Babak Baru Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu: Teror Debt Collector Hingga Polemik Tunggakan Biaya Pendidikan Anak

Nadia Safira | RADAR LOKAL
01 Jun 2026, 08:12 WIB
Babak Baru Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu: Teror Debt Collector Hingga Polemik Tunggakan Biaya Pendidikan Anak

RadarLokal — Dinamika kehidupan pasca-perceraian antara dua pesohor tanah air, Sarwendah dan Ruben Onsu, tampaknya masih jauh dari kata damai. Alih-alih mereda setelah putusan pengadilan, hubungan keduanya justru memasuki babak baru yang kian pelik dan penuh ketegangan. Masalah yang semula bersifat privat kini mencuat ke publik setelah pihak Sarwendah melayangkan protes keras terkait urusan finansial dan tanggung jawab pengasuhan anak yang dinilai mulai terbengkalai.

Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan pengakuan pihak Sarwendah yang merasa ketenangannya terusik oleh kehadiran pihak ketiga. Bukan sekadar kabar burung, mantan personel Cherrybelle tersebut dikabarkan tengah menghadapi tekanan dari pihak eksternal yang berkaitan dengan kewajiban finansial masa lalu. Kondisi ini memicu respons tegas dari tim hukumnya yang merasa klien mereka disudutkan atas beban yang seharusnya bukan lagi menjadi tanggung jawabnya.

Baca Juga Perjuangan Fahmi Bo: Antara Kursi Roda, Asa Kembali Berakting, dan Ikhtiar di Jalur Kuliner
Perjuangan Fahmi Bo: Antara Kursi Roda, Asa Kembali Berakting, dan Ikhtiar di Jalur Kuliner

Teror Debt Collector yang Salah Sasaran

Melalui kuasa hukumnya, Abraham Simon, Sarwendah mengungkapkan bahwa dirinya kembali menghadapi situasi tidak menyenangkan akibat ulah debt collector. Kejadian ini dikabarkan telah berulang, di mana pihak penagih utang mendatangi atau menghubungi Sarwendah untuk menagih cicilan kendaraan yang secara hukum dan penguasaan fisik berada di bawah kendali Ruben Onsu.

“Ini adalah kedua kalinya klien kami diusik oleh debt collector terkait penagihan salah satu mobil yang sebenarnya merupakan aset milik RO (Ruben Onsu). Secara faktual, penguasaan aset tersebut ada pada pihak RO, bukan Sarwendah,” ujar Abraham Simon dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan pada Minggu (31/5/2026). Pihak Sarwendah merasa keberatan karena nama baik dan ketenangan hidupnya terganggu oleh urusan yang semestinya diselesaikan oleh mantan suaminya tersebut.

Baca Juga Siasat Baru Ammar Zoni: Menolak Banding dan Mempertaruhkan Nasib Lewat Jalur Peninjauan Kembali
Siasat Baru Ammar Zoni: Menolak Banding dan Mempertaruhkan Nasib Lewat Jalur Peninjauan Kembali

Abraham mempertanyakan mekanisme penagihan yang dilakukan oleh pihak perbankan atau perusahaan pembiayaan. Menurutnya, tidak ada alasan logis bagi mereka untuk terus mengganggu Sarwendah, mengingat kesepakatan pembagian aset pasca-perceraian sudah jelas. Pihak Sarwendah mendesak agar institusi terkait segera memperbarui data komunikasi penagihan agar tidak lagi menyasar pihak yang tidak relevan.

Polemik Biaya Pendidikan: Janji yang Terabaikan?

Masalah tidak berhenti pada urusan kendaraan. Isu yang jauh lebih sensitif kini muncul ke permukaan, yakni mengenai kesejahteraan anak-anak mereka. Dalam akta perjanjian yang ditandatangani saat proses perceraian berlangsung, Ruben Onsu secara sah berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya pendidikan ketiga buah hatinya hingga mereka menyelesaikan jenjang perguruan tinggi.

Baca Juga Kilauan Bintang Muda: Ariana Ivy Pukau Panggung Puteri Anak Remaja Indonesia Banten 2026 dengan Vokal Emasnya
Kilauan Bintang Muda: Ariana Ivy Pukau Panggung Puteri Anak Remaja Indonesia Banten 2026 dengan Vokal Emasnya

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang kontradiktif. Abraham Simon membeberkan bahwa sejak akhir tahun 2025 hingga memasuki pertengahan tahun 2026, Ruben diduga tidak lagi memenuhi kewajibannya tersebut. “Faktanya, meskipun sudah ada kesepakatan tertulis mengenai pemeliharaan anak, klien kami (Sarwendah) justru harus turun tangan sendiri membiayai segala keperluan anak-anak sejak akhir 2025 sampai saat ini,” ungkap Simon dengan nada kecewa.

Klaim ini tentu sangat kontras dengan citra yang selama ini terlihat di media sosial. Sarwendah, yang kini harus berjuang sebagai orang tua tunggal dalam hal operasional harian, mengaku tidak hanya membayar uang sekolah formal, tetapi juga menanggung biaya tambahan lainnya yang tidak sedikit nilainya.

Baca Juga Rahasia Transformasi Angela Tee: Operasi Plastik Ekstrem di Thailand Sebagai Ikhtiar Terakhir Menyelamatkan Pernikahan
Rahasia Transformasi Angela Tee: Operasi Plastik Ekstrem di Thailand Sebagai Ikhtiar Terakhir Menyelamatkan Pernikahan

Beban Finansial yang Dipikul Sarwendah Secara Mandiri

Ketidakhadiran dukungan finansial dari pihak Ruben memaksa Sarwendah untuk melakukan manajemen keuangan ekstra ketat. Segala kebutuhan rutin mulai dari biaya sekolah bulanan, biaya bimbingan belajar atau les privat, hingga keperluan kesehatan yang mendesak, kini sepenuhnya ditanggung oleh Sarwendah. Dalam laporan yang disampaikan, ketika anak-anak jatuh sakit dan membutuhkan penanganan dokter spesialis, seluruh biayanya keluar dari kantong pribadi Sarwendah.

“Biaya sekolah, les-les, bimbingan belajar, bahkan biaya rumah sakit atau dokter saat anak sakit, semuanya ditanggung oleh klien kami. Ini sudah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa adanya kontribusi yang sesuai dengan perjanjian awal,” tambah Simon. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar kehidupan finansial Ruben Onsu hingga kewajiban dasar untuk anak-anaknya terabaikan.

Baca Juga Denny Goestaf Tantang Balik Laporan Clara Shinta: ‘Saya Sudah Tunggu Momen Ini’
Denny Goestaf Tantang Balik Laporan Clara Shinta: ‘Saya Sudah Tunggu Momen Ini’

Upaya untuk menagih komitmen tersebut kabarnya telah dilakukan secara kekeluargaan, namun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketidakjelasan komitmen ini akhirnya mendorong Sarwendah untuk membawa masalah ini ke ranah hukum agar terdapat kepastian bagi masa depan pendidikan anak-anak mereka.

Bukti Digital dan Langkah Hukum Selanjutnya

Untuk memperkuat klaimnya, pihak Sarwendah mengaku memiliki bukti-bukti kuat, termasuk rekam jejak percakapan digital melalui aplikasi pesan singkat. Dalam bukti tersebut, terlihat jelas bahwa sebelum akta perjanjian ditandatangani, Ruben Onsu telah memberikan jaminan dan memastikan bahwa dirinya akan bertanggung jawab penuh atas pendidikan ketiga anaknya hingga lulus kuliah.

Bukti chat tersebut menjadi kartu as bagi tim hukum Sarwendah untuk membuktikan adanya wanprestasi terhadap kesepakatan yang telah dibuat. Perceraian artis seringkali menyisakan residu konflik seperti ini, namun pihak Sarwendah menekankan bahwa kepentingan anak harus diletakkan di atas ego pribadi masing-masing pihak.

“Kami memiliki bukti percakapan yang menunjukkan komitmen tersebut. Jadi ini bukan sekadar klaim sepihak, melainkan ada landasan kesepakatan yang dilanggar,” tegas Abraham Simon. Langkah selanjutnya yang akan diambil adalah melakukan somasi atau tindakan hukum lebih lanjut jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan tunggakan-tunggakan tersebut.

Menanti Klarifikasi dan Solusi Terbaik

Hingga berita ini diturunkan, pihak Ruben Onsu belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan penunggakan biaya pendidikan maupun masalah debt collector tersebut. Publik kini menanti klarifikasi dari pihak Ruben untuk mendapatkan perspektif yang berimbang mengenai konflik ini.

Kasus ini menjadi pengingat bagi banyak pihak bahwa urusan perceraian tidak selesai hanya dengan ketuk palu hakim. Tanggung jawab pasca-cerai, terutama yang menyangkut hak-hak anak, merupakan kewajiban moral dan hukum yang harus dijunjung tinggi. Sarwendah berharap agar masalah ini dapat segera terselesaikan tanpa harus mengganggu kondisi psikologis anak-anak mereka yang masih membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya.

Kisah ini menambah daftar panjang kerumitan aset kekayaan dan tanggung jawab nafkah di kalangan selebriti. Bagi Sarwendah, prioritas utamanya saat ini adalah memastikan anak-anaknya tetap mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan terbaik, meskipun ia harus berjuang sendiri menghadapi tekanan finansial dan gangguan dari pihak penagih utang yang salah sasaran.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *