Siva Aprilia Seret Sindikat Penipuan ke Mabes Polri: Modus Licin Catut Nama Sang DJ Terbongkar

Nadia Safira | RADAR LOKAL
22 Mei 2026, 00:11 WIB
Siva Aprilia Seret Sindikat Penipuan ke Mabes Polri: Modus Licin Catut Nama Sang DJ Terbongkar

RadarLokal — Dunia hiburan tanah air kembali diguncang oleh aksi kriminalitas digital yang menyasar nama besar publik figur. Kali ini, Disc Jockey (DJ) ternama sekaligus selebritas berbakat, Siva Aprilia, terpaksa mengambil langkah tegas dengan mendatangi Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kehadirannya bukan tanpa alasan; ia secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang secara licin mencatut namanya demi keuntungan pribadi pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Langkah hukum ini diambil Siva setelah akumulasi rasa geram yang tak lagi terbendung. Bagaimana tidak, aksi para oknum tersebut telah memakan banyak korban, terutama dari kalangan profesional makeup artist (MUA). Para pelaku diketahui menggunakan strategi manipulasi yang sangat rapi, memanfaatkan kepercayaan publik terhadap citra profesional Siva Aprilia untuk menjerat korban ke dalam pusaran kerugian materiil dan moril.

Baca Juga Kesaksian Mengerikan Chiki Fawzi: Kekejaman Militer Israel dan Perjuangan Relawan Menembus Blokade Gaza
Kesaksian Mengerikan Chiki Fawzi: Kekejaman Militer Israel dan Perjuangan Relawan Menembus Blokade Gaza

Modus Operandi yang Terstruktur dan Manipulatif

Dalam keterangannya di hadapan awak media, Siva mengungkapkan bahwa pelaku menjalankan aksinya dengan skema yang sangat terorganisir. Pelaku tidak hanya sekadar mengaku-ngaku, tetapi juga membangun sebuah narasi palsu yang terlihat sangat meyakinkan. Mereka membuat grup percakapan daring, menggunakan identitas manajemen palsu, hingga mencatut nama-nama klub malam ternama di Jakarta untuk memikat para korban.

“Si penipu ini bergerak secara berkelompok. Ada yang berperan sebagai pihak klub, ada yang mengaku dari bagian keuangan manajemen saya. Karena profesi saya sebagai DJ, mereka menggunakan modus tawaran kerja sama untuk acara besar di klub-klub ternama. Hal inilah yang membuat para rekan MUA merasa sangat antusias dan percaya begitu saja,” ujar Siva Aprilia dengan nada bicara yang masih menyiratkan kekecewaan mendalam saat memberikan keterangan pada Kamis (21/5/2026).

Baca Juga Vonis 7 Tahun Ammar Zoni: Titik Nadir Sang Aktor dalam Pusaran Gelap Narkoba
Vonis 7 Tahun Ammar Zoni: Titik Nadir Sang Aktor dalam Pusaran Gelap Narkoba

Kepiawaian pelaku dalam melakukan social engineering atau manipulasi psikologis inilah yang menjadi kunci sukses mereka mengelabui banyak orang. Para korban yang merasa mendapatkan peluang emas untuk bekerja sama dengan artis papan atas cenderung menurunkan kewaspadaan mereka terhadap detail-detail transaksi keuangan yang mencurigakan.

Iming-iming Pekerjaan dan Jeratan Dana Talangan

Lebih jauh, Siva menjelaskan bahwa setelah para korban masuk ke dalam perangkap rasa antusias, pelaku mulai melancarkan serangan finansialnya. Modus klasik yang digunakan adalah permintaan dana talangan. Pelaku berdalih bahwa uang tersebut diperlukan untuk keperluan logistik mendesak, seperti pemesanan tiket pesawat dan reservasi hotel, dengan janji manis bahwa seluruh biaya akan segera diganti oleh pihak penyelenggara acara atau manajemen.

Baca Juga Aksi Tegas Maia Estianty Pasang Badan Lindungi El Rumi dari Tekanan Netizen Soal Momongan
Aksi Tegas Maia Estianty Pasang Badan Lindungi El Rumi dari Tekanan Netizen Soal Momongan

Faktanya, janji tersebut hanyalah isapan jempol belaka. Berdasarkan laporan yang diterima Siva, sejumlah korban telah mentransfer dana dalam jumlah yang cukup signifikan. Kerugian materiil yang diderita oleh masing-masing korban bervariasi, namun rata-rata menyentuh angka Rp 9 juta hingga Rp 11 juta per orang. Sebuah angka yang tentu saja sangat berarti bagi para pekerja kreatif yang tengah berjuang di industri ini.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas mengenai maraknya kasus scam digital yang semakin hari semakin canggih. Pelaku kini tidak lagi bekerja sendirian, melainkan membentuk semacam ekosistem penipuan yang sulit dideteksi jika tidak dilakukan pemeriksaan mendalam secara lintas platform.

Beban Moral dan Tanggung Jawab Sang Selebritas

Di balik kerugian uang yang diderita para korban, terdapat beban psikologis berat yang harus dipikul oleh Siva Aprilia. Meskipun dirinya bukan pelaku, fakta bahwa namanya digunakan sebagai alat untuk menipu orang lain membuatnya merasa tidak tenang. Ia mengaku merasa bersalah kepada rekan-rekan seprofesinya yang telah dirugikan secara finansial karena rasa percaya mereka terhadap sosok Siva.

Baca Juga Tradisi Idul Adha Ayu Ting Ting: Boyong Tiga Sapi Jumbo ke Depok Sebagai Wujud Syukur atas Keberkahan Hidup
Tradisi Idul Adha Ayu Ting Ting: Boyong Tiga Sapi Jumbo ke Depok Sebagai Wujud Syukur atas Keberkahan Hidup

“Setiap hari saya merasa gelisah. Laporan terus masuk dari berbagai pihak bahwa nama saya masih terus digunakan untuk menipu. Saya yang awalnya tidak tahu apa-apa merasa sangat terbebani melihat teman-teman sampai kehilangan uang dalam jumlah banyak hanya karena mereka percaya itu benar-benar instruksi dari saya atau manajemen saya,” tutur Siva dengan raut wajah penuh empati.

Kondisi ini pula yang memacu Siva untuk segera menuntaskan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian. Ia telah menyerahkan seluruh barang bukti yang berhasil dikumpulkan, mulai dari tangkapan layar percakapan di aplikasi pesan singkat, hingga rincian nomor rekening yang digunakan oleh para pelaku untuk menampung dana hasil kejahatan tersebut.

Baca Juga Bongkar Sifat Asli El Rumi Setelah Menikahi Syifa Hadju: Kesha Ratuliu Ungkap Rahasia Kebahagiaan Pasangan Fenomenal Ini
Bongkar Sifat Asli El Rumi Setelah Menikahi Syifa Hadju: Kesha Ratuliu Ungkap Rahasia Kebahagiaan Pasangan Fenomenal Ini

Upaya Hukum dan Harapan di Meja Hijau

Laporan polisi yang dilayangkan Siva Aprilia telah resmi tercatat dengan nomor LP/B/225/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI. Dalam laporannya, pihak kepolisian akan menelusuri dugaan tindak pidana manipulasi identitas dan informasi elektronik sebagaimana diatur dalam Pasal 35 jo Pasal 51 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pasal tersebut bukan perkara main-main. Jika terbukti bersalah, para pelaku terancam hukuman penjara hingga 12 tahun dan denda materiil yang bisa mencapai miliaran rupiah. Langkah hukum ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus memutus rantai sindikat penipuan yang selama ini beroperasi dengan bebas di dunia maya.

“Harapan besar saya adalah agar pihak kepolisian bertindak cepat menangkap oknum-oknum ini. Kejahatan scam seperti ini sudah sangat meresahkan dan semakin menjadi-jadi. Jika uang korban bisa kembali, tentu saya sangat bersyukur, namun yang utama adalah pelaku harus tertangkap agar tidak ada lagi korban-korban baru di masa depan,” tegasnya. Penegakan hukum yang tegas dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk memulihkan nama baiknya yang telah tercemar.

Pelajaran Berharga bagi Industri Kreatif

Kasus yang menimpa Siva Aprilia ini memberikan pelajaran berharga bagi seluruh elemen di industri kreatif dan masyarakat umum. Keamanan digital dan verifikasi berlapis merupakan hal wajib dalam setiap transaksi bisnis, terutama yang melibatkan interaksi jarak jauh melalui media sosial atau aplikasi percakapan.

  • Selalu lakukan verifikasi langsung melalui kanal resmi (official account) artis atau manajemen yang bersangkutan.
  • Jangan mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang meminta dana talangan di awal dengan alasan apa pun.
  • Waspadai penggunaan identitas palsu yang menyertakan logo perusahaan atau instansi tanpa bukti legalitas yang jelas.
  • Laporkan segera ke pihak berwajib jika menemukan indikasi penipuan sebelum mentransfer dana apa pun.

Siva Aprilia menutup keterangannya dengan komitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia ingin memastikan bahwa keadilan ditegakkan bukan hanya untuk dirinya, tetapi bagi seluruh korban yang telah berani bersuara. Di tengah kesibukannya mengejar karier dan impian, Siva membuktikan bahwa integritas dan perlindungan terhadap sesama merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *