Kisah Inspiratif Sri Haryadi: Membangun Imperium Dessert Kooe.id dari Sela Waktu WFH hingga Menjadi Binaan Unggulan BRI

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
25 Mei 2026, 00:20 WIB
Kisah Inspiratif Sri Haryadi: Membangun Imperium Dessert Kooe.id dari Sela Waktu WFH hingga Menjadi Binaan Unggulan BRI

RadarLokal — Pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada awal 2020 silam memang meninggalkan banyak catatan kelam, namun di balik kesunyian jalanan Jakarta kala itu, sebuah benih kewirausahaan justru mulai bertunas. Bagi Sri Haryadi, kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bukan sekadar perubahan rutinitas kantor, melainkan pintu gerbang menuju dunia bisnis yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Siapa sangka, dari keisengan mengisi waktu luang di dapur rumah, kini ia berhasil mengibarkan bendera Kooe.id, sebuah unit usaha kuliner yang kian diperhitungkan di kancah UMKM ibu kota.

Awal Mula yang Tak Terduga: Dari Layar YouTube ke Dapur Dessert

Langkah kaki kami membawa kami menuju sebuah kios yang tertata rapi di kawasan Jl Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur. Di sana, Sri Haryadi menyambut dengan senyum hangat di tengah kesibukannya mengelola stok di lemari pendingin. Lokasinya yang strategis, tepat di belakang SPBU COCO Pramuka, menjadikan gerai ini titik temu bagi para pemburu kesegaran di tengah teriknya Jakarta.

Baca Juga Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Tarif Cukai Rokok Tetap Hingga 2027: Fokus Stabilitas dan Digitalisasi Pengawasan
Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Tarif Cukai Rokok Tetap Hingga 2027: Fokus Stabilitas dan Digitalisasi Pengawasan

Mengenang masa-masa awal, Sri bercerita bahwa segalanya bermula saat ia harus menjalani WFH selama tiga bulan penuh. Rasa jenuh yang melanda usai menuntaskan pekerjaan kantor mendorongnya untuk mengeksplorasi platform YouTube. Awalnya, ia mencoba peruntungan di dunia tanaman hias yang sedang tren, namun nasib berkata lain. Tanaman-tanaman tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan. Berangkat dari kecintaannya pada kuliner, Sri kemudian mengalihkan fokusnya pada pembuatan hidangan penutup atau dessert.

“Karena saya hobi makan, akhirnya saya berpikir untuk mencoba membuat sesuatu yang manis, dan pilihan jatuh pada puding regal,” kenang Sri saat berbincang dengan tim redaksi. Puding hasil kreasinya itu awalnya hanya dibagikan kepada orang-orang terdekat dan keluarga. Respons yang diterima sangat positif; kata ‘enak’ menjadi pelecut semangatnya untuk terus bereksperimen dengan resep-resep baru yang bisa ditemukan di peluang bisnis kuliner masa kini.

Baca Juga Respons Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terkait Pelemahan Rupiah: Fokus pada Fondasi Ekonomi, Urusan Kurs Ada di BI
Respons Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terkait Pelemahan Rupiah: Fokus pada Fondasi Ekonomi, Urusan Kurs Ada di BI

Filosofi Kooe.id: ‘Untuk Kamu’ dalam Sesuap Manis

Keberanian Sri untuk mulai berjualan muncul ketika ia kembali masuk kantor. Ia membawa puding buatannya untuk dicicipi oleh rekan-rekan kerjanya. Sambutan yang luar biasa dan saran dari teman-temannya agar ia mulai mengomersialkan produk tersebut menjadi titik balik penting. Awalnya, ia menggunakan sistem pre-order dengan ukuran loyang besar sebelum akhirnya merambah ke kemasan sekali makan yang lebih praktis.

Nama brand “Kooe.id” sendiri memiliki filosofi yang mendalam dan sangat personal. Diambil dari bahasa Jawa ‘kowe’ yang berarti ‘kamu’, Sri ingin setiap produknya dirasakan sebagai hadiah spesial bagi para pelanggannya. “Kue untuk kamu,” begitu ia mendeskripsikannya dengan filosofi yang sederhana namun mengena di hati konsumen.

Baca Juga Lampu Merah Bagi E-Commerce: Menteri UMKM Tegas Larang Kenaikan Ongkir yang Mencekik Seller
Lampu Merah Bagi E-Commerce: Menteri UMKM Tegas Larang Kenaikan Ongkir yang Mencekik Seller

Setelah resmi memasuki masa pensiun pada tahun 2022, Sri memutuskan untuk mencurahkan seluruh energi dan waktunya untuk mengembangkan UMKM sukses miliknya ini. Pemasaran yang awalnya hanya melalui WhatsApp dan Instagram perlahan mulai meluas. Kepercayaan pelanggan yang terbangun membuat produk Kooe.id dipromosikan dari mulut ke mulut, hingga akhirnya pesanan mulai berdatangan dari berbagai instansi dan perusahaan besar.

Transformasi Lewat Rumah BUMN Jakarta dan Sinergi BRI

Memasuki tahun 2024, langkah bisnis Sri Haryadi semakin mantap setelah ia bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta yang dikelola oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ketertarikannya bermula dari unggahan status WhatsApp seorang teman yang mengikuti bazar undangan BRI. Tanpa membuang waktu, Sri langsung menyambangi kantor Rumah BUMN di Jl Letjen S Parman, Jakarta Barat, untuk mendaftarkan usahanya.

Baca Juga Kedaulatan Ekonomi Baru: Prabowo Bentuk Danantara Sumberdaya Indonesia Sebagai Benteng Ekspor Satu Pintu
Kedaulatan Ekonomi Baru: Prabowo Bentuk Danantara Sumberdaya Indonesia Sebagai Benteng Ekspor Satu Pintu

“Saya datang dengan membawa produk langsung. Inisiatif itu saya ambil untuk meyakinkan mereka bahwa produk saya memang berkualitas dan layak untuk dibina,” ujar Sri. Insting bisnisnya benar, ia disambut baik dan langsung tercatat sebagai bagian dari ekosistem binaan BRI. Bergabung dengan komunitas ini memberikan akses yang luas bagi Sri untuk meningkatkan kapabilitas usahanya melalui berbagai pelatihan UMKM yang disediakan secara gratis.

Berbagai kelas pengembangan usaha, mulai dari manajemen keuangan, teknik pengemasan, hingga strategi pemasaran digital, diikuti Sri dengan tekun. Ia mengakui bahwa kurikulum pelatihan yang ditawarkan sangat relevan dengan kebutuhan lapangan. Tak jarang dalam seminggu ia mengikuti pelatihan hingga dua kali demi memastikan Kooe.id tetap kompetitif di pasar yang dinamis.

Baca Juga Transformasi Strategis Badan Gizi Nasional: 4 Gebrakan Nanik Sudarti Deyang Demi Efisiensi dan Kualitas
Transformasi Strategis Badan Gizi Nasional: 4 Gebrakan Nanik Sudarti Deyang Demi Efisiensi dan Kualitas

Kekuatan Kolaborasi: Rahasia Menangani Pesanan Skala Besar

Salah satu manfaat paling nyata yang dirasakan Sri setelah bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta adalah jejaring pertemanan antar pelaku usaha. Hal ini terbukti sangat krusial ketika ia mendapatkan pesanan dalam jumlah besar yang melampaui kapasitas produksinya saat itu. Sri pernah mendapatkan pesanan 400 porsi Buko Pandan dan 200 porsi bubur sumsum sekaligus.

Alih-alih menolak pesanan karena keterbatasan tenaga, Sri memilih untuk berkolaborasi dengan rekan sesama UMKM di Rumah BUMN yang memiliki produk serupa. “Karena saya sudah kenal produk dan orangnya melalui komunitas ini, saya tidak ragu untuk merekomendasikan dan bekerja sama. Inilah fungsi nyata dari Rumah BUMN BRI, sebagai wadah kolaborasi untuk maju bersama,” jelasnya. Sinergi seperti inilah yang memperkuat struktur ekonomi kerakyatan di sektor kuliner Jakarta.

Saat ini, varian produk Kooe.id telah berkembang pesat. Selain Mango Sago yang menjadi primadona dan telah terjual ribuan porsi, ada pula air kelapa murni botolan, es teler, hingga inovasi terbaru berupa berbagai jenis sambal kemasan yang mulai diminati pasar sebagai pelengkap lauk pauk.

Komitmen BRI: Mencetak UMKM Naik Kelas

Keberhasilan Sri Haryadi adalah salah satu potret dari ribuan UMKM yang bertumbuh di bawah naungan BRI. Jajang Rohmana, Koordinator Rumah BUMN Jakarta, menegaskan bahwa saat ini terdapat 54 Rumah BUMN yang dikelola BRI di seluruh Indonesia. Wadah ini dirancang untuk membentuk ekosistem ekonomi digital yang mandiri dan berkelanjutan.

“Di Rumah BUMN, para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pendampingan digital yang konkret, akses permodalan, hingga perluasan jejaring pasar melalui bazar dan pameran,” ungkap Jajang. Menurutnya, visi utama dari program ini adalah memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu ‘naik kelas’ baik dari segi kualitas produk maupun jangkauan pasar.

Dengan dukungan penuh dari lembaga keuangan seperti BRI, kisah Sri Haryadi dan Kooe.id menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan di masa pandemi justru bisa menjadi loncatan besar bagi mereka yang jeli melihat peluang dan mau terus belajar. Kini, Kooe.id bukan sekadar bisnis pensiunan, melainkan simbol ketangguhan ekonomi lokal yang terus bergerak maju menuju masa depan yang lebih cerah.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *