SugarBaby Gebrak Belantika Musik dengan ‘Hempaskan’, Sebuah Manifesto Melawan Cowok Red Flag dan Hubungan Toxic

Nadia Safira | RADAR LOKAL
18 Mei 2026, 20:19 WIB
SugarBaby Gebrak Belantika Musik dengan 'Hempaskan', Sebuah Manifesto Melawan Cowok Red Flag dan Hubungan Toxic

RadarLokal — Industri musik tanah air kembali kedatangan angin segar melalui kehadiran duo pendatang baru yang membawa energi penuh warna, SugarBaby. Tidak sekadar tampil dengan visual yang memikat, duo yang digawangi oleh Dirta dan Caca ini langsung tancap gas dengan merilis single perdana mereka yang bertajuk “Hempaskan”. Karya ini bukan sekadar lagu pop biasa, melainkan sebuah pernyataan sikap terhadap fenomena hubungan asmara modern yang kerap kali menjebak kaum perempuan dalam situasi yang tidak sehat.

Lagu “Hempaskan” hadir sebagai jawaban atas keresahan yang dirasakan oleh banyak perempuan saat ini, terutama mengenai tren cowok red flag yang kian marak dibicarakan di media sosial. Melalui lirik yang lugas namun dibalut dengan nada yang ceria, SugarBaby mencoba memberikan kekuatan bagi para pendengarnya untuk berani mengambil keputusan tegas dalam mengakhiri hubungan yang merugikan mental maupun perasaan.

Baca Juga Kesunyian Ammar Zoni di Balik Tembok Nusa Kambangan: Rindu yang Terbatas Layar Digital
Kesunyian Ammar Zoni di Balik Tembok Nusa Kambangan: Rindu yang Terbatas Layar Digital

Inspirasi dari Realita dan Pengalaman Pahit yang Personal

Dalam sebuah acara peluncuran yang berlangsung meriah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Minggu (17/5/2026), Dirta dan Caca berbagi cerita di balik terciptanya lagu ini. Menariknya, inspirasi utama dari “Hempaskan” bukanlah sekadar imajinasi belaka, melainkan kompilasi dari pengalaman pribadi yang pernah mereka lalui sendiri.

“Ini benar-benar cerita pribadi kami. Apa yang kami tuangkan ke dalam lagu ini adalah apa yang pernah kami rasakan. Kami merasa banyak perempuan di luar sana yang mungkin mengalami hal serupa namun sulit untuk menyuarakannya. Jadi, lewat lagu ini, kami ingin mewakili suara mereka,” tutur Dirta dengan nada penuh semangat saat berbincang dengan awak media.

Baca Juga Kontroversi Richard Lee: Menguak 5 Alasan Krusial di Balik Pencabutan Sertifikat Mualaf oleh MCI
Kontroversi Richard Lee: Menguak 5 Alasan Krusial di Balik Pencabutan Sertifikat Mualaf oleh MCI

Caca, rekan duetnya, menambahkan dengan nada bercanda namun tetap tersirat ketegasan, bahwa lagu ini ditujukan untuk para pria yang tidak memiliki kejelasan dalam berkomitmen. Fenomena seperti pria yang hanya ingin menumpang hidup atau populer dengan istilah mokondo, hingga hubungan tanpa status (HTS), menjadi sasaran empuk dalam lirik lagu mereka. “Ya gitu deh, soal cowok yang nggak jelas, hubungan yang cuma bikin pusing tanpa ada kepastian, mending kita hempaskan saja semuanya,” ujar Caca disambut tawa para tamu undangan.

Menyentil Tren Ghosting dan Budaya Split Bill yang Keliru

SugarBaby nampaknya sangat jeli dalam menangkap fenomena sosial yang terjadi di generasi z dan milenial. Lirik dalam “Hempaskan” secara spesifik menyentil perilaku-perilaku menyebalkan dalam proses PDKT (Pendekatan), seperti perilaku ghosting. Caca menjelaskan bagaimana rasanya bertemu dengan seseorang yang awalnya terlihat menjanjikan, namun tiba-tiba menghilang tanpa kabar setelah diajak jalan.

Baca Juga Langkah Bijak Sarwendah: Redam Polemik dengan Kepala Dingin dan Permohonan Maaf Tulus
Langkah Bijak Sarwendah: Redam Polemik dengan Kepala Dingin dan Permohonan Maaf Tulus

“Bayangkan saja, baru ketemu satu kali, sudah rajin chattingan, tiba-tiba hilang begitu saja. Itu kan sudah jelas tanda red flag. Belum lagi urusan makan, masa baru pertama kali jalan sudah minta split bill dengan cara yang tidak sopan atau bahkan sengaja nggak mau bayar. Hal-hal kecil seperti itu sebenarnya menunjukkan karakter seseorang, dan lewat lagu ini kami ingin bilang bahwa perempuan harus punya standar,” tegas Caca.

Narasi yang dibawa SugarBaby memang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka tidak berusaha menjadi puitis yang sulit dimengerti, melainkan menjadi sahabat yang memberikan saran melalui sebuah melodi pop yang adiktif. Penggunaan kata-kata yang sedang tren di masyarakat membuat lagu ini memiliki potensi besar untuk menjadi lagu wajib di berbagai platform media sosial.

Baca Juga Jogja Financial Festival 2026: Pesta Literasi Keuangan Terbesar Bertabur Bintang, Hadirkan Lapor Pak hingga Ari Lasso
Jogja Financial Festival 2026: Pesta Literasi Keuangan Terbesar Bertabur Bintang, Hadirkan Lapor Pak hingga Ari Lasso

Konsep Musik Pop-Mix yang Terinspirasi dari Sang Inces

Dari sisi musikalitas, SugarBaby memilih jalur yang cukup unik. Mereka mengusung genre pop-mix yang menonjolkan sisi keceriaan, kemanjaan, namun tetap elegan. Dirta mengungkapkan bahwa salah satu inspirasi besar dalam gaya panggung dan pembawaan mereka adalah sosok diva fenomenal tanah air, Syahrini.

“Kami memilih konsep pop-mix yang centil-centil manja. Kami ingin musik yang fun dan bisa membuat orang yang mendengarnya merasa bahagia. Referensi kami memang ada sedikit sentuhan gaya Teteh Syahrini yang playful, penuh warna, dan punya karakteristik yang kuat,” jelas Dirta. Karakteristik “centil” yang dimaksud bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan representasi dari rasa percaya diri perempuan yang berani mengekspresikan dirinya secara bebas.

Baca Juga Daniel Sudar Guncang Amerika Serikat Lewat ‘Deg-Degan Jantungku’, Misi Memperkenalkan Dangdut ke Panggung Dunia
Daniel Sudar Guncang Amerika Serikat Lewat ‘Deg-Degan Jantungku’, Misi Memperkenalkan Dangdut ke Panggung Dunia

Aransemen musik dalam single Hempaskan digarap sedemikian rupa agar terdengar modern namun tetap memiliki nuansa nostalgia pop Indonesia awal 2010-an yang ceria. Penggunaan synthesizer yang ringan dipadukan dengan vokal harmonis antara Dirta dan Caca menciptakan harmoni yang pas di telinga, menjadikannya lagu yang sangat ramah di radio maupun playlist streaming digital.

Eksistensi Digital dan Video Klip yang Estetik

Sebagai pendatang baru di era digital, SugarBaby tidak main-main dalam mempersiapkan konten visual mereka. Bersamaan dengan rilisnya lagu di berbagai platform musik digital, mereka juga telah meluncurkan video klip resmi di kanal YouTube. Video tersebut menampilkan estetika yang penuh warna sesuai dengan kepribadian mereka yang ceria dan energik.

Langkah SugarBaby ini menunjukkan keseriusan mereka untuk bersaing di industri musik Indonesia. Dengan manajemen yang solid dan visi artistik yang jelas, duo ini diprediksi akan menjadi warna baru yang memberikan variasi di tengah dominasi lagu-lagu galau yang tengah merajai pasar musik saat ini.

Kehadiran SugarBaby melalui “Hempaskan” memberikan pesan moral yang kuat: bahwa cinta tidak seharusnya membuat seseorang merasa kecil atau terabaikan. Melalui musik, mereka mengajak para perempuan untuk lebih mencintai diri sendiri (self-love) dan tidak ragu untuk meninggalkan apa pun yang hanya membawa aura negatif dalam hidup. Bagi Anda yang penasaran dengan keberanian Dirta dan Caca dalam menyentil para kaum red flag, lagu “Hempaskan” sudah bisa dinikmati di seluruh layanan musik streaming legal favorit Anda.

Harapan SugarBaby untuk Masa Depan

Menutup sesi wawancara, Dirta dan Caca berharap agar karya pertama mereka ini bisa diterima secara luas dan memberikan dampak positif bagi pendengarnya. Mereka ingin dikenal bukan hanya sebagai duo yang sekadar bernyanyi, tapi juga sebagai sosok yang mampu menginspirasi perempuan lain untuk berdiri di atas kaki sendiri.

“Kami berharap ‘Hempaskan’ bisa menjadi anthem bagi siapa saja yang sedang berjuang keluar dari hubungan toxic. Jangan takut untuk sendirian, karena lebih baik sendiri daripada bersama orang yang salah,” tutup Dirta dengan penuh optimisme. SugarBaby berjanji akan terus melahirkan karya-karya lain yang tidak kalah menarik dan tetap relevan dengan dinamika sosial masyarakat Indonesia ke depannya.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *