yang telah berbuat jujur. Kejadian ini juga diharapkan dapat memotivasi masyarakat lainnya untuk tidak ragu dalam membantu sesama dan melaporkan tindak kejahatan di lingkungan sekitar.

Kini, Kusriyati tengah mempersiapkan segala dokumen yang diperlukan untuk keberangkatannya ke Makkah. Sambil menunggu waktu keberangkatan, ia tetap menjalankan profesinya sebagai juru parkir dengan semangat yang sama, membuktikan bahwa meskipun nasibnya telah berubah, kesederhanaannya tetap tak tergoyahkan. Dunia mungkin melihatnya sebagai penjaga kendaraan, namun bagi banyak orang, ia adalah penjaga nurani yang sesungguhnya.

Kesimpulannya, apa yang dialami oleh Kusriyati adalah bukti nyata dari pepatah lama bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali. Dari jalanan berdebu di Brebes menuju kesucian tanah suci, perjalanan hidup Kusriyati adalah narasi indah tentang kejujuran yang akhirnya membuahkan keberkahan yang tak terhingga.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *