Manda Cello Taklukkan Sirkuit Mandalika: Antara Impian Masa Kecil, Adrenalin Radical Motorsport, hingga Sensasi Kaki Lemas

Nadia Safira | RADAR LOKAL
23 Mei 2026, 14:17 WIB
Manda Cello Taklukkan Sirkuit Mandalika: Antara Impian Masa Kecil, Adrenalin Radical Motorsport, hingga Sensasi Kaki Lem

RadarLokal — Deru mesin bertenaga tinggi dan aroma aspal panas menyambut kehadiran sosok selebriti multitalenta, Manda Cello, di lintasan prestisius Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bukan sekadar kunjungan wisata biasa, Manda Cello hadir dengan misi khusus yang memacu adrenalin: menjajal kemampuan di balik kemudi mobil balap profesional. Momen mendebarkan ini menjadi catatan baru dalam perjalanan karier dan hobi sang aktris yang selama ini dikenal lewat layar kaca dan suara merdunya.

Mewujudkan Ambisi Masa Kecil yang Terpendam

Bagi banyak orang, memacu kendaraan di sirkuit kelas dunia mungkin hanya sebuah angan-angan. Namun bagi Manda Cello, ini adalah pelunasan janji pada dirinya sendiri. Bintang film Eyang Kubur ini mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia otomotif dan kecepatan sudah tumbuh sejak ia masih belia. Sayangnya, jalan menuju lintasan balap tidaklah mulus, terutama terkait restu dari orang tua.

Baca Juga Aktor Senior Tio Pakusadewo Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Simak Perjalanan Kesehatannya yang Mengharukan
Aktor Senior Tio Pakusadewo Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Simak Perjalanan Kesehatannya yang Mengharukan

“Memang dari dulu ada cita-cita pengin jadi pembalap motor atau mobil, tapi Mama nggak izinin,” kenang Manda saat berbincang hangat dengan tim kami. Kekhawatiran seorang ibu akan keselamatan anaknya di olahraga ekstrem memang sangat beralasan. Namun, keteguhan hati Manda akhirnya meluluhkan benteng pertahanan sang ibunda. Dengan sedikit ‘paksaan’ halus dan pembuktian kedewasaan, izin yang dinanti-nanti itu akhirnya turun juga.

Momen di Sirkuit Mandalika ini seolah menjadi simbol kebebasan bagi Manda untuk mengeksplorasi sisi lain dirinya yang berani dan penuh tantangan. Ia membuktikan bahwa batasan usia dan gender bukan penghalang untuk menekuni hobi yang didominasi oleh kaum adam ini.

Sentuhan Profesional: Belajar Langsung dari Yasuo Senna Iriawan

Manda Cello menyadari bahwa keberanian saja tidak cukup untuk menaklukkan lintasan balap yang teknis. Oleh karena itu, ia menggandeng pebalap nasional ternama, Yasuo Senna Iriawan, sebagai mentor pribadinya. Kehadiran Yasuo memberikan rasa aman sekaligus asupan ilmu balap yang sangat krusial bagi pemula seperti Manda.

Baca Juga Aksi Nyata Syiar Islam: Habib Usman bin Yahya dan Kartika Putri Siapkan 26 Sapi Premium untuk 15 Ribu Penerima
Aksi Nyata Syiar Islam: Habib Usman bin Yahya dan Kartika Putri Siapkan 26 Sapi Premium untuk 15 Ribu Penerima

Dalam sesi latihan intensif yang berlangsung selama satu hari penuh, Manda diberikan pemahaman mendalam mengenai rute track, titik pengereman (braking point), hingga cara mengambil sudut tikungan (racing line) yang tepat. Pendampingan ini bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendasar mengingat kendaraan yang digunakan bukanlah mobil penumpang biasa.

Menjajal Buasnya Radical Motorsport

Kendaraan yang dipilih untuk debut Manda di Mandalika adalah produk dari Radical Motorsport. Bagi para penggemar otomotif, nama Radical sudah sangat identik dengan mobil open-cockpit berperforma tinggi yang dirancang khusus untuk keperluan balap. Mobil ini tidak memiliki atap, memiliki bobot yang sangat ringan, namun dibekali mesin dengan akselerasi yang mampu membuat jantung berdegup kencang.

Baca Juga Gemerlap Aset Sandra Dewi Ludes Dilelang, Koleksi Mobil Mewah Harvey Moeis Siap Menyusul Bulan Depan
Gemerlap Aset Sandra Dewi Ludes Dilelang, Koleksi Mobil Mewah Harvey Moeis Siap Menyusul Bulan Depan

Mengendarai Radical Motorsport memberikan sensasi yang jauh berbeda dibandingkan mobil sport konvensional. Posisi duduk yang sangat rendah ke aspal dan paparan angin langsung membuat pengemudi benar-benar menyatu dengan lintasan. Inilah yang menjadi tantangan sekaligus daya tarik utama bagi Manda Cello.

Tantangan Teknis: Transmisi Kopling dan Hafalan Rute

Meskipun tampil dengan penuh percaya diri mengenakan baju balap lengkap, Manda tidak menampik adanya rasa gugup yang luar biasa. Salah satu kendala terbesar yang ia hadapi adalah sistem transmisi mobil balap yang menggunakan kopling manual, sesuatu yang jarang ia temui dalam kesehariannya mengemudi di ibu kota.

“Jujur masih bingung, karena nggak pernah bawa mobil kopling, naik turunin gigi dan masih hapalin rute track-nya,” ungkap pemilik akun Instagram @mandacellooo tersebut. Manda menjelaskan bahwa ia menjalani sesi coaching sebanyak 3 lap sebelum akhirnya memberanikan diri melakukan self drive atau mengemudi sendiri sebanyak 6 lap.

Baca Juga Lapor Pak! Siap ‘Geledah’ Dompet Warga di Jogja Financial Festival 2026: Sinergi Edukasi dan Hiburan Berkelas
Lapor Pak! Siap ‘Geledah’ Dompet Warga di Jogja Financial Festival 2026: Sinergi Edukasi dan Hiburan Berkelas

Kecepatan yang ia capai saat mengemudi sendiri menyentuh angka 140 km/jam. Meski bagi pebalap profesional angka tersebut mungkin tergolong standar, bagi seorang pemula yang baru pertama kali mencicipi mobil balap di sirkuit internasional, kecepatan itu sudah cukup untuk memberikan tekanan mental dan fisik yang signifikan.

Sensasi Kaki Lemas dan Kepuasan Batin

Setelah menyelesaikan putaran terakhirnya dan kembali ke pit lane, Manda merasakan dampak fisik dari aktivitas ekstrem tersebut. Ia mengaku kakinya terasa lemas, sebuah reaksi alami tubuh akibat tegangan otot dan lonjakan adrenalin yang dialami selama di lintasan.

“Sudahnya lemas kaki, karena ternyata tidak semudah itu apalagi aku nggak pernah bawa mobil kopling,” tuturnya jujur. Namun, rasa lelah dan gemetar di kaki itu sebanding dengan rasa puas yang ia dapatkan. Sang pelatih, Yasuo Senna, pun memberikan apresiasi atas keberanian Manda. Menurut sang mentor, kekakuan yang dialami Manda adalah hal yang sangat wajar bagi siapa pun yang baru pertama kali menjajal mobil balap murni.

Baca Juga Kisah Menegangkan Heru Gundul: Terjang Semburan Bisa Kobra Hingga 18 Jam Tak Bisa Melihat
Kisah Menegangkan Heru Gundul: Terjang Semburan Bisa Kobra Hingga 18 Jam Tak Bisa Melihat

Pengalaman ini menyadarkan Manda bahwa balapan bukan sekadar menginjak pedal gas sedalam-dalamnya, melainkan tentang kontrol diri, konsentrasi penuh, dan sinkronisasi antara pikiran dan mesin.

Investasi pada Hobi dan Pengalaman Hidup

Dunia balap memang dikenal sebagai hobi mahal. Mulai dari biaya sewa sirkuit, penyewaan mobil balap, hingga jasa instruktur profesional memerlukan kocek yang tidak sedikit. Manda Cello pun tidak menampik hal tersebut. Namun baginya, nilai dari sebuah pengalaman hidup dan tercapainya impian masa kecil tidak bisa diukur semata-mata dengan uang.

“Memang harus dibiasakan, harus sering-sering belajar,” pungkasnya. Manda tampaknya tidak ingin berhenti hanya sampai di sini. Ketertarikannya pada dunia balap sepertinya akan terus berlanjut, dan bukan tidak mungkin kita akan melihat sosoknya kembali di lintasan balap lainnya di masa depan.

Kisah Manda Cello di Mandalika ini menjadi inspirasi bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar gairah hidup. Dengan persiapan yang matang, bimbingan dari ahli, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman, siapapun bisa menaklukkan tantangan terbesar mereka, bahkan jika itu harus membuat kaki terasa lemas di akhir perjalanan.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *