Perjuangan Terakhir Ayah Bunga Zainal Melawan Kanker: Dari Kehilangan Suara Hingga Wasiat Mengharukan

Nadia Safira | RADAR LOKAL
06 Mei 2026, 12:15 WIB
Perjuangan Terakhir Ayah Bunga Zainal Melawan Kanker: Dari Kehilangan Suara Hingga Wasiat Mengharukan

RadarLokal — Kabar duka datang dari panggung hiburan tanah air. Aktris ternama Bunga Zainal tengah dirundung kesedihan mendalam setelah melepas kepergian ayah tercintanya, Sapuri bin Husein. Di balik prosesi pemakaman yang penuh haru di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, tersingkap sebuah narasi perjuangan luar biasa dari seorang ayah yang melawan penyakit ganas demi tetap bersama keluarga tercintanya.

Kepergian sang ayah bukan sekadar kehilangan bagi Bunga, melainkan akhir dari sebuah babak panjang yang penuh air mata dan ketegaran. Selama beberapa tahun terakhir, keluarga besar Bunga Zainal telah berjibaku memberikan perawatan terbaik bagi almarhum yang didiagnosa mengidap penyakit kanker. Penyakit ini bukan hanya menguras energi fisik almarhum, tetapi juga menguji mental dan spiritual seluruh anggota keluarga yang mendampingi setiap langkah pengobatannya.

Baca Juga Kisah Inspiratif Aris Idol: Menjemput Rezeki Lewat Ngamen Digital dari Pesisir Pantai hingga Puncak Bukit
Kisah Inspiratif Aris Idol: Menjemput Rezeki Lewat Ngamen Digital dari Pesisir Pantai hingga Puncak Bukit

Awal Mula Diagnosa: Perjuangan Pasca Pandemi

Menurut penuturan Bunga Zainal, kondisi kesehatan ayahnya mulai menunjukkan penurunan yang signifikan sejak tahun 2021. Momen tersebut bertepatan dengan masa transisi setelah puncak pandemi COVID-19 melanda dunia. Diagnosa kanker yang diterima keluarga bagaikan petir di siang bolong, namun mereka memilih untuk tidak menyerah pada keadaan dan segera mengambil langkah medis yang diperlukan.

“Jadi Papa itu memang sebelumnya ada riwayat sakit cancer yang sudah berapa tahun diderita gitu. Jadi ya sekarang alhamdulillah Papa sudah nggak sakit lagi,” ungkap Bunga Zainal dengan suara yang bergetar saat ditemui awak media di lokasi pemakaman pada Rabu (6/5/2026). Kalimat tersebut mencerminkan betapa beratnya beban yang selama ini dipikul oleh almarhum, hingga kematian dipandang sebagai sebuah peristirahatan yang damai dari rasa sakit yang tak kunjung usai.

Baca Juga Al Ghazali Pasang Badan! Nama Unik Sang Buah Hati Jadi Bahan Candaan, RadarLokal Ungkap Makna Mendalam di Baliknya
Al Ghazali Pasang Badan! Nama Unik Sang Buah Hati Jadi Bahan Candaan, RadarLokal Ungkap Makna Mendalam di Baliknya

Selama periode 2021 hingga saat ini, almarhum telah menjalani berbagai rangkaian pengobatan intensif. Mulai dari terapi medis standar hingga berbagai prosedur berat yang menyita waktu dan tenaga. Bunga menceritakan bahwa pihak keluarga telah mengupayakan segala cara agar sang ayah mendapatkan kualitas hidup yang baik meskipun di tengah gempuran sel-sel kanker yang terus menyebar.

Kehilangan Suara: Ujian Komunikasi di Akhir Hayat

Salah satu fase yang paling menyedihkan bagi keluarga adalah ketika kanker tersebut mengharuskan almarhum menjalani tindakan operasi besar. Prosedur medis ini, meski bertujuan untuk menekan penyebaran penyakit, membawa konsekuensi yang sangat berat. Pasca operasi, ayah Bunga Zainal kehilangan kemampuan untuk berbicara. Suaranya hilang, menyisakan keheningan di sisa-sisa hari hidupnya.

Baca Juga Drama 5 Tahun Istana Cinere: Alasan Anang Hermansyah Akhirnya Luluh dan Siap Lepas Rumah Mewahnya
Drama 5 Tahun Istana Cinere: Alasan Anang Hermansyah Akhirnya Luluh dan Siap Lepas Rumah Mewahnya

“Karena Papa terakhir kan nggak bisa komunikasi lagi ya, sudah karena operasi itu otomatis suaranya hilang. Cuma kita sebagai keluarga sudah pasti tahu yang dia mau, kayak sudah nggak mau dipasangin alat apa gitu,” jelas Bunga. Kondisi tanpa suara ini memaksa keluarga untuk membangun insting yang lebih kuat dalam memahami setiap gerak-gerik dan tatapan mata sang ayah.

Meskipun komunikasi verbal telah terputus, Bunga Zainal dan saudara-saudaranya merasa bahwa ikatan batin mereka justru semakin menguat. Mereka belajar untuk membaca keinginan almarhum melalui isyarat sederhana. Kehilangan suara tersebut tidak lantas menghapus kehadiran sosok Sapuri bin Husein sebagai pilar keluarga; justru dalam kesunyiannya, ia tetap menjadi pusat kekuatan bagi anak-anaknya.

Baca Juga Aksi Dermawan Dewi Perssik di Idul Adha: Kurban Serentak di 4 Kota dengan Sapi Raksasa 2,4 Ton
Aksi Dermawan Dewi Perssik di Idul Adha: Kurban Serentak di 4 Kota dengan Sapi Raksasa 2,4 Ton

Keputusan Mengharukan: Menolak Alat Medis di Rumah

Memasuki fase akhir perjuangannya, kondisi fisik almarhum menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang luar biasa. Tubuhnya yang terus digempur oleh penyakit dan efek samping pengobatan tampak sudah mencapai batasnya. Pada titik inilah, sebuah keputusan besar harus diambil oleh pihak keluarga dengan mempertimbangkan keinginan terdalam sang ayah.

Almarhum sempat mengisyaratkan bahwa dirinya sudah merasa lelah dengan hiruk-pikuk rumah sakit dan segala perangkat medis yang menempel di tubuhnya. Ia menyatakan keinginan untuk pulang dan menghabiskan waktu terakhirnya di rumah sendiri, dikelilingi oleh wajah-wajah orang yang ia cintai tanpa gangguan deru mesin rumah sakit.

“Tetapi terakhir kayak kita keluarga juga sudah lihat Papa capek ya, mungkin dia punya badan, Papa yang punya fisik gitu. Jadi ya sudah, maunya di rumah kita kabulin,” tutur Bunga. Keputusan ini diambil dengan berat hati namun penuh rasa hormat terhadap martabat sang ayah sebagai seorang pejuang. Menghormati wasiat terakhir untuk tidak dipasangi alat medis tambahan menjadi cara keluarga memberikan rasa nyaman di detik-detik terakhirnya.

Baca Juga Babak Baru Perseteruan Erin Anthony: Pihak Penyalur ART Klaim Kantongi Bukti Valid Dugaan Kekerasan
Babak Baru Perseteruan Erin Anthony: Pihak Penyalur ART Klaim Kantongi Bukti Valid Dugaan Kekerasan

Detik-Detik Terakhir Sang Pejuang yang Tangguh

Perjalanan panjang Sapuri bin Husein berakhir dengan tenang di kediamannya di kawasan Jakarta Barat. Sebelum mengembuskan napas terakhir, ia sempat menunjukkan semangat yang luar biasa untuk tetap bertahan hidup demi bisa berkumpul dengan seluruh anak-anaknya. Seolah-olah, ia sedang menunggu semua anggota keluarga hadir sebelum ia benar-benar pergi untuk selamanya.

Bunga Zainal menegaskan bahwa ayahnya adalah sosok yang sangat hebat. Ketegarannya menghadapi penyakit kanker selama bertahun-tahun tanpa banyak mengeluh menjadi inspirasi tersendiri bagi keluarga. Di mata Bunga, sang ayah telah menyelesaikan tugasnya di dunia dengan sangat baik, mendidik anak-anaknya hingga sukses, dan menunjukkan apa artinya menjadi seorang petarung sejati.

Suasana di TPU Tanah Kusir pun dipenuhi isak tangis dari para pelayat yang hadir. Kepergian Sapuri bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga inti, tetapi juga bagi rekan dan kerabat yang mengenal sosoknya sebagai pribadi yang baik hati dan penyabar. Meski raga telah tiada, kenangan akan perjuangan dan kasih sayangnya akan tetap abadi dalam sanubari Bunga Zainal dan seluruh keluarga besar.

Pentingnya Dukungan Keluarga dalam Melawan Penyakit Berat

Kisah perjuangan ayah Bunga Zainal ini memberikan pelajaran berharga tentang betapa pentingnya peran dukungan keluarga dalam menghadapi penyakit kronis. Kanker bukan hanya masalah medis, melainkan ujian emosional yang luar biasa bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya. Kesabaran Bunga Zainal dan saudara-saudaranya dalam mendampingi sang ayah, mulai dari diagnosa awal hingga keputusan untuk merawat di rumah, adalah cermin dari bakti seorang anak.

Melalui pengalaman ini, kita diingatkan bahwa pada akhirnya, kenyamanan dan kasih sayang di rumah seringkali menjadi obat yang paling dicari oleh mereka yang sedang berjuang di ujung usia. Memilih untuk menghargai keinginan pasien, mendengarkan isyarat mereka meskipun tanpa suara, dan memberikan kehadiran yang utuh adalah bentuk cinta tertinggi yang bisa diberikan.

Kini, Bunga Zainal mencoba untuk bangkit dan mengikhlaskan kepergian sang ayah. Ia percaya bahwa ayahnya kini telah berada di tempat yang jauh lebih baik, bebas dari segala rasa sakit dan penderitaan fisik yang selama ini membelenggunya. Selamat jalan, Bapak Sapuri bin Husein. Perjuanganmu telah usai, dan namamu akan selalu hidup dalam setiap langkah kesuksesan anak-anakmu.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *