Febby Rastanty dan Filosofi Berlari: Transformasi Menjadi Pelari Marathon Sejati demi Kesehatan Mental

Nadia Safira | RADAR LOKAL
31 Mei 2026, 12:15 WIB
Febby Rastanty dan Filosofi Berlari: Transformasi Menjadi Pelari Marathon Sejati demi Kesehatan Mental

RadarLokal — Di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan yang menuntut performa sempurna di depan kamera, aktris berbakat Febby Rastanty justru menemukan kedamaian di atas aspal lintasan lari. Bagi sebagian orang, berlari mungkin dianggap sebagai aktivitas fisik yang melelahkan, namun bagi Febby, setiap langkah kaki adalah bentuk meditasi bergerak yang menyegarkan jiwa.

Kini, wajah Febby tak hanya akrab menghiasi layar kaca, tetapi juga semakin sering terlihat di berbagai ajang lari bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kegemarannya pada olahraga lari bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan ketenangan batin atau yang akrab disebut sebagai mental healing.

Baca Juga Aksi Nyata Syiar Islam: Habib Usman bin Yahya dan Kartika Putri Siapkan 26 Sapi Premium untuk 15 Ribu Penerima
Aksi Nyata Syiar Islam: Habib Usman bin Yahya dan Kartika Putri Siapkan 26 Sapi Premium untuk 15 Ribu Penerima

Momen Introspeksi di Setiap Langkah

Dalam sebuah kesempatan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Febby berbagi cerita tentang alasannya begitu mencintai aktivitas lari. Baginya, berlari sendirian adalah momen emas untuk melakukan me time yang berkualitas. Setelah seharian bergelut dengan jadwal syuting yang padat dan interaksi sosial yang intens, menyepi di lintasan lari menjadi pelarian yang paling sehat.

“Biasanya lari itu selalu sendiri, lebih sering sendiri. Sambil dengerin lagu, terus kadang sambil ngomong sama diri sendiri, sambil kontemplasi, sambil dengerin podcast. Itu emang beneran healing buat aku,” ungkap Febby dengan antusias. Ungkapan ini menunjukkan bahwa berlari memberikan ruang bagi dirinya untuk memproses pikiran yang mungkin terabaikan selama sibuk bekerja.

Baca Juga Denny Goestaf Tantang Balik Laporan Clara Shinta: ‘Saya Sudah Tunggu Momen Ini’
Denny Goestaf Tantang Balik Laporan Clara Shinta: ‘Saya Sudah Tunggu Momen Ini’

Fenomena kesehatan mental memang tengah menjadi sorotan, dan Febby memilih cara yang produktif untuk menjaganya. Dengan berlari, ia tidak hanya membakar kalori, tetapi juga membuang emosi negatif dan stres yang menumpuk. Aktivitas ini memungkinkannya untuk melakukan percakapan internal yang jujur dengan dirinya sendiri, sebuah proses yang jarang bisa didapatkan di tengah keramaian.

Keseimbangan Antara Kesendirian dan Kebersamaan

Meskipun ia sangat menikmati momen kesendirian saat berlari, Febby juga tidak menutup diri untuk berbagi hobi ini dengan orang terdekatnya. Ia seringkali terlihat berlari bersama suaminya, menciptakan momen berkualitas dalam hubungan mereka melalui aktivitas yang sehat. Menurutnya, ini adalah cara yang manis untuk tetap terhubung sambil mengejar target kesehatan bersama.

Baca Juga Ketegangan Industri Kecantikan: Fitri Salhuteru Resmi Adukan Produk Doktif ke BPOM
Ketegangan Industri Kecantikan: Fitri Salhuteru Resmi Adukan Produk Doktif ke BPOM

Namun, ia menegaskan bahwa esensi dari lari baginya tetaplah kemandirian. Ada kepuasan tersendiri saat ia mampu menaklukkan jarak demi jarak hanya dengan mengandalkan kekuatan kakinya sendiri. Perpaduan antara momen kebersamaan dan waktu pribadi ini membuat gaya hidup sehat yang dijalani Febby terasa lebih dinamis dan tidak membosankan.

Awal Mula Perjalanan Profesional: Keajaiban Tokyo Marathon

Transformasi Febby dari seorang pelari rekreasional menjadi pelari yang lebih serius dimulai pada tahun 2023. Titik baliknya adalah ketika ia memberanikan diri mengikuti Tokyo Marathon. Ajang lari maraton kelas dunia tersebut ternyata memberikan dampak psikologis yang sangat kuat bagi dirinya. Menuntaskan jarak 42,195 kilometer di jalanan Tokyo bukan hanya soal ketahanan fisik, tetapi juga tentang pembuktian mental.

Baca Juga Lapor Pak! Siap ‘Geledah’ Dompet Warga di Jogja Financial Festival 2026: Sinergi Edukasi dan Hiburan Berkelas
Lapor Pak! Siap ‘Geledah’ Dompet Warga di Jogja Financial Festival 2026: Sinergi Edukasi dan Hiburan Berkelas

Setelah berhasil mencapai garis finis di Tokyo, Febby mengaku mengalami perasaan euforia yang luar biasa, yang sering disebut oleh para pelari sebagai runner’s high. Pengalaman itulah yang membuatnya ketagihan untuk terus menantang dirinya di ajang-ajang maraton lainnya. Semangat gaya hidup sehat ini kemudian ia tularkan kepada para pengikutnya di media sosial, menginspirasi banyak orang untuk mulai bergerak.

Pencapaian Prestisius: Six Star Medal dalam Genggaman

Tidak main-main dengan hobi barunya, dalam kurun waktu tiga tahun sejak memulai debut profesionalnya, Febby Rastanty telah mencapai prestasi yang diimpikan oleh jutaan pelari di seluruh dunia. Ia berhasil menamatkan enam ajang maraton utama dunia atau yang dikenal sebagai World Marathon Majors. Prestasi ini diganjar dengan penghargaan prestisius berupa Six Star Medal.

Baca Juga Polemik Nafkah Anak Wardatina Mawa: Tepis Isu Rp 500 Ribu, Sang Selebgram Tuntut Rp 25 Juta Per Bulan
Polemik Nafkah Anak Wardatina Mawa: Tepis Isu Rp 500 Ribu, Sang Selebgram Tuntut Rp 25 Juta Per Bulan

Enam maraton utama tersebut meliputi Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York City Marathon. Menamatkan keenamnya memerlukan disiplin tinggi, latihan fisik yang sangat berat, serta manajemen waktu yang luar biasa, mengingat Febby tetap aktif di dunia hiburan. Pencapaian ini membuktikan bahwa dedikasi Febby pada olahraga lari sudah berada di level yang sangat serius.

Tips Konsistensi Ala Febby Rastanty

Banyak penggemar yang bertanya bagaimana ia bisa tetap konsisten berlatih di tengah kesibukan. Berikut adalah beberapa poin penting yang bisa dipetik dari perjalanan Febby:

  • Cari Motivasi Internal: Temukan alasan mengapa Anda ingin berlari, apakah untuk kesehatan mental atau pencapaian pribadi.
  • Gunakan Perangkat Pendukung: Musik atau podcast bisa menjadi teman yang baik agar lari tidak terasa membosankan.
  • Disiplin Latihan: Membangun daya tahan tubuh memerlukan waktu dan latihan yang rutin, tidak bisa instan.
  • Nikmati Proses: Jangan hanya fokus pada garis finis, tetapi nikmati setiap pemandangan dan sensasi yang dirasakan saat berlari.

Lari Sebagai Bentuk Self-Love

Bagi Febby Rastanty, berlari adalah salah satu bentuk tertinggi dari mencintai diri sendiri atau self-love. Dengan memberikan waktu bagi tubuhnya untuk bergerak dan memberikan waktu bagi pikirannya untuk beristirahat dari kebisingan luar, ia merasa menjadi pribadi yang lebih utuh dan bahagia. Hal-hal sederhana seperti menghirup udara pagi atau melihat matahari terbit saat berlari menjadi sumber kebahagiaan tersendiri baginya.

Kisah Febby mengingatkan kita bahwa di balik gemerlap dunia selebriti, setiap individu membutuhkan ruang untuk kembali ke diri mereka sendiri. Olahraga bukan lagi sekadar urusan otot, melainkan urusan hati dan ketenangan pikiran. Melalui inspirasi tokoh seperti Febby, kita diajak untuk melihat bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang paling berharga.

Kini, dengan medali enam bintang yang sudah diraihnya, Febby tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Lari sudah mendarah daging dalam kesehariannya. Baginya, setiap lintasan baru adalah cerita baru, dan setiap garis finis adalah awal dari perjalanan berikutnya. Sebuah filosofi hidup yang patut dicontoh oleh siapa saja yang ingin memulai langkah pertamanya menuju hidup yang lebih berkualitas.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *