Sengit! Jejouw Kalah Bidding Koleksi Mewah Harvey Moeis di Lelang Kejaksaan RI: Antusiasme Warga Membeludak

Nadia Safira | RADAR LOKAL
22 Mei 2026, 14:13 WIB
Sengit! Jejouw Kalah Bidding Koleksi Mewah Harvey Moeis di Lelang Kejaksaan RI: Antusiasme Warga Membeludak

RadarLokal — Suasana riuh dan penuh ketegangan menyelimuti Gedung Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, pada Kamis (21/5/2026). Di tengah kerumunan para kolektor dan pemburu barang bermerek, tampak sosok Jeffry Jouw, atau yang lebih akrab disapa Jejouw, seorang selebgram sekaligus pengusaha fesyen ternama tanah air. Kehadirannya bukan tanpa alasan; Jejouw datang untuk mencoba peruntungannya dalam ajang BPA Fair 2026, sebuah gelaran lelang besar-besaran yang menjajakan barang rampasan dari berbagai perkara korupsi, termasuk aset-aset milik terdakwa Harvey Moeis.

Magnet Barang Mewah sang Koruptor di BPA Fair 2026

Acara yang diinisiasi oleh BPA Kejaksaan RI ini menjadi sorotan publik karena menyuguhkan deretan barang mewah yang selama ini hanya bisa dilihat melalui pemberitaan media. Koleksi-koleksi yang dilelang mencakup kendaraan super, perhiasan, hingga tas-tas bermerek milik Harvey Moeis dan istrinya, Sandra Dewi. Bagi banyak orang, lelang ini bukan sekadar urusan jual-beli, melainkan kesempatan langka untuk memiliki barang bernilai tinggi dengan harga yang diharapkan bisa lebih miring dari harga pasar.

Baca Juga Kabar Terbaru Anang dan Ashanty Berhaji: Atta Halilintar Jadi ‘Garda Terdepan’ Jaga Keluarga di Jakarta
Kabar Terbaru Anang dan Ashanty Berhaji: Atta Halilintar Jadi ‘Garda Terdepan’ Jaga Keluarga di Jakarta

Jejouw sendiri mengakui bahwa dirinya sangat terkesan dengan kualitas barang-barang yang dipamerkan. Menurut pantauannya, meskipun status barang tersebut adalah rampasan negara, kondisinya masih sangat prima dan terawat dengan baik. “Menarik banget, mobil-mobilnya bagus-bagus, koleksinya bagus-bagus. Walaupun jauh-jauh ke sini, kita nggak nyesel kok karena barang-barangnya benar-benar bagus, dirawatlah at least,” ujar Jejouw saat ditemui awak media di sela-sela acara.

Drama Bidding Harley Davidson: Harga Melambung Tinggi

Salah satu target utama Jejouw dalam lelang kali ini adalah sebuah motor ikonik asal Amerika Serikat, Harley Davidson. Sebagai pecinta dunia otomotif dan gaya hidup, Jejouw sudah mempersiapkan strategi dan plafon anggaran tertentu untuk memboyong kuda besi tersebut. Namun, realita di lapangan ternyata jauh lebih kompetitif dari yang ia bayangkan.

Baca Juga Tangis Haru Rifky Alhabsyi Pecah: Penantian 9 Tahun dan Mukjizat di Ruang Operasi yang Menggetarkan Hati
Tangis Haru Rifky Alhabsyi Pecah: Penantian 9 Tahun dan Mukjizat di Ruang Operasi yang Menggetarkan Hati

Proses lelang barang rampasan untuk unit Harley Davidson tersebut berlangsung sangat sengit. Harga yang awalnya dibuka pada angka yang relatif rendah, tiba-tiba melonjak drastis hanya dalam hitungan menit akibat antusiasme peserta yang luar biasa tinggi. Jejouw mengaku sempat mematok harga maksimal di angka Rp700 jutaan, namun angka tersebut dengan mudah terlampaui oleh penawar lainnya.

“Aku mau beli Harley Davidson emang, cuma lumayan kaget harganya aku patokin di 700-an (juta), tembus ke hampir Rp900 juta. Jadi antusiasnya masyarakat tinggi sekali,” ungkapnya dengan nada sedikit kecewa namun tetap mengapresiasi animo masyarakat yang tinggi. Kenaikan harga yang mencapai hampir satu miliar rupiah tersebut membuktikan bahwa barang-barang milik pesohor yang terlibat kasus hukum tetap memiliki nilai prestise tersendiri di mata publik.

Baca Juga Fahmi Bo Bangkit: Mengintip Warung ‘Icip Icip’ di Tengah Perjuangan Sembuh, Ajak Raffi Ahmad Cicipi Acar Buntut Sapi
Fahmi Bo Bangkit: Mengintip Warung ‘Icip Icip’ di Tengah Perjuangan Sembuh, Ajak Raffi Ahmad Cicipi Acar Buntut Sapi

Koleksi Sandra Dewi yang Ludes dalam Sekejap

Tak hanya mengincar kendaraan, Jejouw juga sempat berniat untuk melirik koleksi tas dan perhiasan milik Sandra Dewi yang kabarnya turut dilelang. Banyak pihak yang penasaran dengan koleksi mewah sang aktris yang dikenal memiliki selera tinggi dalam dunia fesyen. Sayangnya, harapan Jejouw untuk melihat langsung koleksi tersebut harus pupus karena ia terlambat sampai di lokasi.

Setibanya di meja pameran koleksi wanita, ia mendapati informasi bahwa sebagian besar barang-barang tersebut sudah laku terjual atau sold out. Sambil bercanda, Jejouw menyinggung soal istrinya yang mungkin juga akan tertarik jika ia berhasil mendapatkan salah satu barang tersebut. “Istri saya bukan namanya Sandra…,” selorohnya sambil tertawa, merujuk pada kemiripan nama namun nasib yang berbeda.

Baca Juga Keadilan Terganjal, Suami Bunga Zainal Adukan Penyidik ke Propam Terkait Skandal Cek Kosong Rp2,6 Miliar
Keadilan Terganjal, Suami Bunga Zainal Adukan Penyidik ke Propam Terkait Skandal Cek Kosong Rp2,6 Miliar

Ia pun menambahkan kekecewaannya karena tidak bisa menyaksikan atau menawar barang-barang yang sempat menjadi perbincangan hangat tersebut. “Ya tadi penasaran juga kan, kan gembar-gembornya Harvey Moeis sama Sandra Dewi kan banyak di sini, saya mau lihat-lihat juga. Cuma waktu saya sampai sudah habis semua,” lanjutnya. Hal ini menunjukkan bahwa segmentasi pasar untuk barang-barang mewah wanita dalam lelang Kejaksaan RI juga sangat kompetitif.

Harapan Kandas pada Unit McLaren

Setelah gagal mendapatkan Harley Davidson, Jejouw sempat melirik unit mobil super McLaren yang juga masuk dalam daftar lelang. Sebagai seorang pengusaha yang menyukai barang-barang vintage dan langka, McLaren tentu menjadi incaran yang sangat menggiurkan. Namun, sekali lagi, ia harus menelan pil pahit.

Baca Juga Misi Spiritual Ivan Gunawan: Menelusuri Jejak Pembangunan 99 Masjid dari Sabang hingga Merauke
Misi Spiritual Ivan Gunawan: Menelusuri Jejak Pembangunan 99 Masjid dari Sabang hingga Merauke

Minat peserta terhadap mobil mewah tersebut ternyata jauh melampaui ekspektasinya. Persaingan harga yang sangat ketat membuat nilai jual mobil tersebut meroket hingga ke level yang menurut Jejouw sudah tidak lagi sebanding dengan rencana belanjanya. “Tadi maunya McLaren, cuma McLaren juga hot banget tadi jadi udah ketinggian juga harganya,” pungkasnya. Kegagalan demi kegagalan ini tidak membuatnya kapok, melainkan justru memberikan pemandangan menarik baginya tentang bagaimana mekanisme pasar bekerja dalam sebuah bidding lelang negara.

Prosedur Lelang di BPA Fair: Transparan dan Terbuka

Bagi masyarakat awam yang mungkin tertarik untuk mengikuti jejak Jejouw dalam mengikuti lelang di masa mendatang, pria tersebut memberikan sedikit gambaran mengenai prosedurnya. Menurutnya, proses yang diterapkan oleh BPA Kejaksaan RI saat ini sudah cukup modern dan mudah diakses. Peserta tidak perlu merasa terintimidasi oleh birokrasi yang rumit.

“Prosesnya gampang, peserta hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi melalui bank yang ditunjuk. Semuanya transparan,” jelas Jejouw. Transparansi ini sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat bahwa proses pemulihan aset negara dari kasus korupsi dilakukan secara jujur dan hasilnya benar-benar kembali ke kas negara untuk kepentingan publik.

Pesan Moral di Balik Mewahnya Barang Rampasan

Di balik antusiasmenya mengejar barang-barang murah, Jejouw tetap menyimpan refleksi mendalam mengenai asal-usul barang-barang tersebut. Baginya, melihat barang mewah hasil korupsi dilelang memberikan perasaan yang campur aduk antara ironi dan pembelajaran moral bagi siapa saja yang hadir.

“Mirislah kalau dibilang ini. Ya kita juga nggak mau kalau ini musibah, kita semua juga pasti sedih. Tapi kalau ini hasil rampasan dari kita punya hak, ya jangan ditiru kali ya,” tegasnya. Jejouw berharap fenomena ini bisa menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, terutama para pelaku bisnis, untuk selalu mengedepankan etika dan kejujuran.

Ia menekankan pentingnya mencari rezeki dengan cara yang benar agar tidak berakhir di meja lelang negara seperti aset-aset Harvey Moeis. “Buat pelajaran buat kita semua untuk berbisnis, bekerja, menghasilkan uang dengan cara yang bersih dan halal,” tuturnya menutup pembicaraan. Kehadiran figur publik seperti Jejouw dalam acara lelang ini setidaknya memberikan warna tersendiri sekaligus memperkuat pesan bahwa aset hasil kejahatan pada akhirnya akan kembali ke tangan rakyat melalui proses hukum yang berlaku.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *