Sengkarut Pasca-Perceraian Sarwendah dan Ruben Onsu: Dari Polemik Hak Asuh Hingga ‘ Jebakan’ Harta Gana-gini

Nadia Safira | RADAR LOKAL
02 Jun 2026, 10:11 WIB
Sengkarut Pasca-Perceraian Sarwendah dan Ruben Onsu: Dari Polemik Hak Asuh Hingga ' Jebakan' Harta Gana-gini

RadarLokal — Tabir gelap yang menyelimuti hubungan pasca-perceraian antara Sarwendah dan Ruben Onsu kini perlahan mulai tersingkap ke hadapan publik. Harapan akan sebuah perpisahan yang berakhir dengan ‘damai’ nampaknya masih jauh dari kenyataan. Alih-alih mereda, badai konflik justru semakin kencang menerjang, membawa serta isu-isu sensitif mulai dari hak asuh anak, penghentian nafkah, hingga persoalan harta gana-gini yang ternyata menyimpan kerumitan hukum yang cukup mendalam.

Di tengah riuhnya spekulasi yang beredar, Sarwendah akhirnya memilih untuk tidak lagi berdiam diri. Meskipun tidak dapat hadir secara fisik dalam konferensi pers yang digelar oleh tim hukumnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin malam, mantan personel Cherrybelle ini menyempatkan diri untuk memberikan klarifikasi melalui sambungan video call. Kehadiran virtualnya menjadi simbol bahwa ia tetap memantau perkembangan situasi meskipun disibukkan dengan tanggung jawab barunya sebagai orang tua tunggal yang harus banting tulang demi masa depan buah hatinya.

Baca Juga Kisah Inspiratif Fahmi Bo: Bangkit Lewat Warung Makan ‘Icip Icip’ dan Keunikan Menu Acar Buntut Sapi
Kisah Inspiratif Fahmi Bo: Bangkit Lewat Warung Makan ‘Icip Icip’ dan Keunikan Menu Acar Buntut Sapi

Klarifikasi Sarwendah: Antara Kerja Keras dan Prioritas Anak

Wajah Sarwendah muncul di layar ponsel milik kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu. Ia terlihat tengah berada di tengah aktivitas pekerjaan. Dengan nada bicara yang tenang namun tegas, ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya. “Maaf saya nggak bisa hadir soalnya saya masih ada kerjaan… dan nyari duit halal kan… dan segala sesuatunya sudah diwakilkan sama kuasa hukum saya,” ungkapnya. Kalimat “nyari duit halal” seolah menjadi penegasan bahwa dirinya kini mandiri secara finansial di tengah kabar penghentian nafkah dari pihak mantan suami.

Fokus utama Sarwendah dalam menghadapi konflik perceraian ini sebenarnya sederhana: kedamaian demi anak-anak. Ia berulang kali menekankan bahwa setiap langkah hukum yang ia ambil selalu mempertimbangkan kondisi psikologis buah hatinya. “Semoga semuanya bisa diselesaikan dengan baik-baik sesuai kesepakatan karena sekali lagi, saya selalu memikirkan kasihan dengan anak-anak saya,” tambahnya sebelum mengakhiri sambungan untuk kembali melanjutkan sesi live streaming jualannya.

Baca Juga Momen Haru Ressa Rossano: Menanti Pertemuan Perdana dengan Aisha di Singapura
Momen Haru Ressa Rossano: Menanti Pertemuan Perdana dengan Aisha di Singapura

Tangkisan Atas Tuduhan Mempersulit Pertemuan Anak

Salah satu poin yang paling memanas adalah tudingan dari pihak Ruben Onsu yang merasa dipersulit untuk bertemu dengan anak-anaknya. Ruben merasa haknya sebagai ayah seolah dibatasi. Namun, Chris Sam Siwu memberikan sudut pandang yang bertolak belakang. Berdasarkan bukti percakapan yang dimilikinya, justru Sarwendah-lah yang lebih proaktif menjalin komunikasi dengan Ruben selama proses ini berlangsung.

“Wenda itu malah lebih sering me-chat RO (Ruben Onsu) pada saat proses perceraian. Lalu dari pihak RO balasnya, ‘Hubungi lawyer saya’. Jadi sebenarnya yang menolak komunikasi langsung dari awal adalah pihak sana,” tegas Chris. Menurutnya, mencampuradukkan urusan hukum dengan hubungan ayah dan anak adalah tindakan yang kurang bijaksana. Masalah keluarga seharusnya tidak menutup pintu komunikasi pribadi jika tujuannya adalah kepentingan tumbuh kembang anak.

Baca Juga Rahasia Body Goals Vicky Shu: Bukan Operasi Bariatrik, Ternyata Cukup Lakukan Kebiasaan Sederhana Ini
Rahasia Body Goals Vicky Shu: Bukan Operasi Bariatrik, Ternyata Cukup Lakukan Kebiasaan Sederhana Ini

Pihak hukum Sarwendah menantang pihak lawan untuk membuktikan kapan tepatnya Ruben dihalangi saat ingin bertemu. Chris menjelaskan bahwa jika ada jadwal les atau kegiatan anak yang padat, tentu tidak bisa disebut sebagai tindakan menghalangi. “Kalau bapaknya maksa minta anak saat jadwal les, ya psikologis anak juga kan bermasalah. Jangan tidak pernah chat lagi lalu tiba-tiba bilang dipersulit,” lanjutnya dengan nada serius.

Sengkarut Harta Gana-gini: Kejutan di Balik Aset yang Tak ‘Bersih’

Persoalan harta gana-gini menjadi babak baru yang cukup mengejutkan dalam perseteruan ini. Publik selama ini mengira pembagian aset telah tuntas, namun kenyataannya jauh dari kata selesai. Dari empat aset properti yang dimiliki bersama—terdiri dari satu vila, satu apartemen, dan dua rumah di Jakarta Selatan—Sarwendah sebenarnya hanya meminta satu rumah untuk dijadikan tempat tinggal tetap bagi anak-anaknya.

Baca Juga Ammar Zoni Terguncang di Nusakambangan: Antara Trauma Mendalam dan Bayang-bayang Status Bandar Narkoba
Ammar Zoni Terguncang di Nusakambangan: Antara Trauma Mendalam dan Bayang-bayang Status Bandar Narkoba

Namun, sebuah fakta pahit terungkap ketika tim hukum Sarwendah melakukan pengecekan mendalam. Rumah yang dialokasikan untuk Sarwendah ternyata berstatus sebagai agunan bank dengan nilai utang yang sangat fantastis. Lebih parahnya lagi, utang tersebut dikabarkan telah menunggak selama dua tahun. Hal ini membuat pihak Sarwendah merasa “kecolongan” karena diberikan aset yang bebannya masih sangat berat.

“Rumah yang diberikan ke kami itu adalah aset yang tidak bersih. Di mana yang mengajukan ke pihak bank adalah RO, dan dalam kesepakatan awal seharusnya dia yang melunasi,” jelas Chris Sam Siwu. Perubahan demi perubahan dalam kesepakatan pelunasan utang inilah yang memicu ketegangan baru di meja negosiasi.

Baca Juga Ammar Zoni Kembali ke Nusakambangan: Menguak Fakta di Balik Pemindahan dan Status ‘High Risk’ Sang Aktor
Ammar Zoni Kembali ke Nusakambangan: Menguak Fakta di Balik Pemindahan dan Status ‘High Risk’ Sang Aktor

Negosiasi yang Terus Berubah di Menit Terakhir

Proses pembagian aset bersama ini kian pelik karena perubahan komitmen yang diklaim datang dari pihak Ruben. Awalnya, kewajiban pelunasan utang rumah tersebut menjadi tanggung jawab penuh Ruben. Kemudian muncul usulan agar utang dibagi dua secara adil. Sarwendah, dengan itikad baiknya, menyetujui opsi tersebut demi mempercepat penyelesaian masalah.

Ketegangan memuncak ketika Sarwendah menyatakan kesanggupan untuk melunasi seluruh sisa utang seorang diri, asalkan sertifikat rumah tersebut segera dibalik nama atas namanya. Namun, respons dari pihak seberang justru di luar dugaan. “Setelah klien kami memutuskan untuk melunasi sendiri, ada lagi tambahannya. Mereka minta dikembalikan uang cicilan yang sudah dibayarkan Ruben sebelumnya ke bank. Bayangkan, uang yang sudah dibayar kok diminta balik?” ungkap Chris dengan nada heran.

Perubahan syarat di menit-menit terakhir ini (last minute changes) dianggap sebagai bentuk ketidakkonsistenan yang menghambat proses hukum perceraian yang seharusnya bisa selesai lebih cepat. Pihak Sarwendah merasa seolah-olah sedang diulur-ulur dalam sebuah permainan negosiasi yang tidak kunjung mencapai garis finis.

Menanti Akhir dari Sebuah Drama Keluarga

Kehidupan para selebriti memang kerap menjadi konsumsi publik, namun dalam kasus Sarwendah dan Ruben Onsu, ada sisi kemanusiaan yang perlu dikedepankan. Nafkah anak yang dikabarkan sempat terhenti kabarnya dijadikan alat protes oleh pihak Ruben karena merasa akses bertemu anak dibatasi. Tindakan saling sandera kepentingan ini tentu sangat disayangkan, mengingat anak-anak adalah pihak yang paling rentan terluka dalam badai perceraian ini.

Kini, publik hanya bisa menunggu apakah kedua belah pihak mampu menurunkan ego masing-masing demi kesepakatan yang benar-benar adil. Bagi Sarwendah, fokusnya tetap pada kemandirian dan kebahagiaan anak-anak. Sedangkan bagi Ruben, pembuktian akan hak-hak kebapakan tentu menjadi perjuangan tersendiri. Namun, selama komunikasi masih dijembatani oleh ketegangan hukum dan syarat-syarat finansial yang memberatkan, agaknya kata “selesai baik-baik” masih menjadi mimpi yang perlu diperjuangkan dengan lebih keras lagi.

RadarLokal akan terus mengawal perkembangan kasus ini, memastikan setiap informasi tersampaikan dengan jernih dari kedua belah pihak demi transparansi bagi para pembaca setia.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *