Ambisi Besar Prabowo: Danantara, Sang Raksasa Pengelola Aset Rp 17.000 Triliun demi Masa Depan Bangsa

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
23 Mei 2026, 14:16 WIB
Ambisi Besar Prabowo: Danantara, Sang Raksasa Pengelola Aset Rp 17.000 Triliun demi Masa Depan Bangsa

RadarLokal — Di tengah teriknya matahari yang menyengat di kawasan pesisir Kebumen, Jawa Tengah, sebuah visi besar bagi ekonomi Indonesia baru saja diletakkan. Presiden Prabowo Subianto, dalam sebuah momen yang tampak sederhana di tengah panen raya tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), memberikan pengumuman yang menggetarkan panggung ekonomi nasional. Bukan sekadar soal komoditas udang, namun mengenai entitas baru yang bakal menjadi jangkar kekayaan negara: Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau yang kini populer dengan sebutan Danantara.

Presiden Prabowo secara resmi memperkenalkan BPI Danantara sebagai pilar utama dalam strategi pengelolaan kekayaan negara yang lebih agresif namun tetap hati-hati. Dalam kesempatan tersebut, ia tidak sendirian. Prabowo secara khusus memperkenalkan Dony Oskaria, yang kini memikul tanggung jawab ganda sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara. Penunjukan ini menandai babak baru di mana birokrasi dan profesionalisme investasi coba dipadukan dalam satu napas kepemimpinan.

Baca Juga Badai di Bursa Efek: Saham Konglomerat Rontok Saat IHSG Melemah, Investor Mulai Panik?
Badai di Bursa Efek: Saham Konglomerat Rontok Saat IHSG Melemah, Investor Mulai Panik?

Filosofi Daya Anagata Nusantara: Kekuatan untuk Masa Depan

Nama adalah doa, dan bagi Prabowo, ‘Danantara’ bukan sekadar singkatan keren. Ia menjelaskan dengan penuh semangat bahwa nama ini diambil dari akar bahasa yang dalam dan sarat makna. “Danantara itu adalah dana kedaulatan kita, singkatan dari Daya Anagata Nusantara. Daya artinya energi atau kekuatan, sedangkan Anagata bermakna masa depan,” ungkapnya di hadapan para hadirin yang disiarkan langsung melalui kanal resmi pemerintah. Pesan yang ingin disampaikan jelas: Indonesia harus memiliki energi yang cukup untuk mengamankan masa depannya sendiri.

Sebagai sebuah sovereign wealth fund atau dana kedaulatan, Danantara dirancang untuk menjadi wadah penampung sekaligus pengelola aset-aset strategis bangsa. Fokusnya bukan sekadar mencari keuntungan jangka pendek bagi kas negara, melainkan membangun fondasi kesejahteraan yang berkelanjutan. Prabowo menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikelola dalam skema ini adalah milik rakyat, yang diperuntukkan bagi kelangsungan hidup anak cucu bangsa Indonesia di masa mendatang.

Baca Juga Sinyal Damai AS-Iran: Angin Segar Bagi Ekonomi Global, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas dan Dolar AS Melemah
Sinyal Damai AS-Iran: Angin Segar Bagi Ekonomi Global, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas dan Dolar AS Melemah

Skala Fantastis: Mengelola 1.040 BUMN dengan Aset Rp 17.000 Triliun

Angka yang disebut oleh Presiden Prabowo dalam pidatonya bukanlah angka sembarangan. Ia mengungkapkan bahwa Danantara memikul beban tanggung jawab untuk mengonsolidasikan dan mengelola sekitar 1.040 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jika ditotal, nilai aset yang berada di bawah payung ini mencapai angka yang mencengangkan, yakni hampir US$ 1 triliun atau setara dengan Rp 17.000 triliun.

Jumlah ini tentu saja menempatkan Danantara dalam jajaran pengelola aset papan atas di kancah global. Sebagai perbandingan, nilai ini mendekati kapasitas pengelolaan dana investasi negara-negara maju yang telah lebih dulu sukses dengan model serupa. Penyatuan ribuan entitas BUMN di bawah satu pengawasan investasi strategis diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan daya tawar Indonesia di mata investor internasional. Dengan ekonomi Indonesia yang terus tumbuh, konsolidasi aset sebesar ini menjadi langkah logis untuk menghindari tumpang tindih fungsi antar-perusahaan plat merah.

Baca Juga Ketegasan Purbaya Yudhi Sadewa: Sanksi Nonjob Menanti Pejabat Kemenkeu yang Tak Serius Amankan Kas Negara
Ketegasan Purbaya Yudhi Sadewa: Sanksi Nonjob Menanti Pejabat Kemenkeu yang Tak Serius Amankan Kas Negara

Peringatan Keras Prabowo: Hentikan Kebocoran dan Penguapan Anggaran

Meski memaparkan potensi yang luar biasa besar, Presiden Prabowo tidak lantas buta terhadap risiko yang mengintai. Dengan nada bicara yang tegas dan penuh penekanan, ia memberikan mandat khusus kepada Dony Oskaria dan jajaran stafnya. Prabowo mewanti-wanti agar pengelolaan dana raksasa ini dilakukan dengan tingkat transparansi tertinggi. Ia tidak ingin mendengar adanya penyimpangan yang kerap menghantui birokrasi Indonesia selama puluhan tahun.

“Yang dikelola tidak tanggung-tanggung. Nilainya hampir Rp 17.000 triliun. Jadi harus diurus baik-baik ya, Pak Dony sama semua stafnya. Jangan bocor, jangan menguap uang itu. Itu uang rakyat!” tegas Prabowo. Istilah ‘menguap’ dan ‘bocor’ yang digunakan Presiden menjadi sinyal kuat bahwa rezim baru ini akan sangat alergi terhadap praktik korupsi dan inefisiensi. Pengawasan ketat akan menjadi nyawa bagi operasional Danantara agar aset yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi tidak berakhir di kantong-kantong pribadi.

Baca Juga Diplomasi Energi: Siasat AS dan China Redam Ledakan Harga Minyak di Tengah Krisis Selat Hormuz
Diplomasi Energi: Siasat AS dan China Redam Ledakan Harga Minyak di Tengah Krisis Selat Hormuz

Danantara sebagai Lokomotif Investasi Nasional

Kehadiran Danantara juga diprediksi akan mengubah peta jalan investasi di Indonesia. Jika sebelumnya investasi negara cenderung tersegmentasi di masing-masing kementerian atau perusahaan individu, kini Danantara bertindak sebagai orkestrator. Dengan kekuatan modal yang begitu masif, lembaga ini memiliki kapasitas untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur strategis, hilirisasi industri, hingga pengembangan teknologi tinggi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada APBN.

Melalui investasi strategis, Danantara diharapkan mampu melakukan diversifikasi portofolio negara. Hal ini krusial agar Indonesia tidak hanya bergantung pada satu sektor ekonomi saja. Prabowo ingin memastikan bahwa kekayaan alam yang diubah menjadi modal finansial dapat terus diputar dan dikembangkan, menciptakan nilai tambah yang berlipat ganda bagi perekonomian nasional.

Baca Juga Langkah Strategis Garuda Indonesia: Rombak Jajaran Direksi Demi Akselerasi Performa dan Transformasi Global
Langkah Strategis Garuda Indonesia: Rombak Jajaran Direksi Demi Akselerasi Performa dan Transformasi Global

Menjawab Tantangan Global dengan Kemandirian Finansial

Langkah pembentukan BPI Danantara ini juga dibaca sebagai upaya Indonesia untuk lebih mandiri secara finansial di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan memiliki ‘benteng’ dana kedaulatan yang kuat, Indonesia akan lebih tahan terhadap fluktuasi pasar modal dunia maupun guncangan harga komoditas. Danantara menjadi simbol kedaulatan ekonomi yang sesungguhnya, di mana bangsa ini mampu mengelola hartanya sendiri secara profesional.

Dony Oskaria, sebagai nakhoda operasional di lembaga ini, dituntut untuk mampu menerjemahkan visi politik Prabowo ke dalam strategi bisnis yang mumpuni. Integrasi 1.040 BUMN bukanlah perkara mudah. Diperlukan standarisasi tata kelola perusahaan (good corporate governance) yang seragam agar seluruh entitas di bawah Danantara memiliki performa yang optimal. Tantangan terbesar adalah bagaimana menyatukan budaya kerja dari berbagai sektor BUMN yang berbeda-beda ke dalam satu visi besar Danantara.

Kesimpulan: Menanti Aksi Nyata sang Raksasa Baru

Masyarakat kini menaruh harapan besar pada pundak pengelola Danantara. Pengenalan lembaga ini di Kebumen bukan sekadar seremoni belaka, melainkan janji politik Prabowo Subianto untuk menjaga harta kekayaan bangsa. Dengan angka Rp 17.000 triliun yang dipertaruhkan, publik tentu akan terus mengawasi setiap langkah yang diambil oleh badan investasi ini.

Harapannya, Danantara benar-benar menjadi ‘Daya’ yang memberikan ‘Anagata’ yang cerah bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan sekadar menjadi super-holding yang tambun secara administratif, melainkan menjadi mesin pertumbuhan yang lincah dan bersih. Jika dikelola dengan benar, Danantara bisa menjadi warisan terbesar pemerintahan Prabowo bagi generasi mendatang, membawa Indonesia sejajar dengan negara-negara yang sukses mengelola kekayaan negaranya untuk kemakmuran rakyatnya secara menyeluruh.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *