Luka Hati dan Kerugian Fantastis: Fuji Ungkap Detil Penggelapan Rp 1 Miliar oleh Mantan Admin

Nadia Safira | RADAR LOKAL
27 Mei 2026, 06:11 WIB
Luka Hati dan Kerugian Fantastis: Fuji Ungkap Detil Penggelapan Rp 1 Miliar oleh Mantan Admin

RadarLokal — Dunia hiburan tanah air kembali diguncang oleh drama nyata yang dialami oleh selebgram kenamaan, Fujianti Utami Putri, atau yang akrab disapa Fuji. Setelah sekian lama memendam kekecewaan dan menempuh jalur hukum, kasus dugaan penggelapan yang menimpanya kini memasuki babak krusial. Mantan admin media sosial yang selama ini menjadi orang kepercayaannya, secara resmi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Kabar ini menjadi titik terang bagi Fuji yang selama setahun terakhir merasa dikhianati oleh orang terdekat dalam lingkaran profesionalnya. Bagi seorang publik figur, kepercayaan adalah aset yang tak ternilai harganya, namun dalam kasus ini, kepercayaan tersebut justru menjadi celah bagi tindakan kriminal yang merugikan secara finansial maupun emosional.

Baca Juga Tragedi di Balik Nyala Lilin: Kisah Pilu Rumah Anisa Rahma yang Ludes Terbakar Akibat Serbuan Lalat
Tragedi di Balik Nyala Lilin: Kisah Pilu Rumah Anisa Rahma yang Ludes Terbakar Akibat Serbuan Lalat

Rincian Kerugian: Lebih dari Sekadar Angka

Dalam pertemuan terbaru di Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Mei 2026, Fuji tak lagi menutupi besaran kerugian yang ia alami. Meskipun awalnya enggan menyebutkan angka pasti, Fuji akhirnya mengonfirmasi bahwa akumulasi dana yang diduga dibawa kabur oleh mantan karyawannya tersebut menyentuh angka yang sangat signifikan.

“Gak M-M-an (miliaran) banget sih, tapi satu M-an (miliar) lah,” ungkap Fuji dengan nada yang bercampur antara lelah dan kecewa. Nominal ini bukanlah didapat dari satu transaksi besar, melainkan tumpukan dana dari berbagai kerja sama dengan brand lokal dan internasional yang tidak pernah disetorkan oleh tersangka ke rekening manajemen selama masa kerjanya.

Baca Juga Eksklusif: Andre Taulany Angkat Bicara Soal Konflik Panas Erin dan ART, Minta Nama ‘Taulany’ Jangan Diseret
Eksklusif: Andre Taulany Angkat Bicara Soal Konflik Panas Erin dan ART, Minta Nama ‘Taulany’ Jangan Diseret

Kerugian tersebut tidak berhenti pada saldo rekening saja. Fuji membeberkan bahwa aset fisik miliknya juga ikut raib. Salah satu yang paling krusial adalah sebuah laptop yang digunakan khusus untuk keperluan pekerjaan administratif dan koordinasi konten. Hilangnya barang-barang bermerek lainnya juga menambah daftar panjang kerugian finansial yang harus ditanggung oleh adik ipar almarhumah Vanessa Angel ini.

Modus Operandi: Sabotase Data dan Penghapusan Jejak

Penyidikan yang dilakukan oleh tim ahli menunjukkan bahwa tersangka tidak hanya lihai dalam menyembunyikan aliran dana, tetapi juga berusaha keras untuk menghapus jejak digitalnya. Berdasarkan temuan di lapangan, mantan admin tersebut diduga kuat telah melakukan pengrusakan data kerja secara sistematis.

Baca Juga Siva Aprilia Seret Sindikat Penipuan ke Mabes Polri: Modus Licin Catut Nama Sang DJ Terbongkar
Siva Aprilia Seret Sindikat Penipuan ke Mabes Polri: Modus Licin Catut Nama Sang DJ Terbongkar

Ribuan riwayat pesan singkat (chat) dengan klien dan agensi dihapus secara permanen. Tindakan ini disinyalir dilakukan untuk membingungkan pihak manajemen saat melakukan audit dan menyulitkan pelacakan kontrak kerja yang belum terbayar. Strategi “bumi hangus” digital ini menunjukkan adanya perencanaan yang matang dalam tindakan penggelapan tersebut.

Fuji yang menyadari hal ini merasa sangat terpukul. Baginya, data kerja sama adalah bukti profesionalisme yang sangat ia jaga. Dengan dihapusnya data tersebut, hubungan baiknya dengan beberapa klien sempat terganggu sebelum akhirnya ia berhasil mengklarifikasi situasi yang sebenarnya terjadi di internal manajemennya.

Kekecewaan Mendalam: Seribu Hari Kepercayaan yang Runtuh

Bagi Fuji, rasa sakit yang paling mendalam bukan berasal dari hilangnya uang satu miliar rupiah, melainkan dari pengkhianatan atas hubungan manusiawi yang telah terjalin selama satu setengah tahun. Selama periode tersebut, tersangka sudah dianggap seperti keluarga sendiri dan diberikan akses penuh terhadap privasi serta pekerjaan Fuji.

Baca Juga Syekh Ahmad Al Misry Ditetapkan Sebagai Tersangka: Fakta di Balik Dugaan Pelecehan dan Klarifikasi dari Mesir
Syekh Ahmad Al Misry Ditetapkan Sebagai Tersangka: Fakta di Balik Dugaan Pelecehan dan Klarifikasi dari Mesir

“Harusnya lega ya karena dia sudah menjadi tersangka mulai hari ini. Tapi tadi pas ngelihat dia rasanya tuh kayak kesal banget. Kayak belum ikhlas,” tutur Fuji dengan mata berkaca-kaca. Ungkapan ini mencerminkan betapa sulitnya memaafkan seseorang yang memanfaatkan kebaikan hati demi keuntungan pribadi.

Ia bahkan secara terbuka memberikan pesan menohok kepada mantan karyawannya tersebut. Fuji meminta sang mantan admin untuk segera bertaubat dan berhenti melakukan tindakan penyimpangan. “Tobat-tobat aja ya, tobat dari penyimpangan dan makan uang, laptop, tobat aja sih. Jangan dilakuin lagi, udah cukup pokoknya,” tegasnya di hadapan awak media di Polres Jakarta Selatan.

Langkah Hukum dan Harapan di Masa Depan

Kasus ini kini telah naik ke tahap penyidikan setelah pihak kepolisian mengumpulkan bukti-bukti yang cukup kuat, mulai dari mutasi rekening, keterangan saksi dari pihak brand, hingga bukti digital yang berhasil dipulihkan. Penetapan tersangka pada akhir Mei 2026 ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk mengungkap apakah ada pihak lain yang terlibat atau membantu aksi tersangka.

Baca Juga Polemik Nafkah Anak Wardatina Mawa: Tepis Isu Rp 500 Ribu, Sang Selebgram Tuntut Rp 25 Juta Per Bulan
Polemik Nafkah Anak Wardatina Mawa: Tepis Isu Rp 500 Ribu, Sang Selebgram Tuntut Rp 25 Juta Per Bulan

Fuji juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menemui tersangka secara pribadi untuk saat ini. Ia merasa tidak ada iktikad baik yang ditunjukkan sejak awal kasus ini mencuat. Upaya mediasi yang sempat diwacanakan sebelumnya tampaknya menemui jalan buntu karena Fuji sudah terlanjur kecewa dengan sikap tersangka yang terus mengelak sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga, tidak hanya bagi Fuji pribadi, tetapi juga bagi seluruh pelaku industri kreatif dan selebgram Indonesia lainnya. Pentingnya sistem audit keuangan yang ketat, pemisahan tugas administratif, serta kontrak kerja yang memiliki jaminan hukum menjadi hal yang mutlak diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Pentingnya Keamanan Manajemen bagi Publik Figur

Kasus penggelapan dana yang menimpa Fuji ini membuka mata banyak pihak tentang kerentanan posisi publik figur terhadap orang dalam. Seringkali, karena faktor kedekatan personal, pengawasan profesional menjadi kendor. Padahal, dalam bisnis manajemen media sosial, aliran dana yang masuk bisa sangat deras dan cepat, sehingga celah sekecil apa pun bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Fuji kini memilih untuk lebih waspada dan memperketat sistem keamanan di manajemennya. Ia berharap kasus ini segera selesai di meja hijau dan ia bisa kembali fokus berkarya tanpa dibayang-bayangi oleh rasa takut dikhianati lagi. Bagi para penggemarnya, dukungan terus mengalir melalui media sosial, memberikan kekuatan bagi Fuji untuk terus memperjuangkan haknya di mata hukum Indonesia.

Keputusan kepolisian untuk menetapkan mantan admin sebagai tersangka adalah kemenangan kecil bagi integritas dunia kerja di industri hiburan. Kini, publik menanti proses persidangan yang akan mengungkap fakta-fakta lebih dalam mengenai aliran dana yang digelapkan dan bagaimana pertanggungjawaban tersangka di hadapan hukum nantinya.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *