Misi Kebangsaan Once Mekel: Gandeng Slank dan Alffy Rev Bakar Semangat Mahasiswa di UNESA

Nadia Safira | RADAR LOKAL
10 Mei 2026, 16:14 WIB
Misi Kebangsaan Once Mekel: Gandeng Slank dan Alffy Rev Bakar Semangat Mahasiswa di UNESA

RadarLokal — Aura semangat nasionalisme yang dipadukan dengan kreativitas seni terasa begitu kental di jantung kota Surabaya baru-baru ini. Musisi kenamaan sekaligus anggota DPR RI, Once Mekel, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun narasi positif bagi bangsa. Tidak sendirian, pelantun suara emas ini menggandeng grup band legendaris Slank serta sederet seniman lintas generasi untuk menyapa ribuan mahasiswa dalam sebuah gerakan yang lebih dari sekadar konser musik biasa. Kali ini, Graha Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi saksi bisu dari dialog mendalam yang berusaha membedah kembali makna jati diri di tengah hiruk-pikuk modernisasi.

Kegiatan bertajuk “Ekspresi Kita” ini hadir sebagai sebuah oase bagi generasi muda yang tengah mencari pegangan identitas. Melalui dialog interaktif yang mengangkat tema besar “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia”, Once Mekel berupaya menjembatani kesenjangan antara ideologi kebangsaan yang sering dianggap kaku dengan gaya hidup anak muda yang dinamis. Dalam suasana yang cair namun sarat makna, para tokoh inspiratif ini berbagi perspektif tentang bagaimana mencintai tanah air tanpa harus kehilangan relevansi di kancah global.

Baca Juga Pesona Don Verhaag: Sosok ‘Malaikat Pelindung’ yang Menghangatkan Hati Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag
Pesona Don Verhaag: Sosok ‘Malaikat Pelindung’ yang Menghangatkan Hati Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag

Sinergi Musisi dan Akademisi: Menggugah Semangat Kebangsaan

Acara yang berlangsung meriah ini dibuka langsung oleh Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri kreatif. Dialog ini dipandu dengan piawai oleh Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, seorang budayawan yang dikenal mampu meramu percakapan serius menjadi diskusi yang hangat, jujur, dan menggugah sanubari. Kehadiran figur-figur seperti Bimbim dan Kaka Slank, Alffy Rev, Shanna Shannon, hingga Novia Bachmid memberikan warna tersendiri dalam diskusi tersebut.

Bagi Once Mekel, program ini bukan sekadar kunjungan formal sebagai wakil rakyat, melainkan panggilan jiwa sebagai seorang seniman yang besar dari rahim budaya Indonesia. Ia menyatakan bahwa rangkaian kegiatan Festival Kebangsaan yang diberi tajuk “Gema Kampus” (Generasi Emas Kampus) direncanakan akan terus bergulir mulai tahun 2023 hingga 2026. Tujuannya jelas: menyambangi berbagai universitas di seluruh penjuru negeri untuk menyebarkan virus inspirasi, wawasan kebangsaan, serta ide-ide kreatif yang konstruktif.

Baca Juga Drama Batalnya Pemeriksaan Richard Lee: Protes Kehadiran ‘Doktif’ hingga Perseteruan Panas Mafia Skincare
Drama Batalnya Pemeriksaan Richard Lee: Protes Kehadiran ‘Doktif’ hingga Perseteruan Panas Mafia Skincare

“Saya dan Mas Zastrouw mengajak Slank, Alffy, dan sederet musisi papan atas Indonesia untuk aktif dalam rangkaian Gema Kampus ini. Kami ingin menyapa mahasiswa secara langsung, berbagi wawasan kebangsaan, dan merangsang munculnya ide-ide kreatif di lingkungan kampus,” ujar Once Mekel dalam sebuah sesi wawancara yang diterima tim redaksi pada Minggu (10/5/2026).

Mengenal Diri di Tengah Arus Globalisasi

Inti dari pertemuan di UNESA ini adalah bagaimana generasi Z dan milenial dapat menemukan titik keseimbangan antara ambisi pribadi dan pengabdian pada negara. Bimbim Slank, dalam gaya bicaranya yang lugas, menekankan bahwa mengenal diri sendiri adalah langkah awal untuk mencintai Indonesia. Menurutnya, setiap karya yang dihasilkan oleh anak muda harus memiliki ‘ruh’ keindonesiaan agar memiliki karakter yang kuat di mata dunia.

Baca Juga Rahasia Sukses Karina Icha Taklukkan Panggung Besar: Tips Atasi Grogi dan Kunci Menjadi MC Profesional
Rahasia Sukses Karina Icha Taklukkan Panggung Besar: Tips Atasi Grogi dan Kunci Menjadi MC Profesional

Kaka Slank juga menambahkan bahwa musik dan seni adalah bahasa universal yang paling efektif untuk menyampaikan pesan perdamaian dan persatuan. Di hadapan para mahasiswa, ia menceritakan bagaimana Slank tetap bertahan selama puluhan tahun dengan tetap mengusung isu-isu sosial dan kecintaan pada tanah air dalam setiap lirik lagunya. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa idealisme kebangsaan bisa selaras dengan kesuksesan di industri hiburan.

Tak ketinggalan, Novia Bachmid dan Shanna Shannon juga berbagi pengalaman mereka sebagai representasi musisi muda. Mereka menjadi contoh nyata bagaimana suara merdu dapat digunakan untuk menggaungkan rasa bangga terhadap warisan budaya Nusantara. Dialog ini tidak hanya satu arah, namun juga melibatkan audiens mahasiswa yang antusias melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai masa depan bangsa di era digital.

Baca Juga Skandal Penipuan Umrah Hanania Group: Sarah Gibson dan Dara Arafah Dijadwalkan Ulang, Bagaimana Nasib Awkarin?
Skandal Penipuan Umrah Hanania Group: Sarah Gibson dan Dara Arafah Dijadwalkan Ulang, Bagaimana Nasib Awkarin?

Alffy Rev dan Revolusi Konten Digital Berjiwa Nasional

Satu hari sebelum dialog utama dimulai, tepatnya pada 8 Mei 2026, UNESA juga menggelar agenda yang tak kalah menarik, yaitu Coaching Clinic Content Creator. Sesi ini menghadirkan Alffy Rev, sosok jenius di balik karya-karya visual epik bertema Nusantara, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diikuti oleh para pemenang kompetisi konten kreator serta mahasiswa terpilih yang memiliki minat besar dalam dunia digital.

Alffy Rev membagikan rahasia dapur bagaimana ia mengolah ide, identitas nasional, dan nilai-nilai kebangsaan menjadi konten visual yang memukau dan viral di kancah internasional. Bagi Alffy, teknologi dan tren digital hanyalah alat, sementara konten yang memiliki kedalaman makna tentang Indonesia adalah fondasinya. Coaching clinic ini diharapkan menjadi jembatan bagi para kreator muda untuk tidak sekadar mengejar angka viewers, tetapi juga membangun narasi yang memberikan dampak positif bagi citra bangsa.

Baca Juga Meniti Cahaya Lewat ‘Malaikat Bintangku’, Inilah Perjuangan Emosional Eva SEA dalam Debut Dangdut Koplo
Meniti Cahaya Lewat ‘Malaikat Bintangku’, Inilah Perjuangan Emosional Eva SEA dalam Debut Dangdut Koplo

“Kita harus bisa mengemas narasi Indonesia dengan cara yang modern, estetik, dan relevan dengan tren saat ini, tanpa harus kehilangan kedalaman maknanya. Jangan sampai kita hanya menjadi konsumen konten asing, tapi kita harus menjadi produsen yang membawa nilai-nilai luhur kita ke panggung dunia,” tegas Alffy Rev di hadapan para peserta yang tampak antusias menyerap setiap ilmu yang diberikan.

Gema Kampus: Visi Menuju Indonesia Emas 2045

Kehadiran Once Mekel dan kawan-kawan di Graha UNESA merupakan bagian dari strategi besar untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Melalui platform Gema Kampus, para musisi ini ingin memastikan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki benteng mental dan ideologi yang kuat. Mereka percaya bahwa pendidikan di bangku kuliah harus dilengkapi dengan pemahaman karakter dan kecintaan pada budaya sendiri.

Once Mekel sendiri mengaku sangat puas dengan respons yang diberikan oleh mahasiswa Surabaya. Menurutnya, energi positif yang terpancar dari para peserta menunjukkan bahwa masih banyak anak muda yang peduli dan ingin berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi stimulus bagi universitas-universitas lain untuk lebih aktif menyelenggarakan forum-forum dialog yang mempertemukan praktisi kreatif dengan akademisi.

Sebagai seorang legislator, Once menyadari bahwa kebijakan politik memang penting, namun pendekatan budaya dan seni seringkali jauh lebih efektif untuk menyentuh aspek emosional masyarakat, terutama kaum muda. Ke depan, ia berencana untuk terus memperluas jangkauan festival ini, membawa lebih banyak tokoh inspiratif ke daerah-daerah yang mungkin selama ini kurang mendapatkan akses terhadap dialog kebangsaan yang berkualitas.

Kesimpulan: Estafet Kepemimpinan Lewat Inspirasi

Rangkaian acara yang berakhir pada 9 Mei 2026 ini meninggalkan kesan mendalam bagi civitas akademika UNESA. Inisiatif yang dilakukan oleh Once Mekel, Slank, dan Alffy Rev membuktikan bahwa kolaborasi lintas profesi adalah kunci dalam membangun bangsa. Melalui dialog yang jujur dan inklusif, mereka telah menanamkan benih-benih harapan di hati para mahasiswa.

Di era di mana informasi begitu mudah didapat namun seringkali menyesatkan, kehadiran figur publik yang membawa misi edukatif dan inspiratif sangatlah krusial. Perjalanan “Gema Kampus” masih panjang, namun langkah awal yang dilakukan di Surabaya ini telah memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia tidak akan kekurangan talenta hebat yang tetap memiliki hati untuk negaranya. Semangat yang dibawa dari Graha UNESA diharapkan terus bergema, menginspirasi setiap anak muda untuk berani bermimpi besar sambil tetap memijak bumi Indonesia.

Dengan berakhirnya acara ini, tantangan selanjutnya ada di tangan para mahasiswa: bagaimana mereka menerjemahkan inspirasi tersebut ke dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, menjadi content creator yang bertanggung jawab, atau sekadar menjadi warga negara yang bangga akan identitasnya sendiri.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *