Bantah Tuduhan Eksploitasi, Ibunda Ratu Sofya Ungkap Fakta di Balik Somasi HAS Pictures

Nadia Safira | RADAR LOKAL
23 Mei 2026, 06:12 WIB
Bantah Tuduhan Eksploitasi, Ibunda Ratu Sofya Ungkap Fakta di Balik Somasi HAS Pictures

RadarLokal — Panggung hiburan Tanah Air kembali diguncang oleh polemik panas yang melibatkan aktris muda berbakat, Ratu Sofya, dengan rumah produksi HAS Pictures. Ketegangan ini bukan sekadar urusan kontrak kerja biasa, melainkan telah merembet ke ranah hukum dan melibatkan sentimen keluarga yang cukup mendalam. Rumah produksi milik Haldy Sabri dan Irish Bella tersebut secara resmi melayangkan somasi kepada Ratu Sofya setelah sang aktris dianggap mangkir dari kewajibannya dalam mempromosikan film terbaru berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan.

Situasi semakin memanas ketika narasi mengenai keterpaksaan menjalani adegan dewasa demi materi keluarga mencuat ke publik. Namun, di tengah badai tudingan tersebut, ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, akhirnya memecah keheningan. Dengan nada bicara yang tegas namun penuh kehati-hatian, sang ibunda memberikan klarifikasi mendalam untuk meluruskan simpang siur yang tengah menjadi perbincangan hangat di jejaring media sosial.

Baca Juga Rahasia Stamina Sigit Antonio: Menjaga Harmonisasi Rumah Tangga Lewat Gaya Hidup dan Bisnis Kopi Herbal
Rahasia Stamina Sigit Antonio: Menjaga Harmonisasi Rumah Tangga Lewat Gaya Hidup dan Bisnis Kopi Herbal

Akar Masalah: Keengganan Promosi dan Somasi Terbuka

Konflik ini bermula ketika pihak HAS Pictures merasa dirugikan oleh sikap Ratu Sofya yang terkesan menarik diri dari rangkaian promosi film. Sebagai bagian dari profesionalisme, seorang aktor biasanya terikat kontrak tidak hanya untuk berakting di depan kamera, tetapi juga untuk mendukung kesuksesan komersial film melalui berbagai kegiatan pemasaran. Namun, Ratu dilaporkan menolak melakukan kolaborasi konten di Instagram hingga tidak menyetujui penandaan (tag) di media sosial terkait film tersebut.

Reza Aditya, perwakilan dari HAS Pictures, mengungkapkan kekecewaannya dalam sebuah pertemuan pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Menurutnya, tindakan Ratu sangat kontradiktif dengan sikap kooperatif yang ia tunjukkan selama proses syuting berlangsung. Pihak rumah produksi merasa tidak memiliki pilihan lain selain melayangkan somasi guna meminta kejelasan dan pertanggungjawaban profesional dari sang aktris terkait kontroversi film ini.

Baca Juga Babak Baru Perseteruan Panas: Doktif Desak Kepolisian Periksa Istri Richard Lee Terkait Dugaan Malapraktik Skincare
Babak Baru Perseteruan Panas: Doktif Desak Kepolisian Periksa Istri Richard Lee Terkait Dugaan Malapraktik Skincare

Klarifikasi Sang Ibunda: Tidak Ada Paksaan demi ‘Cuan’

Salah satu poin paling krusial dalam drama ini adalah pengakuan mengejutkan Ratu Sofya di sebuah podcast yang menyebut dirinya dipaksa melakoni adegan tidak pantas demi memenuhi kebutuhan finansial keluarga. Menanggapi hal ini, Intan Masthura membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk mengambil proyek film ini justru datang dari keinginan Ratu sendiri yang merasa tertarik dengan naskah dan pesan moral yang diusung.

“Jadi kalau dibilang kami memaksa dia karena uang, itu sama sekali tidak benar. Saya memiliki bukti yang kuat, saya sering mendokumentasikan anak-anak saya saat sedang proses syuting atau konferensi pers, dan di sana terlihat jelas bagaimana antusiasmenya,” ujar Intan Masthura dengan nada meyakinkan. Menurutnya, narasi mengenai eksploitasi keluarga hanyalah kesalahpahaman yang sangat melukai perasaan orang tua.

Baca Juga Febby Rastanty dan Filosofi Berlari: Transformasi Menjadi Pelari Marathon Sejati demi Kesehatan Mental
Febby Rastanty dan Filosofi Berlari: Transformasi Menjadi Pelari Marathon Sejati demi Kesehatan Mental

Negosiasi Alot Terkait Adegan Sensitif

Intan tidak menampik bahwa pada awalnya, ayah Ratu Sofya sempat melarang keras putri mereka mengambil peran tersebut. Keraguan sang ayah muncul setelah membaca sinopsis awal yang mengindikasikan adanya adegan intim. Sebagai orang tua yang protektif, sang ayah merasa khawatir akan citra anaknya di masa depan. Namun, pihak produksi memberikan jaminan yang membuat keluarga akhirnya luluh.

  • Penggunaan Body Double: Pihak produksi memastikan bahwa adegan yang dianggap sensitif tidak dilakukan langsung oleh Ratu, melainkan menggunakan pemeran pengganti.
  • Diskusi Transparan: Sebelum syuting dimulai, diadakan pertemuan khusus antara tim produksi, sutradara, dan keluarga untuk menjelaskan teknis pengambilan gambar.
  • Pesan Moral Cerita: Ratu meyakinkan ibundanya bahwa film ini memiliki pelajaran hidup yang sangat berharga dan bukan sekadar menonjolkan sensualitas.

Setelah mendapatkan jaminan bahwa adegan tersebut tidak akan mengeksploitasi tubuh putrinya secara vulgar, barulah sang ayah memberikan restu hijau. Intan menambahkan bahwa proses ini berjalan sangat transparan sejak tahap awal casting film.

Baca Juga Prahara Mantan ART Erin Taulany: Trauma Mendalam hingga Dugaan Perampasan KTP yang Berujung Jalur Hukum
Prahara Mantan ART Erin Taulany: Trauma Mendalam hingga Dugaan Perampasan KTP yang Berujung Jalur Hukum

Sudut Pandang Produksi: “Semua Aman Selama Syuting”

Pihak HAS Pictures, melalui Co-Produser bernama Putri, juga memberikan testimoni yang senada dengan ibunda Ratu terkait proses produksi. Menurutnya, selama masa pembacaan naskah (reading) hingga syuting berakhir, tidak ada keluhan berarti dari pihak Ratu. Bahkan, saat pengambilan foto untuk poster film pun, suasana kerja berlangsung sangat harmonis dan profesional.

Putri menegaskan bahwa adegan yang dipermasalahkan sebenarnya jauh dari kesan vulgar. “Adegan tersebut masih menggunakan pakaian lengkap, tidak ada adegan berciuman, apalagi sesuatu yang senonoh. Kami sangat menjaga kenyamanan pemain kami,” jelasnya. Oleh karena itu, tim produksi merasa sangat terkejut ketika Ratu tiba-tiba memberikan pernyataan yang menyudutkan proses produksi dalam sebuah konten podcast viral.

Baca Juga Kisah Pilu Ayu Aulia: Perjuangan di Balik Operasi Pengangkatan Rahim dan Kehilangan yang Mendalam
Kisah Pilu Ayu Aulia: Perjuangan di Balik Operasi Pengangkatan Rahim dan Kehilangan yang Mendalam

Dinamika Keluarga dan Beban Finansial

Dalam pengakuannya yang viral, Ratu Sofya sempat menyinggung beban berat sebagai tulang punggung keluarga. Ia mengklaim bahwa pendapatan dari hasil jerih payahnya mengalir untuk membiayai kuliah kerabat hingga pengobatan anggota keluarga besar, sementara dirinya tidak memegang kendali penuh atas kontrak kerjanya. Ratu menyebut bahwa orang tuanyalah yang menandatangani kontrak-kontrak besar tersebut.

Menanggapi hal ini, Intan Masthura menjelaskan bahwa segala bentuk pengelolaan keuangan dilakukan demi masa depan anak-anaknya. Namun, ia menyesalkan mengapa hal internal keluarga harus menjadi konsumsi publik dengan bumbu-bumbu yang menyudutkan. Konflik ini seolah menjadi pengingat akan tipisnya batas antara profesionalisme seorang artis muda dengan dinamika hubungan internal keluarga yang kompleks di balik layar industri hiburan.

Masa Depan Film dan Kelanjutan Hukum

Hingga saat ini, proses somasi masih berjalan dan pihak HAS Pictures berharap ada itikad baik dari Ratu Sofya untuk menyelesaikan kewajibannya. Di sisi lain, publik kini terbagi dalam dua kubu: mereka yang mendukung keberanian Ratu untuk bersuara, dan mereka yang menyayangkan sikapnya yang dianggap tidak profesional dalam menjalankan kontrak kerja.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak di industri perfilman Indonesia mengenai pentingnya komunikasi yang jernih antara aktor, manajemen, keluarga, dan rumah produksi. Sejauh mana kejujuran dalam sebuah podcast bisa berdampak pada karier dan hubungan keluarga? Hanya waktu yang akan menjawab bagaimana akhir dari kemelut antara Ratu Sofya dan HAS Pictures ini.

RadarLokal akan terus memantau perkembangan kasus ini untuk memberikan informasi terbaru kepada Anda. Kepastian mengenai apakah kasus ini akan berlanjut ke meja hijau atau berakhir dengan perdamaian kekeluargaan masih dinantikan oleh para penggemar film di seluruh Indonesia.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *