Heboh Aksi Onadio Leonardo Belanja Pakai Kolor di Banyuwangi, Begini Jawaban Menohok Sang Musisi

Nadia Safira | RADAR LOKAL
31 Mei 2026, 14:11 WIB
Heboh Aksi Onadio Leonardo Belanja Pakai Kolor di Banyuwangi, Begini Jawaban Menohok Sang Musisi

RadarLokal — Jagat maya kembali dihebohkan oleh aksi nyentrik salah satu figur publik tanah air yang memang dikenal dengan kepribadiannya yang eksplosif dan apa adanya, Onadio Leonardo. Baru-baru ini, pria yang akrab disapa Onad tersebut menjadi buah bibir netizen setelah sebuah rekaman video singkat memperlihatkan dirinya tengah berbelanja di sebuah minimarket dengan penampilan yang sangat santai, bahkan dianggap terlalu berani bagi sebagian orang.

Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, mantan vokalis Killing Me Inside tersebut kedapatan sedang memilih barang di rak minimarket hanya dengan mengenakan celana dalam atau bokser (kolor) tanpa alas kaki alias nyeker. Sontak, pemandangan yang tidak biasa ini memicu perdebatan hangat di kalangan warganet, mulai dari yang merasa terhibur hingga yang melayangkan kritik pedas terkait etika berpakaian di tempat umum.

Baca Juga Sujud dan Air Mata Denada: Kisah Bangkit dari Titik Terendah dan Kekuatan Support System
Sujud dan Air Mata Denada: Kisah Bangkit dari Titik Terendah dan Kekuatan Support System

Momen Viral yang Berawal dari Rekaman Sembunyi-Sembunyi

Kejadian ini bermula ketika seorang pengunjung minimarket merekam aksi Onad secara diam-diam dan mengunggahnya ke platform Threads. Tak butuh waktu lama, konten tersebut bermigrasi ke TikTok dan Instagram, memicu gelombang komentar yang masif. Menanggapi keviralannya yang terkesan mendadak itu, Onadio Leonardo akhirnya buka suara dengan nada yang santai namun tetap menunjukkan ciri khas bicaranya yang lugas.

“Aduh, lucu banget lagi ada orang di Threads kayak nge-rekam gue. Akhirnya heboh di TikTok gara-gara gue ke Indomaret pake kolor dan nggak pakai sandal,” ujar Onad saat memberikan klarifikasi mengenai video tersebut. Baginya, momen tersebut sebenarnya bukanlah sesuatu yang direncanakan untuk mencari perhatian, melainkan murni ekspresi kenyamanan pribadinya saat sedang menikmati waktu luang.

Baca Juga Kisah Pilu Hera: Trauma Mendalam ART di Tengah Pusaran Konflik Hukum dengan Erin Taulany
Kisah Pilu Hera: Trauma Mendalam ART di Tengah Pusaran Konflik Hukum dengan Erin Taulany

Alasan di Balik Gaya Nyeleneh: Liburan di Banyuwangi

Onad menjelaskan bahwa saat peristiwa itu terjadi, dirinya tengah menikmati masa liburan di Banyuwangi, Jawa Timur. Wilayah yang dikenal dengan keindahan pantainya yang eksotis tersebut memang menjadi destinasi pilihan Onad untuk melepas penat dari hiruk-pikuk Jakarta. Menurutnya, lokasi minimarket yang berada sangat dekat dengan area pantai membuat penampilannya saat itu dirasa sangat wajar dan kontekstual.

“Kan gue lagi liburan, terus gue mampir di Banyuwangi, which is pantainya bagus banget. Kok masalah?” lanjutnya dengan nada heran. Onad merasa bahwa standar berpakaian di area wisata pantai seharusnya lebih fleksibel. Baginya, mengenakan bokser saat baru saja beraktivitas di sekitar pantai adalah hal yang praktis dan tidak seharusnya dipandang sebagai sebuah pelanggaran norma yang berat.

Baca Juga Misi Kebangsaan Once Mekel: Gandeng Slank dan Alffy Rev Bakar Semangat Mahasiswa di UNESA
Misi Kebangsaan Once Mekel: Gandeng Slank dan Alffy Rev Bakar Semangat Mahasiswa di UNESA

Sentilan Menohok: Lebih Baik Pakai Kolor daripada Pakai Dasi Tapi Korupsi

Bukan Onad namanya jika tidak memberikan respons yang provokatif namun sarat akan makna mendalam. Merasa terganggu dengan komentar-komentar yang terlalu menghakimi cara berpakaiannya, ia pun melontarkan sindiran tajam. Onad membandingkan penampilannya yang sederhana dan apa adanya dengan para oknum yang berpakaian rapi namun memiliki perilaku yang merugikan banyak orang.

“Mendingan gue pake kolor sama nggak pakai sandal, atau pakai dasi tapi korupsi nyolong uang lu?” tegas Onad. Pernyataan ini seolah menjadi tamparan bagi mereka yang lebih mengutamakan penampilan luar (pencitraan) ketimbang integritas dan perilaku nyata. Melalui sindiran ini, Onad ingin menekankan bahwa nilai seseorang tidak seharusnya diukur hanya dari selembar kain yang ia kenakan saat berbelanja di minimarket.

Baca Juga Misteri di Balik Hoax Perceraian Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq: Elma Theana Cium Aroma Sabotase
Misteri di Balik Hoax Perceraian Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq: Elma Theana Cium Aroma Sabotase

Fenomena Pengawasan Netizen di Ruang Publik

Kasus Onad ini juga memicu diskusi menarik mengenai batasan privasi figur publik di era digital. Di zaman sekarang, setiap orang dengan ponsel pintar bisa menjadi “wartawan dadakan” yang mengawasi gerak-gerik artis kapan saja dan di mana saja. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kenyamanan para artis saat ingin menjalani kehidupan normal di luar panggung tanpa harus selalu tampil sempurna.

Gaya hidup gaya hidup artis yang sering kali dipantau 24 jam membuat ruang gerak mereka menjadi sangat terbatas. Bagi Onad, keberaniannya untuk tetap tampil apa adanya di depan publik—meskipun berisiko dihujat—adalah bentuk perlawanan terhadap standar ganda dan ekspektasi semu yang sering kali dibebankan kepada para penghibur di tanah air.

Baca Juga Aktor Senior Tio Pakusadewo Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Simak Perjalanan Kesehatannya yang Mengharukan
Aktor Senior Tio Pakusadewo Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Simak Perjalanan Kesehatannya yang Mengharukan

Transformasi Onadio Leonardo: Dari Rockstar Menjadi Ayah yang Selektif

Di balik aksi-aksinya yang terkadang kontroversial, Onadio Leonardo sebenarnya tengah mengalami fase transformasi dalam hidupnya. Seiring bertambahnya usia, ia mengaku mulai lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan. Kedekatannya dengan tokoh-tokoh seperti Habib Jafar juga menunjukkan sisi lain dari Onad yang mulai mengeksplorasi nilai-nilai spiritualitas dan kedewasaan dalam berpikir.

Saat ini, Onad juga lebih memilih untuk fokus pada perannya sebagai seorang suami dan ayah. Meskipun citra “bad boy” masih melekat kuat pada dirinya, Onad membuktikan bahwa ia bisa menjadi sosok yang bertanggung jawab bagi keluarganya. Ia tidak lagi merasa perlu menjaga image demi menyenangkan semua orang, dan lebih memilih untuk hidup dengan jujur pada dirinya sendiri, termasuk urusan memilih pakaian saat liburan.

Kesimpulan: Autentisitas di Tengah Budaya Kritik

Apa yang dilakukan Onad di Banyuwangi mungkin dianggap tidak sopan oleh sebagian orang yang memegang teguh adat ketimuran secara kaku di ruang publik. Namun, dari sudut pandang lain, aksi Onad adalah pengingat bahwa kita sering kali terlalu cepat menghakimi seseorang dari sampulnya saja. Di balik bokser dan kaki telanjangnya, ada pesan tentang kejujuran diri dan kritik terhadap kemunafikan yang sering kali bersembunyi di balik pakaian formal.

Sebagai masyarakat yang hidup di era informasi, mungkin sudah saatnya kita memberikan sedikit ruang bernapas bagi para figur publik untuk bisa menikmati momen-momen personal mereka tanpa harus selalu waswas akan lensa kamera yang mengintai. Pada akhirnya, Onad tetaplah Onad—sosok yang berani menjadi berbeda dan tidak takut menyuarakan apa yang ada di pikirannya, seberani ia melangkah ke minimarket tanpa sandal.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *