Harmoni dalam Perbedaan: Kisah Inspiratif Betrand Peto di Balik Pengajian Ruben Onsu

Nadia Safira | RADAR LOKAL
13 Mei 2026, 22:13 WIB
Harmoni dalam Perbedaan: Kisah Inspiratif Betrand Peto di Balik Pengajian Ruben Onsu

RadarLokal — Di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan yang sering kali diwarnai dengan kontroversi, sebuah potret menyejukkan datang dari kediaman presenter kondang Ruben Onsu. Hubungan antara ayah dan anak, Ruben Onsu dan Betrand Peto Putra Onsu, kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena proyek lagu terbaru atau penampilan panggung yang memukau, melainkan karena sebuah praktik nyata dari nilai toleransi yang tumbuh subur di dalam rumah tangga mereka. Betrand Peto, atau yang akrab disapa Onyo, tertangkap kamera aktif terlibat dalam kegiatan pengajian yang rutin digelar oleh sang ayah.

Keterlibatan remaja asal Nusa Tenggara Timur ini memicu rasa penasaran khalayak. Sebagaimana diketahui, keluarga besar Ruben Onsu memiliki latar belakang keyakinan yang beragam. Namun, bagi Onyo, perbedaan tersebut bukanlah sebuah sekat, melainkan jembatan untuk menunjukkan kasih sayang dan penghormatan kepada orang tua. Dalam sebuah kesempatan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Betrand berbagi cerita mengenai alasannya ikut serta dalam ritual keagamaan yang berbeda dengan keyakinan yang ia anut.

Baca Juga Betrand Peto Angkat Bicara: Pesan Menohok untuk Orang Terdekat Sarwendah dan Larangan Campur Tangan Urusan Keluarga
Betrand Peto Angkat Bicara: Pesan Menohok untuk Orang Terdekat Sarwendah dan Larangan Campur Tangan Urusan Keluarga

Manifestasi Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari

Langkah Betrand untuk hadir dan membantu dalam acara pengajian tersebut bukanlah tanpa alasan. Baginya, ini adalah bentuk nyata dari dukungan moral terhadap kegiatan positif yang dijalankan ayahnya. Ia menekankan bahwa kehadirannya adalah upaya untuk saling menghargai momen spiritual yang sedang dijalani oleh Ruben. “Kalau untuk hal seperti itu, kami hanya ingin tahu dan ingin bersama-sama menghargai. Karena bagaimanapun, Ayah juga sedang berdoa,” ungkapnya dengan nada bicara yang dewasa.

Bagi Betrand, toleransi beragama bukanlah sebuah teori yang harus dipelajari dari buku teks, melainkan nilai yang harus dipraktikkan secara konsisten. Ia percaya bahwa menghormati cara orang lain berkomunikasi dengan Sang Pencipta adalah kewajiban setiap manusia. Sikap ini menunjukkan kedewasaan berpikir seorang remaja yang tumbuh di lingkungan yang sangat menghargai pluralisme. Ia merasa tidak ada yang salah dengan memberikan dukungan pada kegiatan ibadah orang lain selama hal itu membawa kebaikan.

Baca Juga Integritas di Balik Layar: Ibnu Jamil Bicara Soal Tanggung Jawab Moral dalam Memilih Endorsement
Integritas di Balik Layar: Ibnu Jamil Bicara Soal Tanggung Jawab Moral dalam Memilih Endorsement

Peran Aktif Onyo: Dari Menyiapkan Sajadah hingga Jamuan

Keterlibatan Betrand ternyata tidak hanya sebatas duduk dan mendengarkan. Ia mengambil peran yang cukup sibuk di balik layar. Dengan semangat, Onyo menceritakan bagaimana ia kerap menawarkan diri untuk membantu segala persiapan teknis agar pengajian berjalan lancar. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya rasa kepemilikan dan tanggung jawabnya terhadap kebahagiaan sang ayah dalam menjalankan aspek spiritual kehidupannya.

“Malah aku sering bilang sama Ayah, ‘Sering-sering adakan pengajian seperti ini, biar nanti aku juga bisa bantu-bantu di rumah, siapkan ini dan itu’,” tuturnya sambil tersenyum. Tugas-tugas yang ia emban cukup variatif, mulai dari memastikan para tamu merasa nyaman hingga menyiapkan perlengkapan salat. Ada cerita lucu saat ia sempat salah menyebutkan istilah mukena, namun ia dengan sigap mengoreksinya menjadi sajadah, sebuah momen ringan yang menunjukkan ketulusannya dalam belajar memahami kebutuhan tamu-tamu yang hadir.

Baca Juga Bantah Isu Telantarkan Anak, Pihak Okin Bongkar Bukti Nafkah Fantastis dan Penjualan Aset Senilai Rp 4,1 Miliar
Bantah Isu Telantarkan Anak, Pihak Okin Bongkar Bukti Nafkah Fantastis dan Penjualan Aset Senilai Rp 4,1 Miliar
  • Menyiapkan hidangan untuk para jamaah yang datang.
  • Menyusun sajadah dengan rapi di area salat.
  • Memastikan kebersihan dan kenyamanan rumah sebelum acara dimulai.
  • Menyambut tamu-tamu yang hadir dengan keramahan khas keluarga Onsu.

Tetap Teguh pada Keyakinan Pribadi

Meskipun begitu aktif dalam membantu pengajian, Betrand Peto tetap memberikan penegasan yang sangat penting mengenai prinsip hidupnya. Terlibat dalam kegiatan lintas agama tidak berarti ia menggoyahkan keyakinannya sendiri. Sebagai pemeluk Nasrani yang taat, ia tetap memegang teguh iman yang ia percayai sejak kecil. Baginya, membantu pengajian adalah urusan kemanusiaan dan cinta keluarga, sementara iman adalah urusan pribadi dengan Tuhan.

Ia menegaskan bahwa tidak ada kebingungan dalam dirinya saat membantu prosesi tersebut. “Aku tetap akan selalu percaya dengan agamaku sendiri. Ini murni bentuk menghargai,” tegasnya. Pernyataan ini seolah memberikan edukasi kepada masyarakat luas bahwa kehidupan selebriti yang sering dipandang mewah pun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai fundamental dalam beragama tanpa harus kehilangan jati diri.

Baca Juga Aksi Nyata Ruben Onsu Berburu Sapi Kurban Terbaik: Kedepankan Ketulusan dan Distribusi Tepat Sasaran
Aksi Nyata Ruben Onsu Berburu Sapi Kurban Terbaik: Kedepankan Ketulusan dan Distribusi Tepat Sasaran

Dukungan Keluarga yang Tanpa Pamrih

Ruben Onsu sendiri dikenal sebagai sosok ayah yang sangat membebaskan anak-anaknya untuk berekspresi, namun tetap dalam koridor etika dan moral. Kehadiran Onyo dalam pengajian tersebut tentu memberikan energi positif bagi Ruben. Dalam dunia yang penuh dengan tekanan pekerjaan, memiliki anak yang mendukung aspek spiritual orang tua adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Dukungan dari dukungan keluarga adalah fondasi utama bagi kesehatan mental dan kebahagiaan Ruben dalam memimpin rumah tangganya.

Sikap Onyo ini juga mematahkan berbagai spekulasi miring yang terkadang menerpa keluarga mereka. Kedekatan yang tulus dan rasa saling mendukung antar anggota keluarga menjadi bukti bahwa cinta mampu melampaui perbedaan apapun. Betrand membuktikan bahwa menjadi seorang anak bukan hanya soal menerima pemberian dari orang tua, tapi juga tentang bagaimana memberikan rasa nyaman dan ketenangan bagi orang tua di sela-sela kesibukan mereka.

Baca Juga Momen Haru Ressa Rossano: Menanti Pertemuan Perdana dengan Aisha di Singapura
Momen Haru Ressa Rossano: Menanti Pertemuan Perdana dengan Aisha di Singapura

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kisah Betrand Peto ini layak dijadikan teladan bagi generasi muda Indonesia. Di era digital di mana perbedaan sering kali dijadikan alat untuk memecah belah, aksi nyata dari Onyo memberikan perspektif baru. Menjadi toleran tidak berarti kita menjadi kurang religius terhadap keyakinan sendiri. Sebaliknya, dengan menghargai orang lain, kita menunjukkan bahwa iman yang kita anut membawa pesan perdamaian dan kasih sayang.

Publik melihat bahwa apa yang dilakukan Betrand adalah refleksi dari didikan orang tuanya yang mengedepankan harmoni keluarga. Transformasi Betrand dari seorang anak laki-laki berbakat dari desa menjadi remaja ibukota yang bijak adalah sebuah perjalanan yang patut diapresiasi. Kedewasaannya dalam menyikapi perbedaan agama di lingkup terkecil, yaitu keluarga, menjadi oase di tengah gurun intoleransi yang terkadang masih muncul di media sosial.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Seremonial

Keterlibatan Betrand Peto dalam pengajian Ruben Onsu bukan sekadar formalitas atau konten media sosial. Ini adalah getaran kasih sayang yang tulus dari seorang anak untuk ayahnya. Melalui aksi-aksi sederhana seperti menyiapkan sajadah dan makanan, Onyo sedang menuliskan narasi baru tentang indahnya keberagaman di Indonesia. Ia mengajarkan kita semua bahwa doa, apapun bentuknya dan siapapun yang memanjatkannya, adalah momen sakral yang patut dihormati oleh siapa saja yang menyaksikannya.

Seiring berjalannya waktu, kita berharap semakin banyak figur publik yang menunjukkan wajah inklusif seperti ini. Keluarga Onsu telah memberikan contoh bahwa rumah adalah tempat pertama bagi setiap individu untuk belajar menjadi manusia yang seutuhnya—manusia yang tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga saleh secara sosial. Mari kita terus mendukung pesan-pesan positif seperti ini agar terus menggema di ruang publik kita.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *