Kisah Pilu Calvin Dores: Antara Warisan Nama Besar dan Perjuangan Hidup yang Menghimpit

Nadia Safira | RADAR LOKAL
22 Mei 2026, 22:14 WIB
Kisah Pilu Calvin Dores: Antara Warisan Nama Besar dan Perjuangan Hidup yang Menghimpit

RadarLokal — Nama besar Deddy Dores di panggung hiburan tanah air adalah sebuah legenda yang tak terbantahkan. Sebagai maestro di balik lagu-lagu melankolis yang merajai era 90-an, sosoknya dihormati sebagai salah satu pilar industri musik Indonesia. Namun, bayang-bayang kejayaan sang ayah ternyata tak selamanya memberikan jaminan kemudahan bagi keturunannya. Calvin Dores, putra dari sang legenda, kini tengah berjuang di titik nadir kehidupannya.

Baru-baru ini, jagat maya dikejutkan dengan sebuah pernyataan berani sekaligus menyayat hati dari Calvin. Ia mengaku rela melakukan apa saja demi menyambung hidup, bahkan hingga terlintas keinginan nekat untuk menjual bola matanya. Unggahan tersebut bukan sekadar gertakan atau pencarian sensasi di tengah masalah finansial yang membelitnya, melainkan sebuah jeritan minta tolong dari seorang kepala keluarga yang sudah merasa buntu.

Baca Juga Retaknya Rumah Tangga Dede Sunandar: Perjuangan 12 Tahun yang Berakhir di Persimpangan Jalan
Retaknya Rumah Tangga Dede Sunandar: Perjuangan 12 Tahun yang Berakhir di Persimpangan Jalan

Keputusan Nekat di Tengah Badai Ekonomi

Calvin Dores mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyangka jika pernyataannya mengenai keinginan menjual bola mata akan memicu gelombang perhatian publik yang begitu masif. Baginya, pemikiran ekstrem tersebut muncul dari rasa tanggung jawab yang luar biasa terhadap orang-orang tercinta yang menggantungkan hidup kepadanya.

“Kalau bicara itu, sebenarnya semua manusia yang masih diberi napas pasti alami masalah ya. Cuma saya juga nggak nyangka statement saya bisa viral se-viral ini gitu. Karena tujuan saya jual mata juga hanya untuk kepentingan warga saya sih, ibu saya, anak-anak saya,” ungkap Calvin saat ditemui tim RadarLokal dalam sebuah kesempatan wawancara di Jakarta Selatan.

Baca Juga Prahara Ratu Sofya dan HAS Pictures: Menyingkap Tabir di Balik Somasi Promosi Film dan Hak yang Terabaikan
Prahara Ratu Sofya dan HAS Pictures: Menyingkap Tabir di Balik Somasi Promosi Film dan Hak yang Terabaikan

Pernyataan ini mencerminkan betapa berat beban yang dipikulnya. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, ia merasa harus mengambil langkah drastis agar ibu dan anak-anaknya tidak perlu merasakan pahitnya kemiskinan yang ia alami sendiri.

Dinding Tebal Persyaratan Administrasi dan Ijazah

Salah satu hambatan terbesar yang dihadapi Calvin dalam memperbaiki taraf hidupnya adalah sulitnya menembus dunia kerja formal. Meski ia memiliki kemauan keras untuk bekerja, sistem rekrutmen di Indonesia yang masih sangat bergantung pada syarat administratif seperti ijazah seringkali menjadi tembok penghalang yang sulit diruntuhkan.

“Ya sulit nyari kerja. Walaupun bukan berarti saya malas, banyak netizen bilang, ‘Malas’. Berarti dia belum kenal gue karena saya sudah melakukan apa saja belakangan ini,” tegasnya. Calvin membantah tudingan miring yang menyebutnya hanya ingin mengandalkan belas kasihan tanpa mau berusaha keras.

Baca Juga Momen Khidmat Ibadah Haji 2026: Atta Halilintar Ungkap Kondisi Anang dan Ashanty Serta Titipan Doa dari Tanah Suci
Momen Khidmat Ibadah Haji 2026: Atta Halilintar Ungkap Kondisi Anang dan Ashanty Serta Titipan Doa dari Tanah Suci

Ia menceritakan pengalamannya saat mencoba melamar menjadi sopir di sebuah perusahaan. Meskipun ada peluang melalui jalur pertemanan, ia tetap menemui jalan buntu ketika dihadapkan pada persyaratan ijazah pendidikan terakhir. Hal ini menciptakan lingkaran setan bagi banyak orang yang memiliki keterampilan namun tidak didukung oleh dokumen pendidikan formal yang memadai.

Menyambung Nyawa dengan Kerja Serabutan

Demi memastikan ada makanan di atas meja, Calvin Dores tidak mempedulikan statusnya sebagai anak seorang bintang besar. Ia tidak ragu untuk mengambil pekerjaan serabutan yang jauh dari gemerlap lampu studio. Baginya, gengsi tidak akan bisa mengenyangkan perut keluarganya.

Selama beberapa waktu terakhir, Calvin telah melakoni berbagai peran. Mulai dari menjadi sopir mobil pribadi, mengantarkan mobil operasional gereja, hingga menjadi sopir jemputan anak sekolah. Namun, pekerjaan semacam itu bersifat insidentil atau ‘cabutan’, sehingga penghasilannya pun tidak menentu.

Baca Juga Sule Buka Suara Soal Rencana Menikahi Santyka Fauziah: Bukan Prioritas Utama, Belajar dari Luka Masa Lalu
Sule Buka Suara Soal Rencana Menikahi Santyka Fauziah: Bukan Prioritas Utama, Belajar dari Luka Masa Lalu

“Saya sempat job nyupir mobil, terus nganterin mobil gereja, nganter jemput anak sekolahan, itu pernah. Cuman kan nggak netap bulanan, jadi kayak cabutan lah bahasanya,” tuturnya. Ketidakpastian pendapatan inilah yang membuatnya terus berada dalam kecemasan finansial setiap harinya.

Ironi di Dunia Musik: Karya yang Terjual Murah

Darah seni mengalir deras dalam tubuh Calvin. Hingga saat ini, ia sebenarnya masih aktif bergelut di dunia musik, bidang yang membesarkan nama ayahnya. Namun, industri musik saat ini sangat keras dan tidak selalu memberikan apresiasi finansial yang layak, terutama bagi musisi yang berjuang secara independen di tengah persaingan global.

Calvin mengaku terpaksa menjual beberapa karya ciptaannya, baik yang ditujukan untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri, dengan harga yang sangat rendah. Hal ini ia lakukan semata-mata sebagai upaya terakhir untuk bertahan hidup.

Baca Juga Eksklusif: Usai Resepsi Mewah di Jakarta, El Rumi dan Syifa Hadju Siapkan Pesta Intimate di Bali untuk Sahabat Terdekat
Eksklusif: Usai Resepsi Mewah di Jakarta, El Rumi dan Syifa Hadju Siapkan Pesta Intimate di Bali untuk Sahabat Terdekat

“Musik juga saya masih main sampai detik ini. Sampai saya jual-jual beberapa karya saya. Harganya jatuh banget, tapi nggak apa-apa deh, yang penting bisa bertahan hidup,” katanya dengan nada getir. Keputusan menjual karya dengan harga ‘jatuh’ adalah bentuk pengorbanan seorang seniman yang terhimpit oleh kebutuhan mendasar yang mendesak.

Ketika Rasa Lapar Menjadi Teman Sehari-hari

Salah satu bagian paling menyentuh dari kisah Calvin adalah bagaimana ia menggambarkan perjuangannya melawan rasa lapar. Ada kalanya, ia harus berpura-pura bahwa dirinya sedang melakukan diet tertentu hanya untuk menutupi kenyataan bahwa ia memang tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

“Kalau gue nahan lapar sih gue udah biasa ya. Sampai gue bikin statement di pikiran gua sendiri, ‘Ah udah, gua anggep aja intermittent fasting’,” ceritanya sambil berusaha memberikan tawa kecil di tengah kesedihan.

Namun, ketegarannya runtuh saat melihat anak-anaknya harus ikut menanggung beban tersebut. Sebagai orang tua, melihat anak kekurangan nutrisi adalah luka yang paling dalam. Ia merasa sedih luar biasa ketika di rumahnya tidak ada lauk yang layak untuk disajikan kepada anak-anaknya.

“Ini anak gue sampai nahan lapar karena gue nggak punya duit gitu loh. Bukan lapar banget ya, maksudnya lauk nggak ada. Ini lauknya ada, kayak telor mah gue bilang udah alhamdulillah-lah,” pungkasnya. Bagi Calvin, sebutir telur kini menjadi kemewahan yang sangat ia syukuri di tengah masa-masa sulit ini.

Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan

Perjalanan hidup Calvin Dores menjadi sebuah pengingat bagi kita semua bahwa roda kehidupan selalu berputar. Kehidupan artis atau keluarga publik figur tidak selalu bergelimang harta dan kemudahan. Di balik nama besar yang disandang, ada perjuangan nyata yang mungkin jauh lebih berat karena adanya ekspektasi sosial dari masyarakat.

Kisah Calvin bukan sekadar tentang kemiskinan, melainkan tentang kegigihan seorang ayah yang ingin memastikan masa depan anak-anaknya lebih baik dari apa yang ia alami sekarang. Ia tidak mengeluh tentang masa lalunya, namun ia berharap ada pintu kesempatan yang terbuka luas bagi mereka yang mau bekerja keras, tanpa harus selalu terhambat oleh selembar kertas ijazah.

Semangat untuk terus bertahan, meskipun harus menjual karya dengan harga murah atau bekerja sebagai sopir serabutan, menunjukkan karakter asli seorang pejuang. Semoga perjuangan Calvin Dores segera membuahkan hasil yang manis dan keluarganya bisa kembali merasakan kesejahteraan yang layak.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *