Selamat Jalan Sang Prajurit Sejati: Mengenang Jejak Pengabdian Jenderal Ryamizard Ryacudu bagi Indonesia

Dimas Pratama | RADAR LOKAL
01 Jun 2026, 06:54 WIB
Selamat Jalan Sang Prajurit Sejati: Mengenang Jejak Pengabdian Jenderal Ryamizard Ryacudu bagi Indonesia

RadarLokal — Kabar duka mendalam menyelimuti kancah militer dan pertahanan tanah air. Salah satu putra terbaik bangsa, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, dilaporkan telah mengembuskan napas terakhirnya. Mantan Menteri Pertahanan periode 2014-2019 ini berpulang setelah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Kepergian sosok yang dikenal sebagai prajurit lurus ini meninggalkan celah besar dalam sejarah pengabdian militer Indonesia.

Kepastian mengenai berpulangnya sang jenderal dikonfirmasi langsung oleh pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan). Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa Jenderal Ryamizard wafat pada hari Minggu (31/5) sekitar pukul 14.30 WIB. Kabar ini seketika memicu gelombang belasungkawa dari berbagai tokoh nasional yang merasa kehilangan sosok mentor dan pemimpin yang tegas namun humanis.

Baca Juga Revolusi SPMB Surabaya 2026: Sinergi Adminduk dan Jalur Prestasi yang Lebih Transparan
Revolusi SPMB Surabaya 2026: Sinergi Adminduk dan Jalur Prestasi yang Lebih Transparan

Suasana Haru Menyelimuti Kediaman di Cikeas

Setelah dinyatakan meninggal dunia di RSPAD, jenazah almarhum langsung dibawa menuju rumah duka yang berlokasi di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor. Sejak sore hari, suasana di sekitar kediaman tampak mulai dipenuhi oleh pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Tidak hanya dari kalangan militer, namun juga tetangga dan kerabat dekat yang mengenal baik kepribadian almarhum semasa hidupnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, prosesi salat jenazah dilangsungkan dengan penuh khidmat setelah salat Magrib, sekitar pukul 18.20 WIB. Di ruang tengah kediamannya, peti jenazah yang dibalut dengan kain Merah Putih—simbol pengabdian seumur hidupnya kepada negara—diletakkan di posisi paling depan. Isak tangis haru menyertai doa-doa yang dipanjatkan oleh sekitar tiga saf jamaah yang dipimpin langsung oleh pihak keluarga besar.

Baca Juga Zelensky Ajak Putin Bertemu Langsung: Upaya Diplomasi Terakhir di Tengah Hujan Rudal Hipersonik
Zelensky Ajak Putin Bertemu Langsung: Upaya Diplomasi Terakhir di Tengah Hujan Rudal Hipersonik

Jejak Karier Militer: Dari Medan Laga hingga Kursi Kabinet

Jenderal Ryamizard Ryacudu bukanlah nama asing dalam dinamika keamanan nasional. Sebelum menjabat sebagai Menteri Pertahanan, ia merupakan sosok kunci di tubuh TNI AD. Kariernya yang cemerlang membawanya menduduki kursi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), di mana ia dikenal sebagai jenderal yang sangat memperhatikan kesejahteraan dan profesionalisme prajurit di lapangan.

Salah satu pencapaian yang sering diingat adalah bagaimana ia menekankan filosofi bahwa TNI harus kembali ke barak dan fokus pada tugas pokoknya sebagai garda terdepan kedaulatan. Selama masa jabatannya sebagai menteri, ia juga menggagas program pembentukan karakter melalui konsep “Bela Negara” yang masif dilakukan di seluruh penjuru Indonesia. Baginya, pertahanan negara bukan hanya soal senjata, melainkan soal mentalitas dan kecintaan rakyat kepada tanah airnya.

Baca Juga Mengurai Benang Kusut Korupsi di Pekalongan: KPK Bidik Aset Keluarga Fadia Arafiq dan Sinyal Tersangka Baru
Mengurai Benang Kusut Korupsi di Pekalongan: KPK Bidik Aset Keluarga Fadia Arafiq dan Sinyal Tersangka Baru

Mengenang Kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto

Kepergian Ryamizard juga membawa kesedihan mendalam bagi Presiden Prabowo Subianto. Keduanya diketahui memiliki ikatan yang sangat kuat, mengingat mereka merupakan rekan satu angkatan saat menempuh pendidikan di militer. Hubungan emosional yang terjalin selama puluhan tahun ini membuat Prabowo direncanakan akan hadir langsung untuk memimpin upacara pemakaman secara militer.

Kepala Kantor Staf Presiden, Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa Presiden sangat menghargai jasa-jasa almarhum. “Beliau adalah rekan satu perjuangan. Presiden kemungkinan besar akan hadir sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sahabat sekaligus prajurit sejati yang telah memberikan segalanya untuk bangsa ini,” ujar Dudung saat melayat di rumah duka.

Baca Juga Tragedi Maut di Perlintasan Grobogan: KA Argo Bromo Anggrek Hantam Mobil, Empat Orang Meninggal Dunia
Tragedi Maut di Perlintasan Grobogan: KA Argo Bromo Anggrek Hantam Mobil, Empat Orang Meninggal Dunia

Pendekatan Manusiawi di Tanah Rencong

Salah satu narasi menarik yang jarang terungkap ke publik adalah bagaimana pendekatan Ryamizard saat menangani konflik di Aceh. Dudung Abdurachman menceritakan kembali pengalamannya saat bertugas sebagai Komandan Batalyon di bawah arahan Ryamizard. Alih-alih memerintahkan tindakan represif yang membabi buta, Ryamizard justru memberikan instruksi yang sangat menyentuh sisi kemanusiaan.

“Beliau selalu menekankan bahwa masyarakat di Aceh bukanlah musuh kita. Mereka adalah saudara kita. Beliau meminta kami menggunakan pendekatan manusiawi dan menghindari pertumpahan darah sebisa mungkin. Itulah prinsip yang selalu saya pegang teguh hingga saat ini,” kenang Dudung dengan mata berkaca-kaca. Hal ini membuktikan bahwa di balik ketegasannya, terdapat hati seorang bapak yang menginginkan perdamaian di tanah air.

Baca Juga Revolusi Hijau di Balik Seragam Cokelat: Polsek Pangkalan Kerinci Sulap Lahan Tidur Jadi Green House Melon Premium
Revolusi Hijau di Balik Seragam Cokelat: Polsek Pangkalan Kerinci Sulap Lahan Tidur Jadi Green House Melon Premium

Penghormatan Terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Sesuai dengan protokol kenegaraan dan militer, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, pada Senin (1/6). Sebelum menuju tempat peristirahatan terakhir, jenazah akan terlebih dahulu dibawa ke kantor Kementerian Pertahanan untuk mendapatkan upacara penghormatan dan persemayaman resmi.

Pihak Kemhan melalui kanal media sosial resminya menyatakan bahwa seluruh jajaran kementerian merasa sangat kehilangan. “Dedikasi, keteguhan, serta kontribusinya dalam memperkuat sistem pertahanan negara menjadi bagian dari warisan pengabdian yang akan terus dikenang dan menginspirasi generasi penerus dalam menjaga kedaulatan NKRI,” tulis pernyataan resmi tersebut. Upacara pemakaman militer besok akan menjadi penutup bagi babak panjang pengabdian sang jenderal yang wafat pada usia 76 tahun tersebut.

Warisan yang Tak Akan Lekang oleh Waktu

Bagi generasi muda TNI maupun masyarakat sipil, sosok Ryamizard Ryacudu adalah prototipe dari apa yang disebut sebagai negarawan sejati. Ia tidak pernah ragu dalam bersikap jika menyangkut kedaulatan negara. Namun di sisi lain, ia adalah sosok yang hangat dan sangat terbuka dalam berdiskusi mengenai masa depan Indonesia.

Selamat jalan, Jenderal. Terima kasih atas segala dedikasi, keringat, dan pemikiran yang telah engkau sumbangkan demi tegaknya Merah Putih. Semoga segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan dalam menghadapi ujian ini. Nama Jenderal Ryamizard Ryacudu akan selalu terukir indah dalam catatan emas sejarah pertahanan Republik Indonesia.

Dimas Pratama

Dimas Pratama

Jurnalis lapangan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Fokus pada isu sosial dan kebijakan publik di Radar News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *