Ratapan Pilu dr Kamelia Usai Ammar Zoni Dibuang ke Nusakambangan: Trauma dan Harapan di Balik Jeruji Besi

Nadia Safira | RADAR LOKAL
10 Mei 2026, 22:11 WIB
Ratapan Pilu dr Kamelia Usai Ammar Zoni Dibuang ke Nusakambangan: Trauma dan Harapan di Balik Jeruji Besi

RadarLokal — Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan tanah air yang melibatkan sosok aktor fenomenal, Ammar Zoni. Setelah divonis hukuman tujuh tahun penjara akibat keterlibatannya dalam kasus peredaran narkotika, babak baru dalam perjalanan hukumnya kini memasuki fase yang lebih berat. Ammar secara resmi telah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, sebuah tempat yang dikenal memiliki tingkat pengamanan ekstra ketat dan sering kali disebut sebagai ‘Pulau Penjara’. Keputusan ini nyatanya menyisakan luka mendalam dan kekecewaan bagi orang-orang terdekatnya, terutama sang kekasih, dr Kamelia.

Kekecewaan di Balik Keputusan Mendadak

Pemindahan Ammar Zoni ke Nusakambangan tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga pihak keluarga dan kerabat dekat. Dalam sebuah wawancara eksklusif melalui sambungan telepon, dr Kamelia mengungkapkan rasa kecewanya yang mendalam terhadap prosedur pemindahan yang dinilai sangat tiba-tiba. Menurutnya, komunikasi dari pihak otoritas terkait kepada keluarga inti maupun dirinya dirasa sangat minim, seolah-olah proses ini dilakukan tanpa memberikan ruang bagi pihak keluarga untuk sekadar bersiap secara mental.

Baca Juga Jeritan Hati Aditya Zoni: Kekhawatiran Mendalam Atas Kondisi Mental Ammar Zoni di ‘Neraka’ Nusakambangan
Jeritan Hati Aditya Zoni: Kekhawatiran Mendalam Atas Kondisi Mental Ammar Zoni di ‘Neraka’ Nusakambangan

“Mengetahui kok, karena dari pihak lapas itu memberi tahu ke kuasa hukum yang dulu di Cipinang, Ibu Dafita. Nah, Ibu Dafita itulah yang kemudian mengabarkan kepada saya,” tutur dr Kamelia saat memberikan keterangan kepada awak media di kawasan PIK, Tangerang, Banten. Ia menyayangkan mengapa informasi sepenting itu tidak disampaikan secara langsung melalui saluran komunikasi yang lebih personal kepada keluarga terdekat Ammar Zoni.

Bayang-Bayang Trauma di Pulau Terpencil

Nusakambangan bukan sekadar penjara biasa; tempat ini adalah simbol dari isolasi dan hukuman berat di Indonesia. Bagi Ammar Zoni, pemindahan ini bukan hanya soal berpindah lokasi penahanan, melainkan sebuah tekanan psikologis yang sangat berat. dr Kamelia mengungkapkan bahwa Ammar sempat mengirimkan sebuah surat yang berisi pesan menyentuh sebelum ia benar-benar diberangkatkan ke pulau tersebut. Dalam surat itu, tersirat ketakutan yang luar biasa akan kesepian dan jauhnya jarak dengan dunia luar.

Baca Juga Sengit! Jejouw Kalah Bidding Koleksi Mewah Harvey Moeis di Lelang Kejaksaan RI: Antusiasme Warga Membeludak
Sengit! Jejouw Kalah Bidding Koleksi Mewah Harvey Moeis di Lelang Kejaksaan RI: Antusiasme Warga Membeludak

“Intinya dia cuma bilang, ‘Bantu aku, jangan sampai aku ke NK (Nusakambangan) karena aku sangat trauma’. Dia juga berpesan agar kami jangan menyerah dan meminta bantuan kepada siapa pun yang bisa menolongnya,” ungkap Kamelia dengan nada getir. Trauma yang dialami Ammar disinyalir berakar dari keterbatasan komunikasi yang ia alami selama berada di Rutan Salemba maupun Cipinang. Di tempat sebelumnya, Ammar hanya diberi kesempatan bertemu keluarga seminggu sekali, dan kini di Nusakambangan, akses tersebut dipastikan akan jauh lebih sulit.

Status High Risk yang Dipertanyakan

Salah satu poin yang menjadi perdebatan hangat adalah penetapan Ammar Zoni sebagai narapidana dengan risiko tinggi atau high risk. Klasifikasi inilah yang menjadi dasar hukum pemindahannya ke Nusakambangan. Namun, dr Kamelia secara tegas mempertanyakan urgensi dari penetapan status tersebut. Ia merasa kekasihnya bukanlah sosok kriminal yang membahayakan keamanan negara atau memiliki potensi kekerasan yang tinggi.

Baca Juga Babak Baru Sidang Cerai Wardatina Mawa: Kesaksian Kakak dan Bukti Perselingkuhan Insanul Fahmi yang Mengejutkan
Babak Baru Sidang Cerai Wardatina Mawa: Kesaksian Kakak dan Bukti Perselingkuhan Insanul Fahmi yang Mengejutkan

“Aku ingin pihak berwenang menelaah lagi kasus Bang Ammar. Apakah profesional jika dia dipindahkan ke sana? Dia kan tidak membahayakan orang lain,” tegasnya. dr Kamelia berharap ada pertimbangan kemanusiaan yang diambil oleh Ditjen PAS agar penempatan Ammar bisa dikaji ulang. Ia khawatir kondisi mental Ammar akan semakin merosot jika terus diisolasi di lingkungan yang sedemikian ketat, jauh dari dukungan moral orang-orang tersayang.

Konsekuensi Hukum Tanpa Banding

Secara hukum, pemindahan Ammar ke Nusakambangan memang memiliki landasan yang kuat. Hal ini dikarenakan sang aktor memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas vonis tujuh tahun penjara yang dijatuhkan kepadanya. Ammar tampaknya sudah pasrah dan menyadari bahwa setiap perbuatannya memiliki konsekuensi yang harus dibayar mahal. Namun, kepasrahan ini bukan berarti ia siap untuk dijauhkan sepenuhnya dari akses keluarga.

Baca Juga Nama Baik Sudah Hancur, Erin Trigina Tutup Pintu Maaf Bagi Eks ART: Ini Bukan Sekadar Konflik Biasa
Nama Baik Sudah Hancur, Erin Trigina Tutup Pintu Maaf Bagi Eks ART: Ini Bukan Sekadar Konflik Biasa

“Bang Ammar memang tidak banding, jadi secara prosedur otomatis harus dikembalikan atau dipindahkan sesuai aturan yang berlaku. Dia bilang itu adalah konsekuensi yang harus ia tanggung,” jelas Kamelia. Meski menyadari kesalahan masa lalunya, harapan untuk mendapatkan pembinaan yang lebih manusiawi di Jakarta tetap menjadi impian besar bagi sang aktor. Ia sangat berharap bisa segera dipindahkan kembali ke lapas di Jakarta agar komunikasi dengan keluarga bisa berjalan lebih intens.

Langkah Hukum Terakhir: Peninjauan Kembali (PK)

Melihat kondisi Ammar yang semakin terpuruk, tim kuasa hukum tidak tinggal diam. Kasus narkoba yang menjeratnya ini akan diupayakan melalui langkah hukum luar biasa, yakni Peninjauan Kembali (PK). dr Kamelia menyatakan dukungannya secara penuh terhadap rencana yang disusun oleh tim hukum di bawah arahan Bang Krisna. Ia menaruh harapan besar bahwa melalui PK, ada celah hukum yang bisa meringankan beban hukuman atau setidaknya mengubah lokasi penempatan Ammar.

Baca Juga Bantah Tuduhan Eksploitasi, Ibunda Ratu Sofya Ungkap Fakta di Balik Somasi HAS Pictures
Bantah Tuduhan Eksploitasi, Ibunda Ratu Sofya Ungkap Fakta di Balik Somasi HAS Pictures

“Saya sangat mendukung langkah PK tersebut. Saya serahkan semuanya kepada Bang Krisna untuk menentukan langkah terbaik ke depannya. Kami hanya ingin yang terbaik untuk Bang Ammar agar dia bisa menjalani masa tahanannya dengan kondisi psikologis yang stabil,” tambahnya. Bagi Kamelia, dukungan hukum adalah satu-satunya cara yang tersisa untuk memperjuangkan hak-hak Ammar sebagai warga binaan.

Realita Pahit Kunjungan Video Call

Kini, jarak fisik menjadi penghalang nyata antara Ammar Zoni dan dunia luar. Mengingat statusnya yang berada di blok high risk Nusakambangan, prosedur kunjungan tatap muka menjadi sangat terbatas, bahkan nyaris tidak mungkin untuk dilakukan secara rutin dalam waktu dekat. Komunikasi hanya bisa dilakukan melalui fasilitas video call yang disediakan oleh pihak lapas.

“Tidak bisa dikunjungi secara tatap muka, masih lewat video call saja. Jadi kemungkinan besar kami memang tidak akan melakukan kunjungan langsung ke sana dalam waktu dekat,” tutup dr Kamelia. Realita pahit ini harus diterima oleh semua pihak. Dukungan yang dulunya bisa diberikan melalui sentuhan dan kehadiran fisik, kini harus tereduksi menjadi sekadar wajah di layar monitor. Perjalanan Ammar Zoni di Nusakambangan dipastikan akan menjadi ujian terberat dalam hidupnya, baik secara mental maupun spiritual.

Pentingnya Dukungan Psikologis bagi Warga Binaan

Kasus Ammar Zoni ini kembali membuka diskusi publik mengenai pentingnya aspek psikologis dalam proses rehabilitasi narapidana. Sebagai seorang figur publik yang mengalami kejatuhan secara drastis, tekanan yang dirasakan tentu berkali-kali lipat lebih besar. Isolasi yang terlalu ekstrem dikhawatirkan bukan memberikan efek jera yang positif, melainkan justru memicu depresi yang mendalam.

Melalui perjuangan dr Kamelia dan tim hukumnya, publik diingatkan bahwa di balik status sebagai narapidana, masih ada sisi kemanusiaan yang butuh diperhatikan. Nusakambangan mungkin adalah tempat untuk membina fisik dan kedisiplinan, namun kasih sayang dan dukungan keluarga adalah obat utama bagi jiwa yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan. Kita tunggu bagaimana kelanjutan dari langkah PK yang diajukan, dan apakah Ammar mampu melewati masa kelam ini di pulau pengasingan tersebut.

Nadia Safira

Nadia Safira

Content creator yang memiliki radar tajam terhadap isu viral dan gaya hidup. Menjaga konten Radar Hot tetap segar dan menghibur.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *