Drama 5 Tahun Istana Cinere: Alasan Anang Hermansyah Akhirnya Luluh dan Siap Lepas Rumah Mewahnya

Nadia Safira | RADAR LOKAL
25 Apr 2026, 19:05 WIB
Drama 5 Tahun Istana Cinere: Alasan Anang Hermansyah Akhirnya Luluh dan Siap Lepas Rumah Mewahnya

RadarLokal — Perjalanan panjang keluarga Anang Hermansyah dan Ashanty dalam menentukan masa depan hunian ikonik mereka, yang akrab disapa Istana Cinere, akhirnya menemui babak baru. Setelah sempat menjadi perbincangan hangat selama bertahun-tahun, Ashanty secara terbuka mengonfirmasi bahwa rumah megah tersebut kini resmi kembali masuk ke bursa pasar properti. Namun, di balik keputusan besar ini, tersimpan narasi emosional dan dinamika keluarga yang cukup pelik, melibatkan ego, kenangan, hingga pengaruh besar dari sang putri sulung, Aurel Hermansyah.

Drama Panjang di Balik Dinding Istana Cinere

Keputusan untuk melakukan jual rumah megah di kawasan Cinere tersebut rupanya bukanlah sebuah rencana dadakan. Ashanty mengungkapkan bahwa wacana untuk berpindah hunian sebenarnya sudah bergulir sejak lima tahun silam. Namun, apa yang seharusnya menjadi kesepakatan suami-istri justru berubah menjadi medan perdebatan panjang yang tak kunjung usai antara dirinya dan sang suami, Anang Hermansyah.

Baca Juga Kisah Inspiratif Fahmi Bo: Bangkit Lewat Warung Makan ‘Icip Icip’ dan Keunikan Menu Acar Buntut Sapi
Kisah Inspiratif Fahmi Bo: Bangkit Lewat Warung Makan ‘Icip Icip’ dan Keunikan Menu Acar Buntut Sapi

Selama periode tersebut, terjadi tarik-ulur yang intens. Di satu sisi, Ashanty merasa bahwa kebutuhan keluarga sudah mulai berubah dan mereka memerlukan suasana baru yang lebih efisien. Di sisi lain, Anang tetap bersikukuh untuk mempertahankan rumah tersebut dengan segala alasan emosionalnya. Ketegangan ini bahkan sering memicu perselisihan kecil di dalam rumah tangga mereka, mengingat betapa berartinya bangunan tersebut bagi perjalanan hidup mereka.

Sentimen dan Sejarah: Mengapa Anang Begitu Berat Melepasnya?

Bagi Anang Hermansyah, Istana Cinere bukan sekadar tumpukan batu bata dan semen yang bernilai miliaran rupiah. Rumah itu adalah saksi bisu dari titik balik kehidupannya. Dibangun dari nol di masa-masa awal ia merintis karier dan membina rumah tangga bersama Ashanty, properti ini dianggap memiliki nilai historis yang sangat dalam.

Baca Juga Pesan Menyentuh Maia Estianty untuk El Rumi: Memuliakan Syifa Hadju Sebagai Bentuk Penghormatan pada Ibu
Pesan Menyentuh Maia Estianty untuk El Rumi: Memuliakan Syifa Hadju Sebagai Bentuk Penghormatan pada Ibu

“Mas Anang itu sangat berat hati. Baginya, rumah itu adalah simbol perjuangan kami. Dia merasa rumah tersebut membawa keberuntungan atau hoki bagi keluarga kami. Ada anggapan bahwa kesuksesan yang kami raih saat ini tidak lepas dari energi positif rumah itu,” ungkap Ashanty saat memberikan keterangan di kawasan Radio Dalam baru-baru ini. Karena itulah, dalam tiga tahun pertama masa penawaran, Anang selalu mencari celah agar rumah tersebut tidak benar-benar jatuh ke tangan orang lain.

Taktik ‘Harga Langit’ Sang Musisi: Strategi Agar Tak Laku

Menariknya, Ashanty membongkar sebuah rahasia kecil mengenai taktik yang digunakan suaminya untuk menggagalkan transaksi. Agar tidak ada calon pembeli yang serius, Anang sengaja mematok harga yang jauh di atas nilai pasar, atau yang disebut Ashanty sebagai “harga tidak masuk akal”. Strategi ini terbukti efektif; meski banyak yang bertanya-tanya, mereka langsung mengurungkan niat begitu mendengar angka fantastis yang disodorkan.

Baca Juga Fahmi Bo Bangkit: Mengintip Warung ‘Icip Icip’ di Tengah Perjuangan Sembuh, Ajak Raffi Ahmad Cicipi Acar Buntut Sapi
Fahmi Bo Bangkit: Mengintip Warung ‘Icip Icip’ di Tengah Perjuangan Sembuh, Ajak Raffi Ahmad Cicipi Acar Buntut Sapi

“Sengaja ditaruh harga tinggi biar orang mental. Tujuannya memang supaya nggak laku. Jadi kalau ada yang nawar pun, akhirnya kami berantem lagi karena Mas Anang maunya dipertahankan terus,” tambah Ashanty sembari tersenyum mengenang masa-masa tersebut. Baginya, itu adalah bentuk proteksi emosional Anang terhadap hasil jerih payahnya selama puluhan tahun di dunia hiburan.

Aurel Hermansyah dan Kehadiran Cucu: Titik Balik Keputusan

Lantas, apa yang akhirnya membuat benteng pertahanan Anang runtuh? Jawabannya bukan terletak pada angka penawaran yang lebih tinggi, melainkan pada permintaan sang putri, Aurel Hermansyah. Seiring dengan pertumbuhan cucu-cucu mereka, keinginan untuk tinggal lebih dekat dengan keluarga besar menjadi faktor penentu utama.

Baca Juga Cinta Tak Harus Hadir: Alasan Menyentuh di Balik Absennya Denada dalam Pernikahan Ressa Rossano
Cinta Tak Harus Hadir: Alasan Menyentuh di Balik Absennya Denada dalam Pernikahan Ressa Rossano

Aurel secara aktif membujuk orang tuanya untuk segera pindah ke lokasi yang lebih strategis dan dekat dengan huniannya saat ini. Keinginan untuk senantiasa mendampingi tumbuh kembang cucu ternyata memiliki kekuatan persuasi yang lebih besar daripada nilai sentimental sebuah rumah. Akhir tahun lalu, Anang akhirnya melunak dan menyetujui keinginan keluarganya untuk benar-benar menjual Istana Cinere demi kebersamaan keluarga yang lebih intim.

Menilik Nilai Investasi dan Harga Pasaran Saat Ini

Kini, dengan restu penuh dari sang suami, Ashanty mulai menyesuaikan strategi penjualan. Tidak ada lagi harga “langit” yang sengaja dipasang untuk mengusir pembeli. Keluarga Hermansyah sepakat untuk melepas rumah tersebut di harga yang wajar dan sesuai dengan tren investasi properti di kawasan Cinere yang terus berkembang.

Baca Juga Rencana Pernikahan Irma Darmawangsa: Dari Berburu Wedding Organizer Hingga Jadi Bintang Tamu di Mini Wedding Expo 2026
Rencana Pernikahan Irma Darmawangsa: Dari Berburu Wedding Organizer Hingga Jadi Bintang Tamu di Mini Wedding Expo 2026

Beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Istana Cinere meliputi:

  • Desain arsitektur klasik modern yang megah dan timeless.
  • Fasilitas lengkap mulai dari kolam renang luas, studio musik pribadi, hingga area taman yang asri.
  • Nilai prestise yang tinggi sebagai hunian salah satu keluarga selebriti paling berpengaruh di Indonesia.
  • Lokasi di Cinere yang dikenal sebagai kawasan hunian eksklusif dengan aksesibilitas yang semakin membaik.

Harapan Baru di Hunian Baru

Meskipun harus merelakan rumah penuh kenangan tersebut, Ashanty dan Anang kini lebih fokus pada masa depan. Bagi mereka, rumah hanyalah sebuah bangunan, sementara jiwa dari rumah itu sendiri adalah orang-orang yang ada di dalamnya. Dengan berpindah ke lokasi yang lebih dekat dengan anak dan cucu, mereka berharap dapat menciptakan lebih banyak memori baru yang tak kalah indah dari apa yang sudah mereka lalui di Cinere.

“Kami sekarang jual di harga pasaran, bukan di bawah rata-rata tapi juga bukan di harga yang nggak masuk akal kayak dulu. Semuanya sudah fair dan kami siap untuk memulai babak baru,” pungkas Ashanty menutup pembicaraan. Bagi para kolektor properti atau peminat hunian mewah, kembalinya Istana Cinere ke pasar tentu menjadi kesempatan langka yang patut dipertimbangkan.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *