Momen Hangat Mubes V Kosgoro: Ketika Bahlil Lahadalia ‘Salfok’ Gara-Gara Lagu Mas Bahlil Ganteng

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
06 Jun 2026, 00:10 WIB
Momen Hangat Mubes V Kosgoro: Ketika Bahlil Lahadalia 'Salfok' Gara-Gara Lagu Mas Bahlil Ganteng

RadarLokal — Suasana khidmat dalam pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 seketika berubah menjadi penuh gelak tawa dan riuh rendah tepuk tangan. Hal ini terjadi saat Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melangkahkan kakinya menuju mimbar pidato. Bukan protokoler kaku yang menyambutnya, melainkan sebuah lagu jenaka nan unik yang membuat sang menteri sempat tertegun sejenak.

Acara yang diselenggarakan di ballroom Hotel Merlynn Park, Petojo Utara, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026) ini sedianya merupakan agenda serius organisasi sayap Golkar. Namun, panitia tampaknya ingin menghadirkan nuansa yang lebih segar untuk menyambut kehadiran orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin tersebut. Saat Bahlil dipersilakan untuk memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Mubes V Kosgoro 1957, sebuah lagu bertema ‘MBG’ alias ‘Mas Bahlil Ganteng’ berkumandang memenuhi ruangan.

Baca Juga Pesan Mendalam AHY di Munas XI Ikastara: Mengapa Politik Adalah Kunci Transformasi Bangsa?
Pesan Mendalam AHY di Munas XI Ikastara: Mengapa Politik Adalah Kunci Transformasi Bangsa?

Reaksi Spontan Sang Menteri: Tepuk Kening dan Geleng Kepala

Mendengar lirik lagu yang secara spesifik memuji penampilannya dengan sebutan ‘Ganteng’, Bahlil Lahadalia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Langkah kakinya yang mantap menuju panggung sempat terhenti sesaat. Ia menoleh ke arah barisan kader Kosgoro yang tampak antusias menyanyikan potongan lirik tersebut sembari bertepuk tangan ritmis.

Aksi spontan Bahlil pun mengundang tawa lebih keras; ia tampak menepuk keningnya sendiri—sebuah gestur ‘salah fokus’ atau tak habis pikir yang jenaka—sambil terus tertawa lebar. Hingga tiba di depan mimbar, mantan Ketua Umum Hipmi ini masih terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menetralisir rasa canggung sekaligus geli yang ia rasakan akibat sambutan ‘istimewa’ tersebut.

Baca Juga Misteri Pembakaran Honda Civic Turbo Kades Hoho Alkaf Terungkap: Pelaku Ternyata Orang Dekat?
Misteri Pembakaran Honda Civic Turbo Kades Hoho Alkaf Terungkap: Pelaku Ternyata Orang Dekat?

“Saya tadi sebenarnya sudah sangat serius ingin mendengar pidato sahabat saya, Pak Dave (Laksono). Saya tadi sedang melihat-lihat isu UMKM, koperasi, bahkan sempat berpikir hati-hati Pak Maman, posisi Bapak bisa terancam malam ini,” ujar Bahlil yang langsung disambut ledakan tawa dari para kader Kosgoro 1957 yang hadir memenuhi lokasi acara.

Strategi Komunikasi Cair di Internal Partai

Bahlil mengakui bahwa konsentrasinya sempat ‘buyar’ sesaat karena lagu tersebut. Menurutnya, persiapan pidato yang sudah tersusun rapi di kepalanya mendadak berantakan gara-gara lirik ‘Mas Bahlil Ganteng’ yang terus terngiang. “Tadi saya serius sekali, begitu pas naik ada lagu MBG, aduh bubar lagi pikiran saya,” sambungnya dengan nada bercanda yang semakin menghidupkan suasana politik Indonesia yang seringkali dianggap terlalu kaku.

Baca Juga Duka Mendalam di Garis Depan: Empat Prajurit Terbaik TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Duka Mendalam di Garis Depan: Empat Prajurit Terbaik TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon

Ditemui oleh awak media usai acara, Bahlil memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai fenomena lagu tersebut. Bagi sang menteri, hal semacam itu bukanlah masalah besar, melainkan sebuah bentuk dinamika organisasi yang sehat. Ia melihatnya sebagai cara untuk mencairkan suasana di tengah agenda besar musyawarah yang biasanya sarat dengan ketegangan kompetisi.

“Nggak, itu kan biasa aja. Itu sebenarnya bagian dari hiburan agar para peserta bisa lebih rileks. Ini juga salah satu bentuk komunikasi yang cair antara pimpinan partai dengan para kader serta anggota di tingkat akar rumput. Jadi, saya pikir itu hal yang wajar dan positif saja,” tutur Bahlil dengan santai.

Agenda Krusial Mubes V Kosgoro 1957

Di balik kemeriahan lagu MBG, Mubes V Kosgoro 1957 tetap membawa misi penting bagi keberlangsungan organisasi untuk periode 2026-2031. Musyawarah yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 5 hingga 7 Juni 2026 ini, menjadi ajang pembuktian demokrasi internal organisasi tersebut. Terdapat dua nama besar yang mencuat sebagai bakal calon ketua umum yang akan bersaing ketat.

Baca Juga Noda Hitam di Tengah Euforia: Polisi Cianjur Amankan Oknum Bobotoh Pembawa Sajam dan Miras Saat Konvoi Juara
Noda Hitam di Tengah Euforia: Polisi Cianjur Amankan Oknum Bobotoh Pembawa Sajam dan Miras Saat Konvoi Juara

Kedua kandidat tersebut adalah Sari Yuliati dan La Ode Saiful Akbar. Keduanya merupakan figur yang memiliki rekam jejak panjang di internal partai dan organisasi sayap. Persaingan ini diharapkan dapat membawa terobosan baru bagi Kosgoro dalam mendukung kerja-kerja elektoral Partai Golkar ke depannya, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di masa mendatang.

Bahlil pun berharap agar Mubes ini dapat berjalan dengan semangat kekeluargaan. Meskipun ada kompetisi, ia menekankan pentingnya persatuan setelah proses pemilihan selesai. Kosgoro, sebagai salah satu organisasi pendiri Golkar, memiliki tanggung jawab besar untuk tetap menjadi motor penggerak aspirasi rakyat, khususnya di sektor ekonomi kerakyatan dan UMKM.

Tantangan Bahlil: Menjaga Keseimbangan Menteri dan Ketum

Kehadiran Bahlil di acara ini juga kembali menegaskan peran ganda yang ia jalankan saat ini. Sebagai Menteri ESDM, ia baru-baru ini juga sempat memberikan kepastian terkait kebijakan energi nasional. Di tengah hiruk-pikuk politik, Bahlil tetap memastikan bahwa urusan perut rakyat tetap terjaga, termasuk penegasan bahwa harga BBM dan LPG subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Baca Juga Skandal Besar di Jantung Militer China: Dua Mantan Menteri Pertahanan Divonis Mati Akibat Korupsi
Skandal Besar di Jantung Militer China: Dua Mantan Menteri Pertahanan Divonis Mati Akibat Korupsi

Gaya kepemimpinan Bahlil yang egaliter dan mampu merangkul berbagai lapisan memang menjadi warna tersendiri di panggung politik nasional. Momen ‘Mas Bahlil Ganteng’ di acara Kosgoro hanyalah satu dari sekian banyak contoh bagaimana ia mencoba meruntuhkan sekat-sekat formalitas yang seringkali membuat komunikasi antara pemimpin dan yang dipimpin menjadi hambar.

Dengan berakhirnya seremoni pembukaan tersebut, kini fokus para kader Kosgoro 1957 beralih ke meja sidang. Mereka akan merumuskan program kerja lima tahun ke depan serta memilih pemimpin baru yang mampu membawa organisasi ini tetap relevan di tengah perubahan zaman yang serba cepat. Namun satu yang pasti, momen lagu MBG akan menjadi catatan unik yang akan selalu diingat dalam sejarah perjalanan Mubes V Kosgoro kali ini.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *