Aksi Nyata Ruben Onsu Berburu Sapi Kurban Terbaik: Kedepankan Ketulusan dan Distribusi Tepat Sasaran
RadarLokal — Menjelang tibanya perayaan besar umat Islam, Hari Raya Idul Adha 2026, presenter kenamaan Ruben Onsu kembali menunjukkan komitmennya dalam berbagi. Meski jadwalnya di dunia hiburan tergolong sangat padat, ayah tiga anak ini tetap meluangkan waktu khusus untuk terjun langsung memastikan kualitas hewan kurban yang akan ia persembahkan. Baginya, memilih sapi kurban bukan sekadar transaksi jual-beli biasa, melainkan sebuah bentuk pengabdian yang membutuhkan ketelitian dan ketulusan hati.
Ditemui di kawasan Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (23/5/2026), Ruben terlihat sangat selektif dalam mengamati setiap deretan sapi yang ada di hadapannya. Pria yang akrab disapa Bensu ini mengaku memiliki kriteria tersendiri dalam memilih sapi kurban. Ia tidak hanya melihat dari segi bobot atau fisik semata, melainkan mencari adanya ikatan batin atau vibrasi positif dari hewan tersebut.
Mencari “Kendaraan” Terbaik di Akhirat Melalui Ikatan Batin
Ada yang unik dari cara Ruben Onsu memilih hewan kurbannya. Berbeda dengan pembeli pada umumnya yang mungkin hanya fokus pada harga atau ukuran, Ruben mencari sapi yang memiliki karakter tenang dan menunjukkan tanda-tanda kepatuhan. Ia percaya bahwa hewan kurban memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai bentuk pengorbanan dan pengabdian.
“Karena itu adalah salah satu yang akan mendampingi kita nanti, menjadi kendaraan kita nanti, jadi saya pilih yang ketika saya dekati, dia nunduk, dia nurut,” ungkap Ruben dengan nada bicara yang tenang. Baginya, momen ketika sapi tersebut menunduk seolah memberikan isyarat kerelaan, menjadi faktor penentu utama bagi Ruben untuk memboyongnya.
Sebelum mendatangi lokasi peternakan secara fisik, mantan suami Sarwendah ini biasanya melakukan riset awal melalui dokumentasi digital. Ia meminta pihak peternak untuk mengirimkan video dan foto sapi-sapi potensial untuk diseleksi lebih dini. Namun, pengecekan langsung tetap menjadi prosedur wajib bagi Ruben guna memastikan kesehatan dan kondisi fisik hewan kurban tersebut benar-benar prima dan sesuai syariat.
Menjaga Kesucian Niat: Lebih Berhati-hati Terhadap Eksposur
Menariknya, pada tahun 2026 ini, Ruben Onsu memilih pendekatan yang sedikit berbeda dalam membagikan momen ibadahnya. Jika sebelumnya kegiatan kurbannya sering menjadi sorotan kamera media secara luas, kali ini ia ingin lebih menahan diri. Ada kekhawatiran tersendiri di benak Ruben jika eksposur yang berlebihan justru dapat mengurangi nilai pahala dari ibadahnya.
“Saya takutnya nggak jadi pahala, nanti aja. Jadi ya, insyaallah mudah-mudahan ini saya memberikan kurban di tempat yang tepat sasaran,” kata Ruben Onsu. Pernyataan ini mencerminkan pendewasaan diri sang artis dalam memandang ibadah kurban. Baginya, yang terpenting bukan lagi seberapa besar sorotan publik yang didapat, melainkan seberapa bermanfaat kurban tersebut bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Ia juga memberikan kode bahwa sapi kurban tahun ini kemungkinan besar akan disembelih di masjid yang selama ini ia bangun dan kelola. Lokasi tersebut dipilih agar ia bisa memantau langsung proses pemotongan hingga distribusi daging kurban secara efektif dan transparan.
Pesan Tegas untuk Panitia Kurban: Harus Selektif dan Tepat Sasaran
Fokus utama Ruben Onsu tahun ini bukan hanya pada kualitas sapi, tetapi juga pada akurasi distribusi. Ia menyadari bahwa di tengah tantangan ekonomi, masih banyak masyarakat membutuhkan yang merindukan asupan protein bergizi seperti daging sapi. Oleh karena itu, ia memberikan instruksi ketat kepada seluruh panitia yang terlibat dalam kegiatan kurbannya.
Ruben menegaskan bahwa ia tidak ingin pembagian daging kurban dilakukan secara asal-asalan. Ia menuntut adanya proses seleksi penerima yang benar-benar valid agar bantuan sampai ke tangan orang-orang yang paling berhak. “Saya selalu bilang sama panitianya, harus diseleksi banget ya, nggak boleh asal-asalan karena masih banyak yang membutuhkan,” ungkapnya dengan tegas.
Ketegasan Ruben ini didasari oleh keinginannya agar setiap kilogram daging yang dibagikan dapat membawa kebahagiaan nyata bagi para penerimanya. Ia membayangkan betapa berartinya momen Idul Adha ketika sebuah keluarga bisa duduk bersama dan menikmati hidangan istimewa yang mungkin jarang mereka rasakan di hari-hari biasa.
Menyemai Kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha
Bagi Ruben, esensi dari Idul Adha adalah tentang berbagi kegembiraan. Ia berharap langkah kecil yang ia lakukan ini dapat menjadi penyemangat bagi banyak orang untuk tetap optimis menjalani hidup. Harapan terbesarnya adalah melihat masyarakat bisa merayakan hari raya dengan perut kenyang dan hati yang bahagia.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi penyemangat mereka lagi dan di hari raya itu mereka juga bisa menikmati makanan, bisa masak, baik sate, sop, atau apa pun itu, untuk mereka makan bersama keluarga,” tutup Ruben Onsu dengan senyum tulus. Tradisi berkurban yang dilakukan Ruben ini seakan menjadi bukti bahwa kepedulian sosial melampaui segala perbedaan, dan ketulusan dalam memberi akan selalu menemukan jalannya untuk menyentuh hati sesama.
Dengan persiapan yang matang dan pengawasan langsung, Ruben Onsu memastikan bahwa kurban tahun 2026 ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab. Melalui kurban terbaik, ia berharap dapat terus menebar manfaat bagi orang banyak di masa-masa mendatang.