Menyelami Kedalaman Jiwa, Dewi Perssik Pilih Kuliah Psikologi demi Temukan Jati Diri
RadarLokal — Di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan yang penuh dengan sorotan lampu kamera, penyanyi dangdut kenamaan Dewi Perssik membawa kabar mengejutkan yang jauh dari kesan glamor. Sosok yang akrab disapa Depe ini ternyata tengah menempuh jalan sunyi di dunia akademis. Bukan sekadar mengejar gelar, pemilik goyang gergaji ini secara resmi mengonfirmasi bahwa dirinya kini terdaftar sebagai mahasiswa aktif di jurusan ilmu psikologi.
Keputusannya untuk kembali duduk di bangku kuliah bukan tanpa alasan yang kuat. Di balik ketangguhannya di atas panggung, Dewi Perssik menyimpan keinginan mendalam untuk memahami dinamika mental manusia, sebuah langkah yang ia ambil justru di saat kariernya masih berada di puncak. Lantas, apa yang sebenarnya memicu sang diva untuk mendalami teori-teori kepribadian dan perilaku manusia ini?
Langkah Berani Menuju Bangku Kuliah
Ditemui di kediaman pribadinya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Dewi Perssik tampak antusias menceritakan babak baru dalam hidupnya. Dengan nada bicara yang tenang namun penuh keyakinan, ia menjelaskan bahwa pilihannya jatuh pada jurusan psikologi didasari oleh kebutuhan pribadi yang sangat mendasar. Baginya, pendidikan bukan hanya soal menambah wawasan, melainkan sebuah instrumen untuk melakukan introspeksi diri.
“Aku mengambil jurusan psikologi ini sebenarnya untuk aku sendiri, buat anakku juga. Intinya, aku ingin lebih mengenal diri aku sendiri secara lebih mendalam,” ungkap Dewi kepada tim RadarLokal. Ia merasa bahwa di usianya yang sekarang, memahami mekanisme emosi dan cara berpikir diri sendiri adalah investasi terbaik yang bisa ia berikan bagi ketenangan batinnya dan keharmonisan keluarganya.
Psikologi: Cermin untuk Mengenal Diri Sendiri
Dunia psikologi seringkali dianggap berat oleh sebagian orang, namun bagi Dewi Perssik, ini adalah cermin yang ia butuhkan. Sebagai seorang figur publik yang kerap diterpa berbagai isu dan konflik di dunia hiburan, memiliki pemahaman tentang kesehatan mental menjadi tameng yang sangat berharga. Dengan mempelajari psikologi, ia berharap bisa lebih bijak dalam menghadapi tekanan pekerjaan serta mampu mengelola emosi dengan cara yang lebih sehat.
Selain untuk kepentingan internal, pendidikan artis papan atas ini juga ditujukan untuk sang buah hati. Dewi menyadari bahwa menjadi orang tua yang baik memerlukan pemahaman tentang tumbuh kembang anak dari sisi psikologis. Ia ingin memberikan pola asuh yang tepat, yang didasari oleh landasan ilmu pengetahuan yang valid, bukan sekadar mengikuti insting atau tradisi semata.
Menyamar dengan Jubah di Tengah Mahasiswa
Menariknya, kehidupan Dewi Perssik sebagai mahasiswa dilakukan dengan penuh kerahasiaan. Menyadari statusnya sebagai selebriti besar, ia tak ingin keberadaannya di kampus justru mengganggu jalannya proses belajar mengajar. Dewi pun melancarkan strategi unik agar identitasnya tidak mudah dikenali oleh teman-teman seangkatannya.
“Kebetulan kalau aku pergi kuliah, aku pakai jubah atau pakaian yang sangat tertutup. Jadi, teman-teman kuliah aku hampir tidak ada yang tahu siapa aku sebenarnya di balik pakaian itu,” jelasnya sambil tersenyum simpul. Ia memilih untuk membaur layaknya mahasiswa biasa, duduk di antara deretan kursi kuliah tanpa embel-embel kemewahan.
Meski terkadang ada beberapa mahasiswa yang menatapnya dengan penuh tanda tanya atau merasa familiar dengan raut wajahnya, Dewi tetap berusaha menjaga privasinya. Ia lebih memilih untuk fokus mendengarkan pemaparan dosen daripada meladeni ajakan foto bersama yang biasa ia terima di tempat umum. Baginya, kampus adalah ruang suci untuk belajar, bukan tempat untuk mencari perhatian.
Dukungan Keluarga dan Rahasia Lokasi Kampus
Pada awalnya, keputusan Dewi Perssik untuk melanjutkan studi sempat dirahasiakan dari pihak keluarga. Ia ingin memastikan terlebih dahulu bahwa dirinya benar-benar siap berkomitmen membagi waktu antara jadwal syuting yang padat dengan tugas-tugas kuliah yang menumpuk. Namun, setelah semuanya berjalan dengan lancar, pihak keluarga pun akhirnya mengetahui dan memberikan dukungan penuh.
Meskipun ia sudah mulai terbuka mengenai studinya, ada satu hal yang tetap ia jaga rapat-rapat: lokasi kampusnya. Dewi dengan tegas menolak untuk menyebutkan nama universitas tempat ia menimba ilmu. “Ya pokoknya ada di suatu tempat, rahasia,” tegasnya sembari tertawa kecil. Kerahasiaan ini sengaja ia lakukan agar ia bisa tetap belajar dengan tenang tanpa gangguan dari pemburu berita atau penggemar yang mungkin nekat mendatangi kampusnya.
Pentingnya Kesehatan Mental di Mata Seorang Diva
Langkah Dewi Perssik ini seolah menjadi angin segar di tengah stereotip bahwa artis hanya mementingkan popularitas. Keputusannya mendalami kesehatan mental menunjukkan kedewasaan berpikir. Di era digital saat ini, di mana komentar netizen bisa menjadi sangat tajam, memiliki landasan psikologi yang kuat membantu seseorang untuk tetap teguh berdiri.
Dengan menguasai ilmu psikologi, Dewi diharapkan mampu menjadi sosok yang lebih empatik dan mampu menanggapi segala persoalan hidup dengan sudut pandang yang lebih luas. Program kuliah yang ia jalani saat ini bukan hanya tentang mendapatkan ijazah, melainkan tentang perjalanan spiritual dan intelektual untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Harapan untuk Masa Depan
Ke depannya, Dewi Perssik berharap ilmu yang ia dapatkan di bangku kuliah bisa bermanfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya. Ia ingin membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Meskipun kesibukannya di dunia hiburan sangat menyita waktu, pendidikan tetap menjadi prioritas yang harus diperjuangkan.
Perjalanan Dewi Perssik sebagai mahasiswa psikologi ini menginspirasi banyak orang bahwa pengenalan diri adalah kunci utama menuju kebahagiaan. Dengan memahami diri sendiri, kita akan lebih mudah untuk memahami orang lain dan dunia di sekitar kita. Mari kita tunggu bagaimana ilmu psikologi ini nantinya akan mewarnai perjalanan karier dan kehidupan pribadi sang pedangdut di masa yang akan datang.