Perjuangan Spiritual Ashanty: Menunda Operasi Sinus Kronis Demi Menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci

Nadia Safira | RADAR LOKAL
17 Mei 2026, 06:19 WIB
Perjuangan Spiritual Ashanty: Menunda Operasi Sinus Kronis Demi Menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci

RadarLokal — Panggilan religius menuju Baitullah sering kali menjadi momen yang penuh dengan dinamika batin, ujian fisik, dan keteguhan iman. Hal inilah yang tengah dirasakan secara mendalam oleh penyanyi ternama Indonesia, Ashanty. Di balik senyum kebahagiaan menyambut keberangkatan ibadah haji, istri dari musisi Anang Hermansyah ini ternyata menyimpan perjuangan fisik yang tidak ringan. Ashanty harus berhadapan dengan kenyataan medis yang cukup pelik terkait kondisi kesehatan saluran pernapasannya tepat sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Diagnosis Medis yang Mengejutkan di Ambang Keberangkatan

Beberapa waktu belakangan, kondisi kesehatan penyanyi Ashanty menjadi sorotan publik setelah dirinya didiagnosis menderita penyakit sinus kronis yang cukup parah. Penyakit ini bukan sekadar gangguan hidung tersumbat biasa, melainkan telah mencapai tahap di mana terjadi penumpukan cairan yang signifikan di area rongga tengkorak wajahnya. Berdasarkan pemeriksaan intensif yang dilakukan oleh tim dokter ahli, tindakan pembedahan atau operasi disarankan untuk segera dilakukan guna menghindari komplikasi yang lebih serius.

Baca Juga Kesetiaan Tanpa Syarat dr Kamelia: Yakin Ammar Zoni Bukan Bandar dan Siapkan Langkah Hukum Luar Biasa
Kesetiaan Tanpa Syarat dr Kamelia: Yakin Ammar Zoni Bukan Bandar dan Siapkan Langkah Hukum Luar Biasa

Namun, keputusan besar harus diambil. Mengingat jadwal keberangkatan ibadah haji yang sudah di depan mata, Ashanty berada di persimpangan jalan antara memprioritaskan penyembuhan fisik melalui meja operasi atau memenuhi panggilan spiritual yang telah ia nantikan selama bertahun-tahun. Dengan pertimbangan matang dan konsultasi yang mendalam, ia akhirnya memilih untuk menunda tindakan medis besar tersebut demi kekhusyukan beribadah.

Dilema Antara Meja Operasi dan Niat Suci ke Ka’bah

Keputusan untuk menunda operasi tentu bukan tanpa risiko. Dokter spesialis yang menanganinya sempat memberikan peringatan mengenai urgensi tindakan tersebut. Namun, Ashanty memiliki kekhawatiran tersendiri jika ia memaksakan diri menjalani operasi sesaat sebelum terbang ke Arab Saudi. Kekhawatiran utama terletak pada proses pemulihan pasca-operasi yang bisa saja memicu infeksi atau kendala kesehatan lainnya saat ia berada di tengah jutaan jemaah haji.

Baca Juga Misi Cinta Billy Syahputra ke Belarus: Perjuangan Melawan Sakit hingga Haru Pertemuan Anak dan Nenek
Misi Cinta Billy Syahputra ke Belarus: Perjuangan Melawan Sakit hingga Haru Pertemuan Anak dan Nenek

“Kemarin habis periksa ke dokter, sebenarnya diharuskan untuk operasi secepatnya. Tapi aku bilang, ‘Dok, saya mau naik haji’. Nah, takutnya kalau naik haji itu nanti ada infeksi atau apa kalau operasi dulu. Jadi, sama dokter akhirnya dikasih solusi sementara berupa obat-obatan untuk bertahan selama satu bulan setengah ini,” ungkap Ashanty saat ditemui oleh tim RadarLokal di kediamannya yang asri di kawasan Cinere, Depok.

Menahan Nyeri Luar Biasa di Setiap Gerakan Sujud

Gejala yang dirasakan Ashanty akibat sinusitis kronis ini bukan sekadar teori medis, melainkan penderitaan nyata yang ia rasakan dalam aktivitas ibadah sehari-hari. Salah satu dampak yang paling menyiksa adalah rasa nyeri hebat yang menjalar di area kepala dan wajah setiap kali ia melakukan gerakan salat, terutama saat sujud. Posisi kepala yang lebih rendah dari jantung membuat tekanan cairan di rongga wajah meningkat drastis, menimbulkan sensasi sakit yang menusuk.

Baca Juga Sengit! Jejouw Kalah Bidding Koleksi Mewah Harvey Moeis di Lelang Kejaksaan RI: Antusiasme Warga Membeludak
Sengit! Jejouw Kalah Bidding Koleksi Mewah Harvey Moeis di Lelang Kejaksaan RI: Antusiasme Warga Membeludak

Ashanty menceritakan betapa fluktuatifnya kondisi penciumannya. Ada hari di mana ia bisa mencium aroma dengan normal, namun keesokan harinya kemampuan indra penciumannya bisa hilang total. Keluhan ini diperparah dengan rasa sesak napas yang sering datang menghampiri pada malam hari, memaksa dirinya untuk sangat bergantung pada bantuan obat-obatan medis agar tetap bisa beristirahat dengan cukup.

  • Rasa nyeri tekan di area dahi dan bawah mata.
  • Kesulitan bernapas secara optimal, terutama saat berbaring.
  • Kehilangan fungsi indra penciuman secara mendadak (anosmia parsial).
  • Sakit kepala hebat yang dipicu oleh perubahan posisi kepala.

Tantangan Tekanan Udara dalam Perjalanan Udara Jarak Jauh

Selain tantangan saat beribadah di lokasi, perjalanan menuju Arab Saudi yang memakan waktu belasan jam di dalam pesawat juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Bagi penderita masalah kesehatan sinus kronis, perubahan tekanan udara di dalam kabin pesawat—terutama saat lepas landas (take-off) dan mendarat (landing)—bisa menjadi pengalaman yang sangat menyakitkan. Tekanan yang tidak seimbang di dalam rongga sinus dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada wajah dan telinga.

Baca Juga Mendidik Karakter Sejak Dini: Strategi Atta Halilintar Kenalkan Makna Kurban dan Cinta Tuhan kepada Ameena dan Azura
Mendidik Karakter Sejak Dini: Strategi Atta Halilintar Kenalkan Makna Kurban dan Cinta Tuhan kepada Ameena dan Azura

Hasil pemindaian atau scan yang dilakukan menunjukkan bahwa akumulasi cairan di tengkorak wajahnya sudah dalam tahap yang membuat dokter terheran-heran. “Dokter bilang, ‘Kamu bisa hidup kayak gini setiap hari saya amaze’. Dia heran karena dengan kondisi cairan sebanyak itu di area wajah, saya masih bisa beraktivitas,” tambah Ashanty dengan nada getir namun penuh ketegaran.

Manajemen Kesehatan dan Persiapan Bekal Medis

Demi memastikan perjalanannya tetap lancar, Ashanty telah menyiapkan “amunisi” medis yang lengkap. Ia membawa berbagai jenis pil, vitamin, dan obat-obatan khusus yang diresepkan oleh dokternya. Meskipun harus mengonsumsi banyak obat setiap hari, hal ini tidak menjadi beban mental baginya. Pengalaman masa lalunya dalam menghadapi penyakit autoimun membuatnya memiliki daya tahan mental yang lebih kuat terhadap rutinitas pengobatan yang ketat.

Baca Juga Kisah Heroik Heru Gundul: Taruhan Nyawa di Balik 18 Jam Kegelapan Akibat Semburan Bisa Kobra
Kisah Heroik Heru Gundul: Taruhan Nyawa di Balik 18 Jam Kegelapan Akibat Semburan Bisa Kobra

Ashanty memandang ibadah haji tahun ini bukan sekadar rukun Islam kelima, melainkan juga sebagai momen refleksi diri dan kado spesial untuk ulang tahun pernikahannya yang ke-15 bersama Anang Hermansyah. Motivasi spiritual yang kuat inilah yang menjadi bahan bakar utama baginya untuk mengesampingkan rasa sakit fisiknya untuk sementara waktu.

Harapan dan Doa untuk Kelancaran Ibadah

Kisah Ashanty ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa perjuangan menuju kebaikan sering kali diuji dengan hambatan fisik. Dukungan keluarga, terutama dari suami dan anak-anaknya, menjadi pilar kekuatan bagi Ashanty untuk tetap melangkah dengan mantap. Ia berharap selama berada di Tanah Suci, kondisi kesehatannya tetap stabil dan ia dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna tanpa kendala yang berarti.

Bagi masyarakat yang juga mengalami gejala sinusitis, penting untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan jauh atau menunda tindakan medis tertentu. Keberanian Ashanty dalam menghadapi ujian kesehatan ini memberikan inspirasi bahwa dengan manajemen medis yang tepat dan tekad yang kuat, rintangan fisik sebesar apa pun dapat dihadapi demi sebuah tujuan mulia.

Kini, publik mendoakan agar Ashanty diberikan kekuatan dan kesembuhan selama menjalankan prosesi haji, serta dapat kembali ke tanah air sebagai hajjah yang mabrur dengan kondisi kesehatan yang pulih sepenuhnya untuk kemudian menjalani prosedur operasi yang diperlukan.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *