Mengintip Proyek Strategis Smart City Cooperation Center di IKN: Kolaborasi Ambisius Indonesia-Korea Selatan Senilai Rp 115 Miliar

Sarah Amalia | RADAR LOKAL
19 Jun 2026, 14:10 WIB
Mengintip Proyek Strategis Smart City Cooperation Center di IKN: Kolaborasi Ambisius Indonesia-Korea Selatan Senilai Rp

RadarLokal — Penajam Paser Utara kini bukan lagi sekadar hamparan hijau di Kalimantan Timur yang tenang. Di jantung Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah tonggak sejarah baru saja ditancapkan, menandai fase baru dalam transformasi digital Indonesia. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) secara resmi memulai pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC), sebuah pusat komando dan inovasi yang menjadi simbol kemitraan erat antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan.

Proyek ini bukan sekadar pembangunan gedung biasa. Dengan total nilai hibah mencapai 9,9 miliar KRW atau setara dengan Rp 115,94 miliar, SCCC diproyeksikan menjadi otak dari operasional kota cerdas di Nusantara. Terletak strategis di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, yang merupakan bagian dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), gedung ini akan menjadi titik temu antara teknologi mutakhir dan visi pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga Dolar AS Kian Perkasa Tembus Rp 17.858: Menkeu Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tidak Masuk Akal
Dolar AS Kian Perkasa Tembus Rp 17.858: Menkeu Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tidak Masuk Akal

Visi Besar di Balik Groundbreaking SCCC

Langkah awal pembangunan ini ditandai dengan seremoni groundbreaking yang dihadiri oleh para petinggi dari kedua negara. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya lokasi strategis SCCC sebagai penguat fondasi teknologi kota cerdas di Nusantara. Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang kepercayaan internasional terhadap masa depan IKN.

“Untuk semua urusan perizinan, kami tegaskan agar para mitra tidak perlu khawatir. Semuanya berada di bawah kendali Otorita IKN untuk memastikan proses berjalan mulus,” ujar Basuki. Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan bangunan ini memiliki konsep yang sangat visioner. Basuki berharap keberadaan laboratorium kota cerdas ini dapat berfungsi ganda: sebagai pusat edukasi bagi talenta lokal dan jendela bagi pengenalan teknologi kelas dunia dari Korea Selatan.

Baca Juga Guncangan di Pasar Logam Mulia: Harga Emas Antam Hari Ini Terperosok Rp 50.000 per Gram
Guncangan di Pasar Logam Mulia: Harga Emas Antam Hari Ini Terperosok Rp 50.000 per Gram

Detail Konstruksi dan Alokasi Anggaran Hibah

Mencermati lebih dalam mengenai struktur pembiayaan, dari total hibah sebesar Rp 115 miliar tersebut, sekitar Rp 64,41 miliar (5,5 miliar KRW) dialokasikan khusus untuk konstruksi fisik gedung SCCC. Bangunan yang dirancang dengan estetika modern namun tetap fungsional ini akan memiliki luas total sekitar 1.098 meter persegi.

SCCC akan terdiri dari dua lantai yang masing-masing memiliki peran krusial:

  • Lantai Pertama: Akan difungsikan sebagai control room utama yang memantau dinamika kota secara real-time, serta dilengkapi dengan ruang pertemuan eksekutif untuk pengambilan keputusan cepat.
  • Lantai Kedua: Menjadi pusat inovasi yang menaungi area pameran teknologi serta AI & Robotics Lab. Di sinilah kecerdasan buatan akan dikembangkan untuk mengoptimalkan layanan publik di Nusantara.

Tidak hanya di dalam ruangan, area luar bangunan pun didesain dengan konsep eco-friendly. Terdapat lahan yang didedikasikan untuk urban farming, yang berfungsi sebagai demonstrasi bagaimana teknologi cerdas dapat dipadukan dengan ketahanan pangan perkotaan. Proses pembangunan ini dijadwalkan memakan waktu sepuluh bulan dan ditargetkan beroperasi penuh pada akhir tahun 2027.

Baca Juga Akselerasi Revolusi Hijau: Menkeu Purbaya dan Menperin Matangkan Skema Insentif Kendaraan Listrik Terbaru
Akselerasi Revolusi Hijau: Menkeu Purbaya dan Menperin Matangkan Skema Insentif Kendaraan Listrik Terbaru

Transfer Pengetahuan: Lebih dari Sekadar Beton dan Baja

Salah satu poin unik dari kerja sama ini adalah fokusnya pada pengembangan sumber daya manusia. Investasi asing dalam bentuk hibah ini juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol yang digarap oleh Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT). Ini merupakan langkah krusial agar standar pembangunan di IKN selaras dengan protokol global.

Selain itu, terdapat program Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program yang diinisiasi oleh University of Seoul. Program-program ini dirancang untuk memastikan adanya transfer pengetahuan dari para ahli Korea kepada tenaga kerja Indonesia. Dengan demikian, ketika gedung ini selesai, Indonesia sudah memiliki SDM yang siap mengoperasikan teknologi rumit di dalamnya.

Baca Juga Beban Ongkir Kini di Pundak Penjual, Pemerintah Segera Panggil Raksasa E-Commerce demi Keadilan UMKM
Beban Ongkir Kini di Pundak Penjual, Pemerintah Segera Panggil Raksasa E-Commerce demi Keadilan UMKM

Belajar dari Kesuksesan Kota Sejong

Mengapa Korea Selatan? Jawabannya terletak pada rekam jejak mereka dalam membangun kota dari nol. Director Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT) Korea Selatan, Choi Jung-won, mengungkapkan bahwa SCCC diharapkan menjadi jembatan kerja sama jangka panjang. Ia merujuk pada kesuksesan Kota Sejong di Korea Selatan, sebuah kota administratif yang juga dibangun dengan konsep kota pintar.

“Nusantara memiliki peluang besar untuk mengikuti, bahkan melampaui kesuksesan Sejong. Melalui kolaborasi teknologi yang kami miliki, kami ingin tumbuh bersama IKN,” tutur Choi. Semangat kolaborasi ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem digital di Indonesia, mengingat Korea Selatan merupakan salah satu pemimpin global dalam indeks kota cerdas.

Baca Juga Konsentrasi Kepemilikan Tinggi: Saham TCPI dan MGRO Kini Masuk Dalam Radar Pengawasan Khusus Bursa
Konsentrasi Kepemilikan Tinggi: Saham TCPI dan MGRO Kini Masuk Dalam Radar Pengawasan Khusus Bursa

Dampak Bagi Ekosistem Pendidikan dan Teknologi

Bagi masyarakat lokal dan dunia akademik, SCCC adalah angin segar. Otorita IKN memproyeksikan pusat ini sebagai laboratorium digital yang inklusif. Di masa depan, para mahasiswa dan peneliti dari berbagai universitas di Indonesia dapat memanfaatkan fasilitas di SCCC untuk melakukan riset terkait kecerdasan buatan, sensor kota, hingga manajemen limbah berbasis IoT.

Kehadiran AI & Robotics Lab di lantai dua menjadi magnet tersendiri. Di tengah tren global digitalisasi, keberadaan lab ini di IKN menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam membangun kedaulatan teknologi. Pembangunan IKN tidak lagi dipandang hanya sebagai perpindahan fisik kantor pemerintahan, melainkan lompatan kuantum menuju peradaban baru yang lebih efisien dan modern.

Menuju 2027: Apa yang Bisa Kita Harapkan?

Dengan target operasional pada 2027, SCCC akan menjadi salah satu bangunan pertama yang menunjukkan wajah asli “Nusantara Masa Depan”. Masyarakat nantinya akan dapat melihat bagaimana sebuah kota dikelola dengan data, di mana kemacetan diminimalisir melalui sistem transportasi cerdas, dan penggunaan energi dioptimalkan melalui algoritma canggih.

Sebagai kesimpulan, SCCC bukan hanya sebuah pusat kerja sama, melainkan mercusuar inovasi bagi Indonesia. Melalui dukungan teknologi dari Negeri Ginseng dan semangat gotong royong dari tanah air, IKN bersiap membuktikan kepada dunia bahwa kota hutan (forest city) yang cerdas dan berkelanjutan bukanlah sekadar mimpi, melainkan realitas yang sedang dibangun, satu bata demi satu bata.

Pemerintah berharap, dengan dimulainya proyek ini, minat investor lain untuk masuk ke sektor teknologi cerdas di IKN akan semakin meningkat, mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui pusat pertumbuhan baru di Kalimantan.

Sarah Amalia

Sarah Amalia

Analis ekonomi muda yang hobi membedah tren pasar dan strategi UMKM. Pengisi utama kolom Radar Finance.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *