Membidik Masa Depan di Negeri Kincir Angin, Betrand Peto Ungkap Fakta di Balik Rencana Kuliah ke Belanda

Nadia Safira | RADAR LOKAL
03 Mei 2026, 14:23 WIB
Membidik Masa Depan di Negeri Kincir Angin, Betrand Peto Ungkap Fakta di Balik Rencana Kuliah ke Belanda

RadarLokal — Nama penyanyi muda berbakat, Betrand Peto, kembali menjadi perbincangan hangat di tengah publik. Bukan sekadar soal karya musik terbaru atau kehidupan keluarganya yang kerap tersorot kamera, melainkan mengenai langkah besar yang sedang ia timbang matang-matang: melanjutkan pendidikan internasional di Belanda. Kabar ini pun memicu rasa penasaran penggemar mengenai kapan sang idola akan mengepak koper dan meninggalkan tanah air demi mengejar gelar akademik di Benua Biru.

Ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini, pemuda yang akrab disapa Onyo tersebut akhirnya memberikan klarifikasi langsung. Dengan gaya bicara yang tenang namun penuh pertimbangan, Betrand menegaskan bahwa rencana untuk pindah ke Belanda bukanlah sesuatu yang akan terjadi dalam waktu dekat. Ia menyadari bahwa banyak hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melangkah jauh menyeberangi samudera.

Baca Juga Kontroversi Richard Lee: Menguak 5 Alasan Krusial di Balik Pencabutan Sertifikat Mualaf oleh MCI
Kontroversi Richard Lee: Menguak 5 Alasan Krusial di Balik Pencabutan Sertifikat Mualaf oleh MCI

Bukan Sekadar Perjalanan Singkat

Bagi Betrand Peto, menempuh studi di luar negeri adalah sebuah keputusan monumental yang tidak bisa diambil secara impulsif. Dalam penjelasannya kepada tim media, ia memberikan analogi yang cukup menarik untuk menggambarkan betapa seriusnya persiapan yang dibutuhkan. Menurutnya, merantau ke luar negeri jauh berbeda dengan sekadar bepergian antar kota di dalam negeri.

“Ya untuk ke Belanda masih nantilah. Fokus dulu aja di sini karena di sini juga masih belum selesai kan,” ujar Betrand dengan senyum tipis. Ia menambahkan sebuah kalimat yang menekankan besarnya persiapan tersebut, “Belum, belum. Lihat saja proses ke depannya kayak gimana, karena kan ke Belanda bukan ke Sukabumi.”

Baca Juga Ruben Onsu Tegaskan Tak Butuh Maaf Sarwendah: Akses Bertemu Anak Jauh Lebih Berharga
Ruben Onsu Tegaskan Tak Butuh Maaf Sarwendah: Akses Bertemu Anak Jauh Lebih Berharga

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Betrand sangat memahami kompleksitas yang akan ia hadapi, mulai dari masalah administrasi, adaptasi budaya, hingga kesiapan mental untuk hidup mandiri jauh dari keluarga selebriti yang selama ini mendukungnya di Indonesia. Baginya, setiap langkah harus dipikirkan secara matang agar tidak menjadi keputusan yang prematur.

Fokus pada Penyelesaian Studi Saat Ini

Saat ini, Betrand masih memiliki tanggung jawab yang harus dituntaskan di Indonesia. Ia memilih untuk bersikap realistis dengan memprioritaskan apa yang sedang ia jalani sekarang. Meskipun impian untuk mencicipi sistem pendidikan di Belanda sangat menggiurkan, ia tidak ingin meninggalkan kewajibannya di tanah air dalam keadaan menggantung. Hal ini menunjukkan kedewasaan Betrand dalam mengelola karier dan pendidikannya secara beriringan.

Baca Juga Fakta di Balik Nafkah Rp200 Juta Sarwendah: Bukan Tuntutan Sepihak, Melainkan Kesepakatan Matang Bersama Ruben Onsu
Fakta di Balik Nafkah Rp200 Juta Sarwendah: Bukan Tuntutan Sepihak, Melainkan Kesepakatan Matang Bersama Ruben Onsu

Fokus utama Betrand saat ini adalah memastikan bahwa pondasi pendidikannya di Indonesia sudah cukup kuat. Ia percaya bahwa keberhasilan di masa depan sangat bergantung pada bagaimana ia menyelesaikan apa yang telah dimulai. Oleh karena itu, wacana kuliah di luar negeri masih ia simpan sebagai rencana jangka panjang yang dinamis.

Rencana Studi: Memulai Lembaran Baru dari Awal

Satu hal menarik yang diungkapkan oleh pelantun lagu-lagu hit ini adalah kemungkinan ia akan memulai studi dari nol jika benar-benar berangkat ke Belanda. Alih-alih melakukan transfer kredit atau melanjutkan jenjang yang sudah ada, Betrand mengisyaratkan ketertarikannya untuk mengambil program studi yang benar-benar baru di sana.

Baca Juga Misi Sehat Ridho Rhoma: Transformasi Gaya Hidup dan Perjuangan Melawan “Godaan” Masakan Ibu
Misi Sehat Ridho Rhoma: Transformasi Gaya Hidup dan Perjuangan Melawan “Godaan” Masakan Ibu

“Kayaknya kuliah baru deh. Kuliah baru,” tuturnya singkat. Meskipun belum menetapkan jurusan spesifik yang akan diambil, pilihan untuk memulai dari awal menunjukkan keinginannya untuk mendalami ilmu pengetahuan dengan cara yang lebih komprehensif di lingkungan yang berbeda. Belanda sendiri memang dikenal memiliki universitas-universitas kelas dunia dengan berbagai jurusan unggulan, mulai dari manajemen bisnis hingga seni kreatif.

Namun, hingga saat ini, Betrand masih merahasiakan bidang apa yang paling menarik minatnya. Ia lebih memilih untuk membiarkan proses mengalir secara alami tanpa memberikan tekanan berlebih pada dirinya sendiri maupun kepada publik yang menantinya.

Strategi Persiapan: Memperluas Jejaring Internasional

Meskipun keberangkatannya masih dalam tahap perencanaan, Betrand Peto tidak tinggal diam. Ia mulai melakukan persiapan secara organik, salah satunya dengan memperluas pergaulan. RadarLokal mencatat bahwa Betrand kini mulai aktif membangun komunikasi dengan teman-teman dari latar belakang internasional, terutama di lingkungan kampusnya saat ini.

Baca Juga Seni Mendidik Ala Hanung Bramantyo: Tanpa Kemewahan Instan, Prestasi Jadi Syarat Mutlak Hadiah
Seni Mendidik Ala Hanung Bramantyo: Tanpa Kemewahan Instan, Prestasi Jadi Syarat Mutlak Hadiah

Langkah ini dinilai sangat cerdas. Dengan berinteraksi dengan mahasiswa asing atau mereka yang memiliki pengalaman internasional, Betrand secara tidak langsung melatih kemampuan berbahasanya serta memperluas perspektif budayanya. Persiapan sosial semacam ini seringkali jauh lebih penting daripada sekadar persiapan akademis ketika seseorang memutuskan untuk tinggal di negara lain.

  • Membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing.
  • Memahami norma dan etika pergaulan internasional.
  • Mendapatkan gambaran mengenai tantangan hidup di luar negeri dari tangan pertama.
  • Memperluas jaringan yang mungkin akan berguna di masa depan saat ia benar-benar menetap di Eropa.

Persiapan ini dilakukan Betrand dengan santai namun konsisten. Ia menyadari bahwa pergaulan internasional akan menjadi modal utama baginya untuk bisa bertahan dan berkembang di Belanda nantinya.

Komitmen Terhadap Karier dan Bisnis Keluarga

Di balik rencana besarnya untuk menuntut ilmu, Betrand tetap tidak melupakan akar kariernya di industri hiburan Indonesia. Ia tetap aktif berkarya dan bahkan terus memberikan dukungan terhadap lini bisnis yang dijalankan oleh sang ayah, Ruben Onsu. Semangatnya untuk terus produktif menunjukkan bahwa keinginan belajar ke luar negeri tidak lantas membuatnya kehilangan gairah untuk berkontribusi di dalam negeri.

Beberapa waktu lalu, ia bahkan terlihat sangat antusias mendampingi Ruben Onsu dalam berbagai kegiatan bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa jika nantinya ia benar-benar pindah ke Belanda, kemungkinan besar ia tetap akan menjalankan peran sebagai publik figur atau setidaknya menjaga eksistensinya melalui platform digital yang tidak mengenal batas ruang dan waktu.

Keputusan yang Tidak Harus Mutlak

Menariknya, Betrand menegaskan bahwa rencana ke Belanda ini bukanlah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan dengan segala cara. Ia tetap membuka ruang bagi perubahan rencana di masa depan, tergantung pada situasi dan kondisi yang berkembang.

“Gak harus juga. Ini masih planning yang belum tentu ke depannya gimana,” jelasnya secara terbuka. Pernyataan ini mencerminkan sikap rendah hati dan fleksibilitasnya. Ia tidak ingin terbebani oleh ekspektasi publik yang mungkin menganggap rencana ini sebagai janji yang harus segera ditepati. Bagi Betrand, hidup adalah sebuah proses yang dinamis, dan setiap keputusan besar harus disesuaikan dengan peluang yang ada di depan mata.

Kesimpulan: Langkah Bijak Sang Bintang Muda

Apa yang dilakukan oleh Betrand Peto adalah cerminan dari generasi muda yang visioner namun tetap membumi. Keinginannya untuk mengejar rencana studi di luar negeri menunjukkan ambisinya untuk berkembang, sementara keputusannya untuk tidak terburu-buru menunjukkan kedewasaan dalam bersikap.

Belanda mungkin menjadi pelabuhan berikutnya bagi perjalanan hidup Betrand, namun untuk saat ini, fokus utamanya tetaplah berkarya dan menyelesaikan apa yang ada di hadapannya di tanah air. Publik tentu akan terus mendukung langkah apapun yang diambil oleh Onyo, selama hal tersebut membawanya menuju kesuksesan yang lebih besar, baik di bidang akademik maupun karier musik internasional.

Mari kita nantikan kejutan selanjutnya dari Betrand Peto. Apakah ia akan benar-benar terbang ke Belanda dalam beberapa tahun ke depan? Ataukah akan ada babak baru lainnya yang tak kalah menarik dalam perjalanan kariernya di Indonesia? Satu yang pasti, semangat belajarnya patut dijadikan inspirasi bagi banyak anak muda di luar sana.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *